Pasar HP murah Rp 2 jutaan kini tidak lagi semudah dulu untuk dicari. Lonjakan harga komponen akibat krisis RAM global dan tingginya kebutuhan infrastruktur AI membuat banyak ponsel di kelas ini berubah spesifikasi, termasuk soal memori, layar, dan fitur jaringan.
Di Juli 2026, pilihan HP murah juga makin terbatas untuk pengguna yang mengincar 5G. Karena itu, rekomendasi yang masih layak dipertimbangkan saat ini umumnya mengandalkan memori UFS, baterai besar, dan fitur yang mendukung pemakaian harian, baik untuk pelajar maupun pekerja lapangan seperti ojek online.
Mengapa kelas Rp 2 jutaan kini berubah
Kondisi pasar membuat produsen menyesuaikan perangkat agar tetap kompetitif. Salah satu dampaknya, layar HD+ kembali banyak dipakai di kelas menengah bawah, sementara pilihan dengan memori besar dan fitur lengkap tidak sebanyak sebelumnya.
Di tengah perubahan itu, penggunaan penyimpanan tipe UFS menjadi pembeda penting. Jenis memori ini dinilai lebih aman untuk performa jangka panjang dibanding eMMC, terutama bagi pengguna yang memakai ponsel untuk belajar, navigasi, dan komunikasi harian.
1. Samsung Galaxy A07
Samsung Galaxy A07 hadir dengan memori 6/128 GB dan harga sekitar Rp 2,5 juta. Ponsel ini cocok untuk pengguna yang mencari perangkat stabil dengan dukungan pembaruan sistem operasi yang panjang.
Keunggulan utamanya ada pada janji update hingga 6 kali atau 4 kali versi Android. Spesifikasinya mencakup chipset Helio G99, layar PLS 90Hz, baterai 5.000 mAh, kamera utama 50 MP, selfie 8 MP, dan rating IP54.
Meski demikian, perangkat ini belum mendukung NFC dan resolusi layarnya masih HD+. Untuk pengguna yang lebih mengutamakan kestabilan dan dukungan software jangka panjang, opsi ini tetap menarik.
2. itel S26 Ultra
itel S26 Ultra ditawarkan dengan konfigurasi 8/256 GB dan harga sekitar Rp 2,7 juta. Ponsel ini menonjol karena membawa layar lengkung dan fitur fingerprint di dalam layar, dua hal yang jarang muncul di kelas harga tersebut.
Kapasitas penyimpanannya juga besar, sehingga cocok untuk pelajar yang butuh ruang lebih lega untuk aplikasi, file belajar, dan media. Spesifikasinya meliputi chipset Unisoc T7300, layar Curve AMOLED 1.5K 144Hz, baterai 6.000 mAh, kamera utama 50 MP, selfie 32 MP, dan NFC.
Di sisi lain, pengisian dayanya hanya 18 Watt dan daya tahan baterainya disebut biasa saja. Artinya, ponsel ini lebih kuat di layar dan memori, bukan di kecepatan isi ulang.
3. Infinix Hot 70
Infinix Hot 70 hadir dengan memori 6/128 GB dan harga sekitar Rp 2,6 juta. Ponsel ini cocok untuk pengguna yang membutuhkan pengisian cepat dan ketahanan bodi yang lebih baik.
Perangkat ini sudah membawa rating IP65, storage UFS, layar 120Hz, baterai 6.000 mAh dengan pengisian 45W, kamera utama 50 MP, dan NFC. Infinix juga menjanjikan 3 kali pembaruan versi Android untuk model ini.
Namun, layar IPS HD+ yang dipakai masih berada di bawah standar warna 100% sRGB dan hanya ada satu mikrofon. Bagi pengguna yang lebih fokus pada efisiensi dan daya tahan, kekurangan itu masih bisa ditoleransi.
4. POCO M7
POCO M7 menjadi salah satu pilihan paling besar di kelas ini karena membawa memori 8/256 GB dan harga sekitar Rp 2,7 juta. Kombinasi RAM besar dan baterai jumbo membuatnya menarik untuk penggunaan intensif.
Spesifikasinya terdiri dari chipset Snapdragon 685, storage UFS, layar 6,9 inci IPS Full HD+ 144Hz, baterai 7.000 mAh, kamera utama 50 MP, dan NFC. Kapasitas baterai sebesar ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang sering berada di luar rumah.
Ukuran bodinya memang lebih besar dan bobotnya juga cukup berat. Karena itu, ponsel ini lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan ketimbang kepraktisan genggam.
5. Redmi Note 15
Redmi Note 15 dibekali memori 6/128 GB dengan harga sekitar Rp 2,9 juta. Ponsel ini membawa keseimbangan yang rapi antara layar, kamera, dan daya tahan baterai.
Perangkat ini memakai chipset Helio G100, storage UFS 2.2, layar AMOLED FHD+, baterai 6.000 mAh dengan pengisian 45W, kamera utama 108 MP, dan NFC. Kombinasi ini membuatnya terasa lebih matang untuk kelas Rp 2 jutaan.
Kapasitas 6/128 GB kini juga disebut sebagai batas bawah baru di kelas ini. Karena itu, pengguna perlu lebih rajin melakukan pencadangan data agar ruang penyimpanan tetap aman dan tidak cepat penuh.
6. iQOO Z10 Lite
iQOO Z10 Lite tampil kuat dari sisi ketahanan dengan harga sekitar Rp 2,9 juta dan konfigurasi 8/128 GB. Ponsel ini cocok untuk pekerja lapangan seperti ojek online yang sering berhadapan dengan hujan, debu, dan kondisi penggunaan berat.
Daya tarik utamanya ada pada rating IP68 dan IP69 yang membuatnya lebih siap dipakai di lingkungan ekstrem. Spesifikasinya mencakup chipset Snapdragon 685, storage UFS, layar AMOLED 120Hz FHD+, baterai 6.000 mAh, dan NFC.
Kelemahannya ada pada performa yang belum setara Helio G99 serta kapasitas penyimpanan yang masih 128 GB. Meski begitu, untuk pengguna yang memprioritaskan durabilitas, ponsel ini termasuk paling relevan di kelasnya.
Pilihan mana yang paling cocok
Samsung Galaxy A07 lebih pas untuk pengguna yang mengejar pembaruan software panjang. itel S26 Ultra cocok bagi yang ingin layar premium dan storage besar, sementara Infinix Hot 70 unggul di fast charging dan ketahanan bodi.
POCO M7 menonjol untuk pengguna dengan kebutuhan baterai sangat besar. Redmi Note 15 mengarah ke keseimbangan fitur, sedangkan iQOO Z10 Lite paling kuat untuk kebutuhan kerja lapangan yang membutuhkan ponsel tahan air dan debu.
Di tengah tren harga yang masih berpotensi naik, pembeli disarankan tidak menunda terlalu lama jika memang sudah butuh perangkat baru. Krisis memori global disebut masih akan berlanjut, sehingga kelas HP murah Rp 2 jutaan bisa semakin mengetat dari sisi spesifikasi dan harga.
Source: www.suara.com






