Adobe Ambil Alih Topaz Labs, Alat AI Foto yang Dipakai Kreator Bakal Ikut Berubah

Author: Qoo Media

Adobe resmi bergerak untuk mengambil alih Topaz Labs, perusahaan di balik sejumlah software AI populer untuk foto dan video. Jika rampung, langkah ini berpotensi memperkuat ekosistem Adobe Creative Cloud dan Firefly dengan lebih banyak alat AI yang berjalan langsung di perangkat.

Pengumuman itu datang saat Adobe menyebut telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Topaz Labs. Adobe juga menegaskan bahwa aplikasi Topaz Labs akan tetap tersedia sebagai program terpisah setelah transaksi selesai.

Bagi pengguna Photoshop, Lightroom, dan Premiere, akuisisi ini membuka peluang integrasi alat Topaz ke alur kerja yang sudah ada. Adobe sebelumnya sudah memasukkan model Topaz Labs sebagai partner model untuk fitur Bloom dan Gigapixel AI di Photoshop, sehingga perluasan ke alat lain tampak menjadi langkah lanjutan yang masuk akal.

Salah satu nilai penting dari Topaz Labs ada pada fokusnya terhadap pemrosesan AI lokal. Adobe menyebut teknologi Neurostream milik Topaz Labs, yang memungkinkan model AI besar dan kompleks berjalan secara lokal di perangkat, ikut menjadi bagian dari akuisisi.

Topaz Labs Studio sendiri dikenal sebagai rangkaian multi-aplikasi untuk meningkatkan foto dan video dengan AI. Di dalam portofolionya ada Video untuk memperkuat gerak lambat, stabilisasi, dan resolusi video, serta Photo untuk memperbaiki fokus, menghilangkan noise, dan menaikkan resolusi gambar.

Ada pula Gigapixel, software AI yang dapat memperbesar gambar beresolusi rendah hingga 6x. Selain itu, Topaz Labs menawarkan Image untuk koreksi dan peningkatan gambar lewat browser, Mosaic untuk memulihkan foto lama, Bloom untuk meningkatkan kejernihan dan detail, serta Astra sebagai program generative upscaling untuk video.

Dari sisi bisnis, Topaz Labs memakai model berlangganan seperti Adobe Creative Cloud. Perusahaan itu menawarkan beberapa opsi, termasuk langganan tahunan, langganan tahunan yang dibayar bulanan, dan langganan bulanan.

Adobe memperkirakan transaksi akan ditutup pada paruh kedua 2026. Setelah proses transfer selesai, CEO Topaz Labs Eric Yang akan tetap memimpin tim Topaz.

Belum ada keterangan soal apakah akuisisi ini akan memicu perubahan harga untuk pengguna Topaz Labs. Adobe dan Topaz Labs juga belum memberi penjelasan apakah alat-alat Topaz yang masuk ke Adobe akan mengikuti skema yang sama dengan partner model di Photoshop yang membutuhkan generative credits.

Saat Adobe mengintegrasikan model Topaz Labs ke beberapa alat Photoshop, fitur tersebut memang ditempatkan sebagai partner model yang memakai generative credits. Sejauh ini belum jelas apakah alat Topaz tambahan nanti akan mengikuti pola yang sama, sementara sebagian alat buatan Adobe sendiri ada yang memakai generative credits dan ada yang tidak.

Adobe menyebut rincian lebih lanjut soal hubungan dua rangkaian software itu akan muncul setelah akuisisi difinalisasi. Untuk saat ini, sinyal terkuatnya adalah Adobe ingin membawa lebih banyak kemampuan AI Topaz ke dalam produknya tanpa langsung menghapus posisi Topaz sebagai aplikasi mandiri.

Terbaru