Embracer Group menilai peluncuran PS6 bisa bergeser ke 2028, bahkan 2029, dan alasan yang disorot bukan sekadar strategi siklus konsol biasa. Tekanan terbesar datang dari harga memori dan penyimpanan yang melonjak, yang dinilai dapat membuat konsol generasi berikutnya makin mahal saat tiba di pasar.
Pandangan itu muncul dari laporan tahunan terbaru Embracer Group, konglomerat penerbit yang memiliki sejumlah studio seperti Crystal Dynamics dan THQ Nordic. Di laporan yang sama, perusahaan ini masih melihat dorongan positif dari judul-judul mendatang seperti Metro 2039 dan Tomb Raider: Legacy of Atlantis, tetapi biaya komponen membuat prospek perangkat keras gaming jadi jauh lebih rumit.
Embracer menyebut bahwa kenaikan harga memori dan penyimpanan sudah mulai menekan perangkat generasi saat ini. Sony dan Nintendo baru-baru ini menaikkan harga jual resmi PS5, PS5 Pro, dan Switch 2 sebagai respons atas kelangkaan yang dipicu permintaan dari sektor AI.
Tekanan biaya itu tidak hanya memengaruhi konsol yang sudah beredar, tetapi juga rencana produk berikutnya. Proyeksi yang dikutip Embracer menyebut sejumlah analis melihat Sony mempertimbangkan mundur dari target debut PlayStation berikutnya yang semula 2027 menjadi 2028 atau bahkan 2029.
Di sisi pasar, laporan itu juga mencatat bahwa penjualan game konsol naik 3% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Embracer berharap peluncuran GTA 6 akan membantu mendorong kenaikan yang lebih besar pada 2026, tetapi tarif dan biaya komponen seperti DRAM tetap menjadi hambatan utama bagi perkiraan tersebut.
Sony sendiri sebelumnya telah mengakui bahwa adopsi PS5 melemah pada kuartal keempat 2025. Perusahaan juga menyebut permintaan dari pusat data AI dapat mengganggu rencana PS6, sementara kenaikan harga perangkat mulai terlihat menekan penjualan konsol di beberapa pasar.
Harga hardware makin berat
Kondisi pasar komponen saat ini membuat ruang gerak produsen semakin sempit. Laporan tersebut menyebut biaya komponen diperkirakan akan tetap tinggi hingga 2027 dan mungkin berlanjut ke 2028, sehingga peluang perbaikan jangka pendek terlihat kecil.
Kekhawatiran itu juga berkaitan dengan kemampuan Sony menentukan spesifikasi PS6. Jika lompatan performanya besar, kebutuhan investasinya bisa sangat tinggi, sementara leaker KeplerL2 memperkirakan perusahaan dapat menurunkan kapasitas VRAM GDDR7 yang dirumorkan dari 30GB menjadi 24GB.
Ada juga upaya untuk menekan kebutuhan penyimpanan lewat metode kompresi file baru. Namun, opsi itu belum tentu cukup untuk menghapus tekanan biaya yang muncul dari pasar memori dan storage saat ini.
Tanda-tanda dari generasi sekarang
Indikasi tekanan harga sudah terlihat di konsol yang ada sekarang. Kenaikan MSRP PS5, PS5 Pro, dan Switch 2 menunjukkan bahwa biaya produksi dan pasokan komponen sudah memengaruhi harga jual ke konsumen.
Di saat yang sama, penjualan hardware juga mulai menunjukkan pelemahan di beberapa wilayah, termasuk laporan awal penurunan tajam di Inggris setelah kenaikan harga berlaku. Situasi ini membuat kekhawatiran soal harga PS6 masuk akal, terutama jika komponen utama tetap mahal saat Sony memasuki tahap finalisasi produk.
Embracer menilai masa tunggu yang lebih panjang bisa memberi waktu bagi biaya penyimpanan dan memori untuk turun. Jika harga komponen akhirnya lebih bersahabat pada akhir 2028 atau 2029, ruang bagi PS6 untuk hadir dengan harga yang lebih masuk akal juga akan lebih besar.
Source: www.notebookcheck.net



