Apple disebut sedang menyiapkan iPhone lipat pertamanya dengan nama iPhone Ultra, dan enam bocoran fitur membuat perangkat ini langsung masuk radar pasar premium. Perangkat ini bukan sekadar iPhone yang bisa dilipat, tetapi diposisikan untuk menggabungkan portabilitas ponsel dengan fungsi yang mendekati iPad Mini.
Daya tarik terbesarnya ada pada ambisi Apple untuk menghadirkan pengalaman layar besar tanpa mengorbankan bentuk ringkas saat dibawa. Dengan harga awal yang dilaporkan mencapai $1,999 untuk varian 256 GB, perangkat ini juga diproyeksikan menjadi penawaran Apple paling premium sejauh ini.
Desain lipat yang jadi pusat perhatian
Bocoran menyebut iPhone Ultra akan memakai desain lipat bergaya buku, format yang membuka dua mode penggunaan dalam satu perangkat. Saat tertutup, layar luarnya disebut berukuran sekitar 5,3 hingga 5,5 inci untuk tugas cepat dan penggunaan yang lebih praktis.
Ketika dibuka, layar dalamnya disebut membentang ke kisaran 7,6 hingga 7,8 inci. Ukuran ini membuatnya mendekati pengalaman tablet kecil dan langsung menempatkannya dekat dengan fungsi iPad Mini.
Salah satu detail yang paling disorot adalah upaya Apple mengatasi lipatan pada layar bagian dalam. Jika bocoran ini akurat, iPhone Ultra akan menawarkan layar dalam yang bebas crease agar pengalaman visual terasa lebih mulus.
Material bodinya juga diarahkan ke kelas premium. Tepi berbahan titanium disebut akan dipakai untuk menjaga keseimbangan antara daya tahan dan bobot yang tetap ringan.
Dalam posisi terlipat, perangkat ini dikabarkan akan terlihat seperti dua iPhone Air yang ditumpuk. Pendekatan itu menegaskan fokus Apple pada portabilitas tanpa melepas kesan mewah yang selama ini menjadi ciri lini produknya.
Kamera disiapkan untuk dua mode penggunaan
Di sektor kamera, iPhone Ultra dirumorkan memakai sistem kamera ganda di bagian belakang. Konfigurasinya disebut terdiri dari kamera utama 48 MP dan kamera ultra-wide 48 MP.
Kombinasi ini menunjukkan fokus pada kualitas foto resolusi tinggi dan cakupan sudut yang lebih lebar. Meski belum disebut membawa lensa telefoto seperti model Pro, susunan ini tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mayoritas pengguna.
Bagian depan juga mendapat perhatian besar karena perangkat ini memiliki dua sisi layar. Bocoran menyebut Apple menyiapkan dua kamera depan 18 MP, masing-masing untuk tiap layar.
Kamera depan itu disebut bisa dibekali Center Stage. Fitur ini akan membantu pembingkaian tetap mengikuti subjek saat video call, sebuah fungsi yang masuk akal untuk perangkat yang dipakai dalam berbagai posisi buka-tutup.
Apple juga disebut dapat mengganti Dynamic Island dengan desain hole-punch. Langkah itu akan memberi tampilan layar yang lebih imersif, terutama saat perangkat dibuka penuh untuk konsumsi konten atau panggilan video.
Performa tinggi untuk format baru
Untuk dapur pacu, iPhone Ultra diperkirakan memakai chip A20 Pro berbasis proses 2nm. Chip ini disebut akan membawa peningkatan performa sekaligus efisiensi daya yang lebih baik.
Kombinasi tersebut penting untuk perangkat lipat, karena layar besar dan penggunaan multitasking menuntut tenaga tinggi. Peningkatan efisiensi juga disebut dapat membantu daya tahan baterai sekaligus menekan panas saat menjalankan tugas berat.
Bocoran lain menyebut kehadiran RAM 12 GB dan memori LPDDR5. Spesifikasi itu akan mendukung perpindahan aplikasi yang lebih mulus dan kinerja yang lebih stabil saat menjalankan beberapa tugas sekaligus.
Apple juga dirumorkan menyematkan modem C2. Komponen ini diharapkan meningkatkan konektivitas dan mempercepat komunikasi antarbagian perangkat keras.
Fitur software yang membedakan dari iPhone biasa
Nilai utama iPhone Ultra tampaknya bukan hanya pada lipatan fisik, tetapi juga pada cara perangkat lunak memanfaatkan layar besarnya. Perangkat ini disebut akan menjalankan iOS 27 dengan fitur yang disesuaikan khusus untuk format foldable.
Salah satu fungsi yang paling menarik adalah kemampuan menjalankan dua aplikasi berdampingan. Pendekatan ini terinspirasi dari iPadOS, tetapi tetap dirancang agar terasa seperti iPhone dalam penggunaan sehari-hari.
Layout antarmuka juga disebut dioptimalkan untuk pekerjaan seperti edit dokumen, streaming video, dan pengelolaan aplikasi. Dengan begitu, layar bagian dalam tidak hanya menjadi ruang lebih besar, tetapi juga ruang kerja yang lebih berguna.
Meski belum disebut akan menghadirkan manajemen jendela penuh seperti iPad, pendekatan hibrida ini penting dalam strategi produk Apple. Perangkat tersebut berpotensi mengisi celah antara ponsel dan tablet tanpa membuat pengalaman iOS terasa asing.
Touch ID kembali muncul
Perubahan menarik lain ada pada sistem autentikasi. iPhone Ultra disebut dapat menghadirkan kembali Touch ID yang terintegrasi ke tombol daya.
Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap keterbatasan desain lipat, yang bisa membuat Face ID kurang praktis untuk diterapkan. Bagi pengguna, Touch ID di tombol daya juga menawarkan cara buka kunci dan otorisasi transaksi yang cepat serta familier.
Dengan kombinasi layar luar ringkas, layar dalam seluas tablet mini, kamera ganda 48 MP, dua kamera depan 18 MP, chip A20 Pro 2nm, RAM 12 GB, modem C2, dan fitur multitasking khusus, iPhone Ultra terlihat disiapkan sebagai produk eksperimen premium Apple yang paling ambisius. Harga awal $1,999 memperjelas bahwa perangkat ini diarahkan untuk pasar ultra-premium dan pengguna awal yang mengejar pengalaman baru di kategori ponsel lipat.
Source: www.geeky-gadgets.com






