USB-C kini ada di hampir semua perangkat modern, tetapi kabelnya tetap punya umur pakai yang terbatas. Dari sejumlah pandangan pemilik perangkat, kabel USB-C biasanya mulai terasa bermasalah setelah sekitar satu tahun, meski ada yang bertahan lebih lama.
Perkiraan itu penting karena kabel USB-C dipakai untuk banyak hal sekaligus, mulai dari mengisi daya ponsel hingga menghubungkan aksesori ke PC. Saat kabel mulai aus, koneksi bisa tidak stabil, pengisian daya melambat, atau lapisan luar mulai mengelupas.
Umur pakai yang paling sering disebut
Sejumlah pengguna menilai kabel USB-C umumnya bertahan satu hingga dua tahun. Bahkan di komunitas seperti r/BuyItForLife, banyak pemilik menyebut usia pakai sekitar setahun, dan paling lama dua tahun.
Namun, ada juga pengguna yang melaporkan kabel yang sama tetap berfungsi selama beberapa tahun tanpa masalah. Itu menunjukkan bahwa daya tahan kabel tidak hanya ditentukan oleh waktu, tetapi juga oleh cara pemakaian dan kualitas produk.
Tanda kabel mulai melemah
Keluhan yang sering muncul mencakup koneksi yang putus-nyambung, daya isi yang menurun, dan kerusakan fisik seperti kabel yang mulai berbulu atau robek. Pada sebagian kasus, keluhan itu muncul setelah hanya beberapa minggu, tetapi kondisi seperti itu dianggap di luar kebiasaan.
Jika kabel yang dipakai baru berumur sekitar setahun dan sudah menunjukkan perilaku aneh, banyak pengguna menganggap itu sebagai sinyal untuk mengganti kabel. Bahkan kabel murah pun umumnya diharapkan bertahan lebih lama dari hitungan minggu atau beberapa bulan.
Kualitas bahan ikut menentukan
Pengguna umumnya sepakat bahwa kabel yang lebih tebal dan berlapis braided cenderung lebih awet. Kabel seperti itu dinilai lebih tahan terhadap tekukan dan gesekan harian yang terus terjadi saat dipakai dan dipindahkan.
Anker, misalnya, menyebut kabel USB-C braided dua sisi miliknya telah diuji secara internal untuk lebih dari 30.000 kali tekukan. Meski angka itu menunjukkan ketahanan mekanis yang tinggi, informasi tersebut tidak otomatis memberi gambaran pasti soal umur pakai dalam penggunaan harian.
Kebiasaan pemakaian ikut memperpendek umur kabel
Kabel USB-C menerima banyak tekanan setiap hari karena sering dibengkokkan, dipelintir, dan ditarik. Itu sebabnya, cara pengguna memperlakukan kabel punya pengaruh besar terhadap seberapa lama kabel bertahan.
Melepas kabel dengan menarik konektornya, bukan bagian kabel, membantu mengurangi tekanan pada sambungan. Memasukkan ujung logam secara lurus ke port juga mengurangi stres pada konektor.
Cara sederhana untuk memperpanjang usia pakai
Saat tidak digunakan, kabel sebaiknya digulung longgar dalam lingkaran besar agar tidak mudah kusut dan tidak menekan bagian dalamnya. Penggunaan pelindung fleksibel juga bisa membantu menjaga kabel dari kerusakan fisik sehari-hari.
Membersihkan konektor secara berkala juga dianggap penting, terutama jika debu dan kotoran mulai menumpuk. Pembersihan bulanan dengan cotton swab dan alkohol disebut sebagai langkah praktis untuk menjaga kontak tetap bersih.
Faktor yang membuat umur kabel berbeda-beda
Usia pakai kabel USB-C dipengaruhi oleh kualitas kabel, cara penyimpanan, cara penggunaan, dan apakah kabel dibersihkan secara rutin. Karena itu, dua kabel yang terlihat mirip bisa punya umur pakai yang sangat berbeda.
Bagi pengguna yang mengandalkan satu kabel untuk banyak perangkat, perbedaan kecil dalam kebiasaan sehari-hari bisa menentukan apakah kabel bertahan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Itulah sebabnya, saat kabel mulai terasa tidak normal setelah satu tahun pemakaian, banyak pemilik memilih untuk tidak menunggu kerusakan bertambah parah.
