LG StanbyME 2 Max Meluncur, Desainnya Langsung Dibandingkan Dengan Samsung The Movingstyle

LG resmi memperkenalkan StanbyME 2 Max, perangkat layar portabel yang memadukan fungsi monitor dan smart TV layar sentuh. Kehadirannya langsung menarik perhatian karena desain dan konsepnya disebut sangat mirip dengan Samsung The Movingstyle.

Perangkat ini menyasar pengguna yang butuh layar fleksibel untuk kerja dan hiburan di berbagai sudut rumah. LG membekalinya dengan stand beroda agar mudah dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain.

Layar besar, sentuh, dan bisa dibawa ke mana saja di rumah

StanbyME 2 Max memakai panel LCD 32 inci beresolusi 4K. Layarnya juga mendukung refresh rate 60Hz dan fitur touchscreen, sehingga navigasi menu dan interaksi dengan aplikasi terasa lebih praktis.

LG juga memberi kemampuan orientasi landscape dan portrait. Mode ini membuat layar cocok untuk menonton video vertikal, membaca dokumen panjang, atau sekadar menyesuaikan tampilan dengan kebutuhan kerja.

Menariknya, layar bisa dilepas dari stand. Pengguna dapat memindahkannya ke sofa, meja kerja, atau bahkan tempat tidur untuk pengalaman menonton yang lebih personal.

Fitur visual dan audio kelas premium

Dari sisi tampilan, perangkat ini mendukung HDR modern seperti Dolby Vision, HDR10, dan HLG. Dukungan tersebut membantu menampilkan warna yang lebih hidup dengan kontras yang lebih tajam.

Untuk audio, LG menyematkan speaker stereo samping yang sudah mendukung Dolby Atmos dan AI Sound Pro. Kombinasi itu ditujukan untuk memberi pengalaman suara yang lebih imersif saat menonton film atau bermain game.

LG juga menempatkan StanbyME 2 Max sebagai perangkat yang siap dipakai dalam berbagai skenario penggunaan. Konsepnya tidak hanya mengandalkan mobilitas, tetapi juga pengalaman layar yang terasa lengkap untuk kebutuhan harian.

Baterai internal dan konektivitas lengkap

Salah satu daya tarik utamanya adalah baterai internal yang dapat diisi ulang. Sekali pengisian, perangkat ini mampu bertahan hingga 4,5 jam.

Pengisian daya dilakukan lewat port USB Type-C, sehingga pemakaian mobile di dalam rumah menjadi lebih praktis. Pengguna tidak harus terus bergantung pada stopkontak saat ingin memindahkan layar ke ruangan lain.

LG juga membekalinya dengan konektivitas yang cukup lengkap. StanbyME 2 Max mendukung Wi-Fi 6, AirPlay 2, Google Cast, dan Bluetooth 5.3.

Selain itu, tersedia tiga port HDMI, dengan salah satunya mendukung eARC, serta dua port USB Type-A. Kelengkapan ini membuka peluang penggunaan bersama konsol game, perangkat penyimpanan eksternal, dan aksesori lain.

WebOS, chipset AI, dan akses ke ratusan saluran

StanbyME 2 Max menjalankan webOS dan ditenagai chipset LG α8 AI Processor 4K Gen3. Kombinasi ini menjadi fondasi untuk pengalaman smart TV yang terintegrasi.

Melalui LG Channels, pengguna dapat mengakses lebih dari 400 saluran TV gratis. Layanan ini punya pendekatan yang mirip dengan Samsung TV Plus milik Samsung.

Di sisi lain, perbandingan dengan Samsung membuat produk LG ini ikut disorot dari segi harga. LG membanderol StanbyME 2 Max seharga US$1.299,99 atau sekitar Rp23 jutaan di pasar Amerika Serikat.

Bandingkan dengan Samsung The Movingstyle yang menawarkan model 27 inci QHD, refresh rate 120Hz, dan HDR10+ Adaptive seharga sekitar US$999 atau sekitar Rp17,8 jutaan setelah diskon. Ada juga versi 32 inci 4K dari The Movingstyle Essential yang dijual US$499 atau sekitar Rp8,9 jutaan, meski tanpa baterai internal.

Dari perbandingan itu, Samsung terlihat lebih menarik dari sisi value for money, terutama untuk pengguna yang mengincar layar portabel dengan refresh rate tinggi untuk gaming atau produktivitas. Namun, LG masih punya kartu kuat lewat ukuran layar yang lebih besar dan daya tahan baterai yang lebih lama.

Source: id.mashable.com
Terkait