Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis, 19 Maret 2026. Harga perak turun Rp 1.900 menjadi Rp 48.550 per gram, mengikuti tren pelemahan yang sudah terjadi selama beberapa hari terakhir.
Penurunan harga ini melanjutkan koreksi dari hari-hari sebelumnya, yakni Rp 500 pada Rabu (18/3/2026) dan Rp 250 pada Selasa (17/3/2026). Tren penurunan ini menandakan penurunan minat beli di pasar domestik, yang dipengaruhi oleh pergerakan harga logam mulia dunia yang juga melemah.
Harga Perak Antam dalam Berbagai Ukuran
Harga perak Antam dengan berat 250 gram pada Kamis tercatat Rp 12,537 juta. Sementara untuk ukuran 500 gram, harga dipatok sebesar Rp 24,275 juta. Penetapan harga ini menyesuaikan dengan penurunan harga per gram yang terjadi pada hari yang sama.
Pengaruh Pasar Global terhadap Harga Perak
Pelemahan harga perak di pasar domestik sejalan dengan pergerakan harga perak dunia yang bersifat fluktuatif. Harga perak global sebelumnya turun tipis 0,03% ke level US$ 75,35 per ons, namun sempat menguat menjadi US$ 75,85 pada pagi hari Kamis. Kondisi ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar logam mulia yang dipengaruhi oleh sentimen global.
Salah satu faktor utama tekanan harga adalah kebijakan moneter ketat dari The Fed. Kebijakan tersebut menjaga suku bunga di level tinggi sehingga menekan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak. Suku bunga tinggi memperbesar peluang suku bunga tetap tinggi lebih lama, sehingga mengurangi permintaan logam mulia sebagai investasi.
Dampak Penguatan Dolar AS dan Ketidakpastian Global
Penguatan nilai tukar dolar AS juga menambah tekanan pada harga perak. Dolar yang lebih kuat membuat logam mulia menjadi relatif lebih mahal bagi investor di luar Amerika Serikat, sehingga menurunkan permintaan global terhadap perak.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik, terutama konflik di Iran, turut membayangi kondisi pasar. Meski konflik biasanya mendorong naik harga aset safe haven seperti perak, efek tersebut relatif terbatas kali ini karena tekanan suku bunga yang tinggi lebih dominan dalam menggerakkan pasar.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Perak Antam
- Kebijakan moneter The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi.
- Penguatan nilai tukar dolar AS yang menekan harga logam mulia secara global.
- Ketidakpastian geopolitik yang tidak mampu mengangkat harga secara signifikan.
- Pergerakan fluktuatif pasar logam mulia global sehingga berdampak langsung pada harga domestik.
Harga perak Antam yang terus melemah menghadirkan kondisi pasar yang volatil dan penuh tantangan bagi investor. Tren ini harus terus dipantau mengingat pergerakan harga logam mulia sangat rentan terhadap sentimen global dan kebijakan moneter internasional. Informasi ini penting bagi pelaku pasar yang ingin mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




