IHSG Melambung 2,07%, Saat Asia Justru Tertinggal Di Belakang

Author: Qoo Media

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat dan menutup perdagangan dengan kinerja paling kuat di Asia pada Jumat, 10 April 2026. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berakhir di 7.458,49, naik 2,07% dari penutupan sebelumnya.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 7.346,49 hingga 7.488,01. Aktivitas pasar juga terbilang ramai dengan volume 42,94 miliar saham, nilai transaksi Rp18,12 triliun, dan 2,28 juta kali frekuensi jual beli.

Dorongan Penguatan Datang dari Banyak Sektor

Lonjakan IHSG tidak berdiri pada satu sektor saja. Saham-saham perindustrian memimpin kenaikan dengan penguatan 4,28%, disusul sektor keuangan 3,02%, serta konsumen non-primer 2,63%.

Komposisi pasar juga menunjukkan nada positif yang lebar. Sebanyak 485 saham menguat, 181 saham melemah, dan 153 saham bergerak datar.

Top Gainers Mengisi Papan Atas

Beberapa saham mencuri perhatian karena kenaikannya yang sangat agresif. PT Natura City Developments Tbk (CITY) melesat 34,7%, sementara PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) naik 34,5%.

PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) juga menguat 34,5%. PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) ikut menambah daftar penggerak pasar dengan kenaikan 34,4%.

  1. CITY naik 34,7%
  2. WBSA naik 34,5%
  3. DIVA naik 34,5%
  4. OPMS naik 34,4%

Kenaikan pada saham-saham tersebut menunjukkan minat beli yang kuat pada emiten tertentu. Di saat bersamaan, pasar yang lebih luas juga tetap menopang laju indeks utama.

IHSG Unggul di Atas Bursa Asia

Kinerja IHSG pada hari itu tidak hanya positif, tetapi juga paling menonjol dibandingkan indeks-indeks utama Asia. NIKKEI 225 di Jepang naik 1,84%, KOSDAQ di Korea Selatan menguat 1,64%, dan TW Weighted Index di Taiwan bertambah 1,6%.

Di kawasan lain, Shenzhen Composite dan CSI 300 masing-masing menguat 1,54%. KOSPI naik 1,4%, SETI Thailand 1,02%, SENSEX India 0,99%, dan Ho Chi Minh Stock Index Vietnam 0,77%.

Hong Kong dan Tiongkok daratan juga bergerak positif, dengan Hang Seng naik 0,55% dan Shanghai Composite bertambah 0,51%. Sementara itu, KLCI Malaysia menguat 0,3%, Straits Times Singapura naik 0,25%, dan PSEI Filipina meningkat 0,14%.

TOPIX Jepang menjadi satu-satunya indeks utama yang bertahan di zona merah, meski hanya turun tipis 0,04%. Dalam konteks itu, IHSG tercatat sebagai indeks dengan penguatan tertinggi di Asia sekaligus ASEAN.

Sentimen Global Ikut Menopang Pasar

Penguatan bursa domestik dan regional muncul seiring sentimen global yang membaik. Salah satu faktor yang mencuat adalah optimisme pasar terhadap negosiasi penting antara Amerika Serikat dan Iran, yang dinilai bisa meredakan ketegangan geopolitik.

Sentimen tersebut diperkuat oleh laporan tentang pembicaraan antara Israel dan Lebanon. Bloomberg Technoz melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui pembicaraan dengan Lebanon, setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Netanyahu akan “menahan diri” dalam melancarkan serangan ke Lebanon.

Trump menyampaikan hal itu setelah berdialog langsung dengan Netanyahu, sementara Wakil Presiden AS JD Vance menambahkan bahwa Israel sepakat “sedikit menahan diri di Lebanon” demi memberi ruang bagi proses perundingan. Persepsi pasar terhadap potensi deeskalasi ini ikut membantu memperkuat selera risiko investor.

Prospek Teknis Masih Terbuka

Phintraco Sekuritas menilai kombinasi harapan meredanya konflik dan antisipasi musim dividen masih bisa menjaga momentum IHSG. Dalam analisisnya pada Jumat, sekuritas itu menyebut indikator teknikal memberi sinyal penguatan berpeluang berlanjut.

Perkiraan yang muncul menempatkan area uji berikutnya di level 7.500–7.550. Arus beli yang solid, dukungan sektor perbankan dan industri, serta sentimen eksternal yang membaik membuat pasar domestik tetap berada dalam posisi yang diperhatikan investor pada perdagangan berikutnya.

Terbaru