Casio resmi membawa koleksi G-Shock serba hitam terbaru ke pasar AS, dan langkah ini langsung menargetkan penggemar yang ingin tampilan lebih tenang tanpa meninggalkan karakter tangguh khas G-Shock. Empat model baru ini mengusung pendekatan monokrom yang lebih rapi, dengan opsi metal-covered dan resin yang sama-sama memakai bahasa desain hitam pekat.
Yang menarik, koleksi Luxe Black ini sebelumnya lebih dulu diperkenalkan di Jepang pada Juni, lalu kini masuk ke Amerika Serikat. Casio memosisikannya sebagai interpretasi yang lebih refined dari desain analog-digital “CasiOak” yang populer, sehingga jam ini tetap terasa kasual namun juga lebih mudah dipadukan dengan busana formal.
Dua varian metal-covered di atas basis GM-2100
Di kubu yang lebih premium, Casio menghadirkan GM-2100LXB-1A dan GM-2100LXB-1A9. Keduanya memakai bezel stainless steel berlapis ion hitam, tetapi tampil dengan aksen berbeda di dial untuk memberi karakter visual yang tidak sepenuhnya seragam.
GM-2100LXB-1A memakai aksen perak pada dial, sedangkan GM-2100LXB-1A9 membawa aksen emas pada inset dial dan vapor deposition di sekeliling kaca. Meski terlihat lebih mewah, Casio menegaskan kedua model ini bukan jam full-metal dan lebih tepat disebut “metal-covered”, sehingga tidak sama dengan lini GST G-Steel full-metal yang memakai stainless steel screw-back case.
Versi resin jadi pintu masuk yang lebih terjangkau
Selain dua model metal-covered, Casio juga menyiapkan GA-2100LXB-1A dan GA-2100LXB-1A9 sebagai opsi yang lebih murah. Keduanya dibanderol $145 dan mengganti bezel logam dengan bezel resin hitam, lalu dipasangkan dengan tali resin halus yang tetap mempertahankan tampilan serba hitam.
Pada model GA-2100LXB-1A, Casio memakai penanda jam hasil vapor deposition berwarna perak. Sementara itu, GA-2100LXB-1A9 memilih aksen emas untuk menghadirkan kontras metalik yang lebih lembut di atas dial hitam.
Desain gelap dengan detail yang tetap mudah dibaca
Keempat jam dalam keluarga Luxe Black ini sama-sama mengusung dial hitam matte dengan tekstur halus. Permukaan ini dirancang untuk menyerap cahaya dan menekan pantulan, sehingga cocok dengan tema monokrom yang ingin tampil lebih kalem.
Casio juga merancang ulang jarum jam dan menit menjadi lebih ramping dengan proporsi yang memanjang. Bersama penanda jam vapor-deposited yang baru, perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan keterbacaan tanpa merusak kesan bersih dan senyap pada tampilan jam.
Fitur sama, material yang membedakan
Di luar perbedaan material, keempat model ini menawarkan spesifikasi yang sama. Daftarnya mencakup ketahanan air 200 meter, world time untuk 31 zona waktu atau 48 kota, stopwatch 1/100 detik, countdown timer 24 jam, lima alarm harian, lampu LED Super Illuminator ganda, kalender otomatis penuh hingga 2099, serta fungsi hand-shift untuk memberi ruang pandang lebih jelas ke layar digital.
Jam ini juga menampilkan subdial hari di posisi pukul 9 dan potongan layar digital kecil di antara pukul 4 dan 6. Casio menyebut daya tahan baterainya mencapai hingga 3 tahun dengan dua baterai SR726W.
Harga dan ketersediaan di AS
Untuk harga, GM-2100LXB-1A dan GM-2100LXB-1A9 dijual seharga $260. Dua model resin, GA-2100LXB-1A dan GA-2100LXB-1A9, berada di level $145 dan menjadi opsi paling murah di lini baru ini.
Dengan empat model serba hitam ini, Casio memperluas pilihan G-Shock bagi pembeli yang menginginkan tampilan lebih minimalis tanpa melepaskan reputasi tahan banting. Kombinasi desain monokrom, aksen metalik yang subtil, dan fitur inti G-Shock membuat koleksi Luxe Black ini menempati ruang yang menarik di antara jam santai sehari-hari dan aksesori yang lebih rapi untuk dipakai ke acara yang lebih formal.
Source: www.notebookcheck.net





