Pocket Gamer Connects Barcelona 2026 dibuka dengan satu pesan yang sangat tegas: industri gim mobile makin serius mengejar model direct-to-consumer atau D2C. Di balik forum yang dihadiri lebih dari 1.000 eksekutif gim internasional itu, fokus utamanya adalah toko web independen yang dinilai bisa membantu publisher merebut kembali margin laba hingga 30 persen.
Gelaran yang berlangsung di Hyatt Regency Barcelona Tower ini menempatkan monetisasi di luar app store sebagai tema dominan sesi pembuka. Pendorongnya datang dari pergeseran regulasi yang membuat jalur transaksi langsung ke konsumen semakin terbuka di Eropa dan wilayah lain.
Dorongan besar menuju commerce di luar app store
Pergeseran ini tidak lagi dipandang sebagai wacana strategis jangka panjang. Bagi banyak publisher besar, langkah tersebut kini berubah menjadi prioritas operasional yang harus dijalankan segera.
Regulasi anti-steering yang meluas di Eropa dan sejumlah wilayah global disebut telah melonggarkan batasan yang selama ini mengikat developer pada storefront aplikasi tradisional. Dengan transaksi yang bergerak ke luar jaringan pemrosesan toko standar, studio gim mobile melihat peluang untuk mempertahankan porsi pendapatan yang lebih besar.
Di area konferensi, narasi ini tampak mendominasi pembicaraan lintas sesi. Banyak pelaku industri menilai model D2C menjadi salah satu cara paling jelas untuk menekan biaya yang selama ini terkikis oleh struktur lama distribusi digital.
Margin laba jadi alasan utama
Tekanan paling nyata datang dari hitungan bisnis. Data yang beredar di acara tersebut menunjukkan bahwa membangun storefront digital mandiri dapat membantu publisher merebut kembali sekitar 25 persen hingga 30 persen margin laba.
Angka itu berasal dari upaya menghindari struktur pengumpulan biaya dari storefront lama. Bagi publisher dengan judul gim berpendapatan tinggi, selisih tersebut menjadi sangat berarti karena langsung memengaruhi profitabilitas live-service yang mereka jalankan.
Tidak heran jika tokoh industri yang hadir melihat D2C bukan sekadar pelengkap. Model ini mulai diposisikan sebagai jalur monetisasi inti, terutama untuk gim yang punya basis pemain besar dan transaksi berulang.
Xsolla tampil dengan fokus toko web lokal
Sponsor berlian acara, Xsolla, menjadikan toko web independen yang dilokalkan sebagai pusat presentasinya. Perusahaan itu menyebut telah menerapkan ratusan storefront praintegrasi untuk judul gim mobile dengan pendapatan tinggi.
Pendekatan ini menegaskan bahwa D2C kini tidak lagi dibahas sebagai konsep mentah. Infrastruktur pendukungnya sudah bergerak ke tahap implementasi, lengkap dengan solusi yang menargetkan kebutuhan masing-masing pasar.
Dengan model seperti ini, publisher dapat mengoperasikan kanal transaksi sendiri tanpa bergantung penuh pada mekanisme lama. Bagi banyak perusahaan, fleksibilitas tersebut menjadi nilai penting saat mereka mencoba menjaga kendali atas hubungan langsung dengan pemain.
Biaya platform berubah, tetapi kerumitannya belum hilang
Di sisi lain, perubahan aturan juga mengubah cara platform menagih layanan. FastSpring menggunakan ajang di Barcelona ini untuk memetakan lanskap finansial yang lebih rumit bagi developer pada 2026.
Preseden hukum yang terbentuk pada tahun sebelumnya memaksa pemilik platform besar memisahkan dan menurunkan biaya menyeluruh mereka menjadi komponen layanan dan billing terpisah. Secara teori, model ini menurunkan hambatan awal untuk integrasi billing pihak ketiga.
Namun, kemudahan itu datang bersama tantangan baru. Analis memperingatkan adanya kerumitan teknis di tingkat awal, terutama terkait kepatuhan pajak penjualan lintas batas dan aturan perlindungan data internasional.
Karena itu, operator gim mobile mulai menjauh dari platform web seadanya. Mereka cenderung memilih solusi commerce yang sepenuhnya di-outsourcing dan otomatis agar margin operasi tetap stabil.
Barcelona jadi panggung uji arah baru industri
Konferensi multi-track ini memang juga menyoroti pertumbuhan regional yang muncul dan inovasi platform alternatif. Tetapi pada sesi pembuka, arah pembicaraan tampak jelas mengarah ke satu hal: bagaimana industri mengubah perubahan regulasi menjadi keuntungan bisnis nyata.
Bagi banyak eksekutif yang hadir, isu terbesar bukan lagi apakah D2C layak dicoba. Pertanyaannya kini bergeser ke seberapa cepat publisher bisa membangun infrastruktur, menyesuaikan pembayaran, dan menjaga kepatuhan di berbagai pasar.
