Samsung menyiapkan perubahan penting pada lini jam tangan pintarnya lewat Galaxy Watch 9 series. Bukan hanya membawa model baru Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch 9 Ultra, seri ini juga menandai dihentikannya varian “Classic” dari jajaran smartwatch perusahaan.
Langkah itu menarik perhatian karena menunjukkan pergeseran strategi Samsung. Fokusnya kini terlihat mengarah pada dua kebutuhan yang lebih tegas: model standar untuk penggunaan harian dan model Ultra untuk daya tahan, baterai besar, serta aktivitas luar ruang.
Menurut rincian yang beredar, Galaxy Watch 9 series dijadwalkan rilis pada Agustus 2026. Pengumuman resminya disebut-sebut akan berlangsung pada 22 Juli 2026, meski harga sampai sekarang belum dikonfirmasi.
Dua model, dua pendekatan
Galaxy Watch 9 diposisikan sebagai pilihan yang familier dan ringan. Desainnya disebut sangat mirip dengan pendahulunya, Galaxy Watch 8, dengan bodi aluminium dan ukuran 40 mm serta 44 mm.
Pilihan warnanya meliputi cream, graphite, dan silver. Pendekatan ini membuat model standar tetap terasa aman bagi pengguna kasual maupun profesional yang menginginkan smartwatch sederhana untuk dipakai sepanjang hari.
Di sisi lain, Galaxy Watch 9 Ultra hadir dengan karakter yang jauh lebih tangguh. Model ini memakai casing 47 mm, layar berbahan sapphire crystal, dan bezel markings yang menambah fungsi sekaligus menegaskan identitasnya sebagai perangkat untuk penggunaan berat.
Opsi warna untuk varian Ultra belum diungkap. Namun konstruksinya disebut dirancang untuk pengguna yang membutuhkan ketahanan ekstra di lingkungan yang lebih menantang.
Performa jadi salah satu perubahan terbesar
Peningkatan yang paling menonjol ada pada dapur pacu. Samsung disebut beralih dari prosesor Exynos ke chipset Snapdragon Wear Elite untuk Galaxy Watch 9 series.
Perpindahan ini penting karena menyentuh pengalaman dasar pengguna sehari-hari. Efek yang dijanjikan meliputi pemrosesan lebih cepat, navigasi aplikasi yang lebih mulus, multitasking lebih lancar, dan respons yang lebih sigap untuk pelacakan olahraga maupun notifikasi.
Efisiensi daya juga diklaim ikut meningkat. Artinya, peningkatan performa tidak semata soal kecepatan, tetapi juga tentang menjaga perangkat tetap bertahan lebih lama di antara sesi pengisian daya.
Ultra menonjol lewat baterai dan konektivitas
Galaxy Watch 9 Ultra tampaknya akan menjadi model yang paling menonjol dari sisi ketahanan pemakaian. Jam ini disebut membawa baterai 800 mAh, kapasitas yang diarahkan untuk penggunaan lebih lama, termasuk saat aktivitas luar ruang atau rutinitas yang padat.
Galaxy Watch 9 versi standar memakai baterai yang lebih kecil. Meski begitu, model ini disebut mendukung pengisian daya yang lebih cepat untuk mengurangi waktu tunggu saat dipakai dalam aktivitas harian.
Untuk konektivitas, varian Ultra kembali menjadi yang paling lengkap. Fitur yang disebut tersedia meliputi GPS LTE 6.0, Wi‑Fi 6, dukungan ultra-wideband, dan LTE untuk tetap terhubung saat jauh dari ponsel.
Galaxy Watch 9 reguler juga tetap mendukung Bluetooth dan LTE. Kombinasi itu dinilai cukup untuk kebutuhan mayoritas pengguna yang mengandalkan smartwatch untuk notifikasi, pelacakan aktivitas, dan fungsi komunikasi dasar.
Fokus kesehatan tetap jadi fondasi utama
Samsung masih menjadikan pemantauan kesehatan sebagai salah satu pilar utama seri ini. Kedua model disebut akan membawa fitur Health Care Score yang memberikan gambaran umum kondisi kesehatan dengan insight yang lebih mudah ditindaklanjuti.
Ada juga Daily Cardio Load Monitoring untuk memantau aktivitas kardiovaskular harian. Fitur ini diarahkan untuk membantu pengguna menilai intensitas latihan dan kebutuhan pemulihan secara lebih terukur.
Fitur lain yang cukup menonjol adalah Hearing Health Alerts. Sistem ini dirancang untuk memperingatkan pengguna saat terlalu lama berada di lingkungan bising, sebagai upaya menjaga kesehatan pendengaran dalam jangka panjang.
Kumpulan fitur tersebut menunjukkan bahwa Galaxy Watch 9 series tidak hanya mengejar spesifikasi, tetapi juga mencoba memperluas fungsi smartwatch sebagai perangkat pemantau kebugaran dan kesehatan yang lebih aktif. Ini penting di tengah persaingan perangkat wearable yang makin menitikberatkan data personal dan insight harian.
Siapa yang paling cocok memakai masing-masing model
Galaxy Watch 9 tampaknya disiapkan untuk pengguna yang mencari kenyamanan, kesederhanaan, dan bentuk yang lebih ringan. Model ini cocok bagi pemilik smartwatch lama yang ingin perangkat modern tanpa perlu desain terlalu besar atau fitur ketahanan ekstrem.
Sebaliknya, Galaxy Watch 9 Ultra lebih diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan daya tahan fisik, konektivitas lebih lengkap, dan baterai besar. Profil penggunanya mencakup penggemar kegiatan luar ruang hingga profesional dengan mobilitas tinggi.
Bagi pemilik Galaxy Watch 8, peningkatan pada Galaxy Watch 9 reguler disebut bersifat bertahap. Karena itu, alasan upgrade mungkin akan terasa lebih kuat pada Watch 9 Ultra, terutama bila kebutuhan utama ada pada durabilitas dan performa yang lebih tinggi.
Soal harga, belum ada angka resmi yang diumumkan. Namun, ada indikasi bahwa Samsung akan menerapkan kenaikan tipis dibanding model sebelumnya, seiring peningkatan fitur, chipset baru, dan diferensiasi yang lebih jelas antara model standar dan Ultra.
Source: www.geeky-gadgets.com





