Alex Pretti, warga Minneapolis berusia 37 tahun, meninggal dunia akibat insiden penembakan yang dilakukan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) pada 24 Januari 2026. Kejadian ini mengundang duka mendalam sekaligus kontroversi terkait narasi yang disampaikan pihak otoritas federal mengenai sosok Pretti.
Selama hampir lima tahun, Pretti dikenal sebagai perawat ICU di Minneapolis VA Medical Center yang merawat para veteran dengan kondisi kritis. Rekan kerja dan keluarganya menilai ia adalah sosok penuh empati dan berdedikasi tinggi pada profesinya. Selain tugas merawat pasien, Pretti juga turut aktif dalam penelitian medis untuk mencegah kematian akibat kanker usus besar di kalangan veteran.
Pretti dalam Pandangan Keluarga dan Rekan Kerja
Orang tua Pretti, Michael dan Susan, menggambarkan putranya sebagai jiwa baik yang penuh perhatian terhadap keluarga, teman, dan pasien yang dirawatnya. Mereka menyatakan bahwa Alex berkeinginan besar memberikan dampak positif bagi banyak orang. "Alex adalah jiwa yang baik hati dan sangat peduli pada keluarga serta teman-temannya, juga para veteran yang ia rawat," ujar mereka dalam pernyataan resmi.
Sementara itu, Dr. Dimitri Drekonja, Kepala Bagian Penyakit Menular di Minneapolis VA, menyebut Pretti sebagai sosok tulus yang hidup untuk membantu orang lain. Tetangga korban, Jeannie Wiener, juga menggambarkan Pretti sebagai pribadi ramah dan menyenangkan, yang membuat kejadian penembakan tersebut terasa sangat mengejutkan.
Status Kepemilikan Senjata dan Catatan Kriminal
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengklaim penembakan dilakukan atas dasar membela diri karena Pretti diduga memberikan perlawanan ketika agen federal berusaha melucuti senjatanya. Namun, analisis rekaman video oleh CNN menunjukkan agen federal sempat mengambil senjata Pretti sebelum menembak.
Pihak kepolisian Minneapolis memastikan bahwa Pretti pemilik sah senjata api dan memiliki izin resmi untuk itu. Catatan pengadilan juga menunjukkan bahwa Pretti tidak memiliki riwayat kriminal serius di Minnesota, hanya pernah tercatat pelanggaran lalu lintas dan parkir ringan.
Keluarga Pretti menolak keras klaim bahwa Alex merupakan ancaman. Mereka meyakini bahwa pada saat kejadian, Alex hendak melindungi seorang perempuan yang ada di sekitar lokasi. Orang tua korban menegaskan, "Kebohongan memuakkan yang diceritakan pemerintah tentang putra kami adalah hal tercela. Dia adalah orang baik."
Keterlibatan Pretti dalam Demonstrasi Perdamaian
Diketahui, Alex Pretti aktif mengikuti demonstrasi protes terhadap operasi Imigrasi federal yang dianggap keras. Aktivitas ini dipicu oleh kematian Renee Good, warga sipil lain yang tewas akibat tindakan agen ICE bulan sebelumnya. Michael Pretti mengungkapkan ia pernah mengingatkan putranya agar berhati-hati dalam aksi protes.
“Kami berdiskusi dua minggu lalu, saya bilang untuk protes tapi jangan terlibat konfrontasi. Dia paham dan mengerti itu,” jelas Michael. Kematian Alex Pretti pun semakin memicu perdebatan soal pendekatan aparat dalam penanganan imigran dan warga sipil.
Konteks Insiden dan Implikasi Sosial
Kasus ini membuka kritik terhadap penggunaan kekuatan oleh agen federal dalam penegakan hukum imigrasi di AS. Alex Pretti yang dikenal ramah dan tanpa catatan kriminal serius, menjadi contoh bagaimana kepemilikan senjata dengan izin resmi tidak serta merta menghindarkan seseorang dari konflik fatal dengan aparat.
Keluarga dan rekan kerja Pretti berharap agar kebenaran terungkap secara menyeluruh dan kasus ini menjadi panggilan untuk perbaikan prosedur penegakan hukum. Mereka juga ingin agar sosok Alex dikenang sebagai pribadi yang baik dan berdedikasi, bukan hanya sebagai korban insiden yang kontroversial.
Peristiwa ini terus mengundang perhatian publik dan pemerhati kebijakan imigrasi terhadap bagaimana aparat negara menangani warga sipil, terutama di masa-masa krisis sosial-politik yang sensitif. Alex Pretti tetap menjadi simbol dari kisah tragis seorang individu yang mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan.
