Lexar sedang menaruh taruhan besar pada sesuatu yang jarang diperhatikan konsumen: keandalan penyimpanan digital saat semuanya sudah penuh dan tak ada ruang untuk salah. Di tengah lonjakan harga memori yang dipicu krisis RAM dan perubahan struktural akibat AI, perusahaan ini menegaskan bahwa setiap drive yang keluar dari lini produksinya harus presisi, stabil, dan tahan dipakai lama.
Untuk menunjukkan itu, Lexar mengajak media Amerika ke Shanghai, Suzhou, dan Shenzhen setelah Computex 2026. Perusahaan membuka pabrik dan laboratorium agar proses pembuatan, pengujian, dan validasi produknya bisa dilihat langsung, termasuk teknologi mSSD yang dianggap sebagai terobosan berikutnya.
Lexar sendiri sudah berusia 30 tahun. Merek ini didirikan di San Jose, California, lalu kini dimiliki manufaktur berbasis Shenzhen bernama Longsys dan bersaing dengan pemain besar seperti SanDisk, Sony, dan Samsung.
Pengujian bukan sekadar formalitas
Bagi Lexar, kualitas tidak berhenti di apakah sebuah kartu atau drive bisa menyala. Van Baer, general manager Lexar untuk Amerika Utara, mengatakan pengujian harus memastikan performa tetap konsisten dari waktu ke waktu, di berbagai perangkat nyata, dan dalam kondisi penuh tekanan.
Di Suzhou, Lexar memperlihatkan Longforce Production Line sebagai titik awal proses manufaktur. Perusahaan memeriksa chip NAND flash di tingkat silikon sebelum masuk ke lini perakitan, sehingga masalah bisa ditemukan lebih awal.
Lexar juga tidak hanya mengambil sampel acak dari satu batch. Setiap unit diuji untuk mengukur kecepatan tulis berkelanjutan, konsumsi daya, dan cara perangkat menangani kegagalan sektor.
Selain itu, produk mereka disiksa lewat suhu ekstrem, kelembapan, segel, guncangan fisik, dan sinar-X. Pendekatan ini dipakai untuk memastikan storage tidak hanya bagus di lab, tetapi juga tangguh saat dipakai di dunia nyata.
Laboratorium inovasi di dekat Shenzhen
Perjalanan berlanjut ke Zhongshan, dekat Shenzhen, tempat Lexar menempatkan laboratorium inovasi dan kualitasnya. Di sana, produk diuji bersama perangkat lain agar kompatibilitasnya bisa dipastikan sebelum sampai ke tangan pengguna.
Di area pengujian itu, rak dan meja dipenuhi kamera, komputer, kamera keamanan berbasis AI, konsol, ponsel, dan tablet. Perangkat-perangkat tersebut dipakai untuk melihat apakah produk Lexar bisa bekerja tanpa masalah pada berbagai ekosistem, termasuk saat konsumen membeli perangkat seperti Nintendo Switch 2, ponsel, atau laptop.
Di sisi inovasi, Lexar menampilkan teknologi micro SSD atau mSSD yang kini sudah hadir sebagai Lexar Play X. Drive PCIe 4.0 ini lebih kecil dari SSD standar, tetapi mampu mencapai kecepatan baca hingga 7.400 MB/s dan tulis hingga 6.500 MB/s.
Produk itu sudah mulai diperluas secara global dan sudah hadir di Eropa. Namun, belum ada tanggal rilis untuk pasar Amerika Serikat.
Mengejar standar baru untuk perangkat kecil
Saat ini Lexar menyertakan adaptor agar mSSD bisa dipakai di berbagai mesin. Perusahaan juga mendorong terciptanya standar industri baru untuk wearable, robot, dan laptop karena ukuran drive ini jauh lebih kecil dari SSD biasa.
Van Baer menekankan bahwa inovasi tidak hanya soal spesifikasi. Menurut dia, tujuan Lexar adalah membawa storage yang lebih relevan dan lebih berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik semua penjelasan teknis itu, ada alasan yang lebih personal tentang kenapa penyimpanan harus dibuat serius. Richard Chang, kepala PR Amerika Utara, menceritakan pengalaman masa mudanya saat perjalanan ke Hong Kong, ketika kartu memori kameranya rusak dan menghapus foto terakhir bersama anggota keluarga yang kemudian meninggal beberapa tahun sesudahnya.
Cerita itu menyorot risiko yang sering diabaikan pengguna, mulai dari storage yang rusak, perangkat yang hilang, hingga memori yang lenyap tanpa peringatan. Lexar ingin posisinya bukan sekadar menjual kapasitas, tetapi menjaga agar momen-momen digital itu tetap aman disimpan.
