Retroid Pocket Nova Pakai Chip Qualcomm, Tapi Bukan Snapdragon Biasa

Retroid akhirnya membuka satu detail penting tentang Pocket Nova yang langsung mengubah cara membaca perangkat ini. Handheld 4:3 tersebut memakai chip Qualcomm, tetapi bukan Snapdragon seperti yang mungkin dibayangkan banyak orang.

Pengumuman ini muncul setelah Retroid lebih dulu memamerkan spesifikasi layar dan pilihan warna Pocket Nova. Dengan prosesor kini terungkap, arah performa perangkat ini mulai terlihat, meski sejumlah detail penting lain masih belum dibuka.

Chip Qualcomm, tetapi bukan Snapdragon

Melalui unggahan di akun X, Retroid menyebut Pocket Nova akan ditenagai Qualcomm QCS8550, atau Qualcomm Dragonwing QCS8550. Nama itu terdengar asing karena sebagian besar pengguna lebih mengenal lini Snapdragon milik Qualcomm.

QCS8550 adalah prosesor yang dirancang untuk perangkat IoT. Meski begitu, spesifikasinya sangat dekat dengan Snapdragon 8 Gen 2, termasuk fabrikasi 4nm, satu inti Kryo Gold 3,2GHz, empat inti Kryo Gold 2,8GHz, dan tiga inti Kryo Silver 2,0GHz.

Chip ini juga mendukung RAM LPDDR5X, GPU Adreno 740, NPU 48 TOPS, Wi-Fi 7, dan Bluetooth 5.3. Kombinasi tersebut menunjukkan Pocket Nova ditujukan untuk kelas performa tinggi, bukan sekadar handheld entry-level.

Mirip Snapdragon 8 Gen 2, tetapi tanpa modem 5G

Kemiripan spesifikasi QCS8550 dengan Snapdragon 8 Gen 2 bukan kebetulan. Qualcomm QCS8550 merupakan versi IoT dari chip tersebut dan tidak memiliki modem 5G, sehingga memakai nama yang berbeda.

Dari sisi kemampuan, itu berarti Pocket Nova berpotensi membawa tenaga yang setara dengan perangkat yang memakai Snapdragon 8 Gen 2. Namun karena varian yang dipakai adalah versi IoT, perangkat ini berada di jalur produk yang berbeda dari ponsel atau handheld berbasis Snapdragon biasa.

Kondisi ini juga membuat Pocket Nova menarik untuk diamati, karena Retroid tampak memilih chip yang sangat kuat tanpa menggunakan branding Snapdragon. Bagi sebagian pembeli, nama chip ini mungkin tidak sepopuler Snapdragon, tetapi kelas performanya tetap berada di level atas.

Bukan kasus pertama di pasar handheld

Situasi serupa pernah terjadi pada AYN Odin 3. Perangkat itu sempat dipasarkan sebagai berbasis Snapdragon 8 Elite, lalu kemudian dikoreksi menjadi Qualcomm Dragonwing Q8, yaitu versi IoT dari Snapdragon 8 Elite.

Pola ini menunjukkan bahwa chip IoT Qualcomm mulai muncul di perangkat handheld kelas atas. Retroid tampaknya mengikuti jalur yang sama untuk Pocket Nova, dengan fokus pada performa tinggi dan identitas chip yang tidak selalu sejalan dengan lini Snapdragon konsumen.

Namun, performa tinggi saja belum cukup untuk membaca posisi Pocket Nova secara utuh. Retroid masih belum mengungkap kapasitas RAM dan storage yang akan tersedia, sehingga konfigurasi final perangkat ini belum bisa dinilai sepenuhnya.

Harga dan jadwal masih jadi tanda tanya

Selain RAM dan penyimpanan, belum ada informasi tentang harga maupun tanggal peluncuran Pocket Nova. Ketiadaan detail ini membuat posisi produk di pasar masih belum jelas, meski spesifikasi prosesor sudah memberi petunjuk kuat.

Berdasarkan informasi yang sudah dibuka sejauh ini, Pocket Nova kemungkinan tidak akan menjadi handheld murah. Prosesor yang dipilih menunjukkan ambisi Retroid untuk masuk ke kelas yang lebih tinggi, bahkan jika chip yang dipakai bukan Snapdragon secara nama.

Source: www.notebookcheck.net

Terkait