Bandara Internasional Juanda di Surabaya mengalami gangguan operasional akibat angin puting beliung yang melanda kawasan pada Kamis, 8 Januari 2025 pukul 14.10 WIB. Kementerian Perhubungan memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap terkendali dan berjalan dengan aman meski cuaca ekstrem sempat mengganggu sejumlah jadwal penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa seluruh pemangku kepentingan segera bergerak cepat melakukan pengamanan dan pemeriksaan menyeluruh untuk menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran operasional. Dampak cuaca buruk ini berupa penundaan (holding) penerbangan kedatangan dan keberangkatan serta pengalihan (divert) beberapa penerbangan ke bandara alternatif.
Dampak pada Jadwal Penerbangan
Beberapa maskapai penerbangan besar seperti Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air mengalami holding delay sementara terjadinya kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, pesawat dari kota Balikpapan, Makassar, dan Jakarta terpaksa dialihkan ke Bandara Ahmad Yani, Semarang. Pengalihan ini dilakukan atas pertimbangan keselamatan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan di Bandara Juanda.
Kemenhub juga memastikan tidak ada laporan kerusakan pesawat akibat kejadian tersebut. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dengan penerapan langkah-langkah mitigasi sesuai prosedur standar yang berlaku.
Kerusakan Fasilitas Bandara dan Penanganan
Angin kencang menyebabkan beberapa peralatan ground support equipment yang berada di apron bergeser dan roboh, terutama tangga penumpang. Namun, kondisi tersebut tidak berpengaruh pada pesawat yang tengah beroperasi. Pemeriksaan menyeluruh meliputi runway dan apron menunjukkan area tersebut bebas dari foreign object debris (FOD) yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Fasilitas navigasi penerbangan tetap berfungsi normal, begitu pula keamanan perimeter bandara yang terus terjaga. Meski begitu, sejumlah kerusakan ringan terjadi di area Terminal 1, seperti pohon tumbang dan rambu yang roboh di akses jalan masuk bagian utara. Hal ini sempat mengakibatkan pengalihan arus lalu lintas kendaraan, namun kini sudah kembali berjalan normal.
Beberapa kendaraan parkir juga mengalami kerusakan karena tertimpa pohon. Beruntung, kondisi dalam gedung terminal tetap kondusif tanpa gangguan berarti. Sedangkan Terminal 2 dilaporkan tidak terdampak secara signifikan dan operasionalnya berjalan lancar.
Manajemen Keterlambatan dan Pelayanan Penumpang
Sejumlah penerbangan, antara lain Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air, dan Xiamen Airlines mengalami keterlambatan sebagai konsekuensi dari kondisi cuaca yang buruk. Maskapai dan pengelola bandara langsung menerapkan manajemen delay dengan cepat.
Penumpang diberikan informasi yang jelas melalui pengumuman di Flight Information Display System (FIDS) dan staf bandara memastikan penyampaian informasi secara transparan. Selain itu, kompensasi juga diberikan kepada penumpang yang terdampak agar pelayanan tetap sesuai regulasi.
Secara keseluruhan, dukungan dari Lanudal Juanda, BPBD, dan elemen internal pengelola bandara sangat penting dalam proses penanganan dan pemulihan pasca bencana ini. Kemenhub terus memantau situasi dengan cermat demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jasa Bandara Juanda.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com