Google akhirnya membuka pemesanan untuk speaker pintar barunya dengan harga $99.99, menandai pembaruan lini speaker rumah yang sudah lama ditunggu. Perangkat ini menjadi rilisan speaker pertama perusahaan sejak Nest Audio meluncur pada 2020.
Daya tarik utamanya bukan hanya pada perangkat keras yang lebih baru, tetapi pada integrasi Gemini for Home sebagai otak asisten suara. Google menempatkan fitur ini sebagai lompatan besar untuk kontrol rumah pintar dan bantuan harian yang lebih natural.
Setelah Google Home Speaker pertama hadir pada 2016, lini speaker Google sempat relatif sunyi selama beberapa tahun. Kehadiran model baru ini menunjukkan Google kembali serius di kategori speaker rumah, dengan fokus yang lebih kuat pada AI generatif dan pemrosesan perintah yang lebih cerdas.
Di atas kertas, peningkatannya cukup jelas dibanding generasi sebelumnya. Speaker ini memakai prosesor Quad-Core A55 2.0 GHz, dilengkapi NPU khusus, RAM 1GB LPDDR4, serta penyimpanan 4GB.
Konektivitas juga diperbarui untuk menyesuaikan standar yang lebih baru. Google membekalinya dengan Wi-Fi 6, naik dari Wi-Fi 5 pada Nest Audio, serta Bluetooth 5.4 untuk koneksi yang disebut lebih stabil dan menjangkau lebih jauh.
Untuk audio, Google menyorot peningkatan yang terasa terutama jika dibandingkan dengan Nest Mini. Speaker baru ini membawa driver 58 mm full-range, dengan driver dua kali lebih besar dan bass 2,5 kali lebih kuat.
Gemini jadi nilai jual utama
Meski spesifikasi perangkat kerasnya naik, sorotan utama tetap ada pada perangkat lunak. Speaker ini ditenagai Gemini for Home, yang disebut Google sebagai asisten suara yang jauh lebih pintar dan lebih mampu menangani tugas sehari-hari secara mulus.
Salah satu perubahan paling penting adalah kemampuan memahami beberapa perintah sekaligus. Jika sebelumnya pengguna mungkin perlu memberi instruksi terpisah untuk lampu, suhu ruangan, dan musik, kini beberapa tindakan itu bisa dijalankan lewat satu kalimat.
Pendekatan ini membuat interaksi dengan speaker terasa lebih ringkas. Dalam contoh yang ditunjukkan, pengguna cukup meminta suasana ruangan dibuat lebih nyaman, lalu speaker bisa meredupkan lampu, menurunkan temperatur, dan memutar musik santai dalam satu rangkaian perintah.
Kemampuan percakapan yang lebih natural juga diperluas lewat Gemini Live. Namun, fitur ini tidak langsung tersedia untuk semua pengguna karena hanya bisa diakses melalui langganan Google Home Premium.
Google menyertakan insentif untuk pembeli awal speaker ini. Pembelian Google Home Speaker pada atau sebelum September 30, 2026, akan mendapatkan Google Home Premium gratis selama enam bulan.
Setelah masa gratis itu berakhir, pelanggan bisa memutuskan apakah ingin melanjutkan langganan. Harga Google Home Premium dipatok $10 per bulan.
Warna dan ketersediaan
Google menawarkan speaker baru ini dalam empat pilihan warna. Variannya adalah Porcelain, Hazel, Jade, dan Berry.
Tidak semua warna tersedia di semua kanal penjualan. Google menyebut Jade dan Berry sebagai warna eksklusif Google Store.
Untuk saat ini, status penjualannya sudah masuk tahap pre-order. Harga resminya dipasang di $99.99, yang menempatkannya di segmen speaker pintar menengah dengan fokus kuat pada pengalaman AI.
Posisi produk ini juga menarik karena datang setelah jeda yang cukup panjang di lini speaker Google. Bagi pengguna yang menunggu penerus Nest Audio, perangkat ini menjadi jawaban langsung sekaligus penanda perubahan arah, dari sekadar speaker pintar menjadi pusat interaksi Gemini di rumah.
Kombinasi antara prosesor baru, NPU khusus, standar konektivitas yang lebih mutakhir, dan peningkatan audio memberi dasar teknis yang lebih kuat. Namun, faktor yang paling menentukan kemungkinan tetap ada pada seberapa baik Gemini for Home menjalankan perintah gabungan dan membantu aktivitas rumah tangga secara percakapan.
Dengan kata lain, Google tidak hanya menjual speaker baru. Perusahaan juga menjual pengalaman asisten rumah yang dibuat lebih paham konteks, lebih cepat merespons beberapa tugas sekaligus, dan lebih dekat dengan cara orang berbicara sehari-hari.
