Bank Muamalat mencatat penyaluran pembiayaan multiguna iB Hijrah sebesar Rp 647 miliar sepanjang tahun 2025. Capaian itu naik 37,1 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di level Rp 472 miliar.
Pertumbuhan tersebut juga terlihat dari jumlah akun atau number of account (NoA) yang mencapai 8.865 akun hingga akhir Desember 2025. Kenaikan NoA ini setara dengan pertumbuhan 25,3 persen secara tahunan dan mengindikasikan minat nasabah terhadap produk pembiayaan konsumtif berbasis syariah tetap terjaga.
Ekspansi payroll jadi mesin pertumbuhan
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi menyebut perluasan kerja sama payroll menjadi pendorong utama lonjakan pembiayaan multiguna. Penunjukan Bank Muamalat sebagai bank penyalur gaji bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) juga memberi dorongan besar pada pemanfaatan produk iB Hijrah.
“Pertumbuhan ini ditopang oleh perluasan kerja sama payroll dengan berbagai institusi, termasuk penyaluran gaji ASN yang mendorong pemanfaatan produk Multiguna iB Hijrah,” ujar Ricky dalam keterangan tertulis.
Skema payroll membuat akses nasabah ke layanan pembiayaan menjadi lebih terhubung dengan aktivitas keuangan harian. Pola ini juga membantu bank membaca profil risiko nasabah dengan lebih baik karena arus penerimaan gaji bisa terpantau secara lebih konsisten.
Bukan hanya ASN, segmen lain juga dibidik
Bank Muamalat kini tidak hanya mengandalkan segmen ASN sebagai sumber pertumbuhan. Perseroan mulai memperluas layanan ke sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit.
Langkah ini menunjukkan strategi Bank Muamalat untuk memperluas basis nasabah dari institusi yang memiliki karakter penerimaan rutin. Dengan pendekatan seperti itu, produk pembiayaan multiguna dapat masuk ke lingkungan kerja yang memiliki ekosistem payroll lebih stabil.
Selain itu, lembaga negara, BUMN, serta ekosistem haji dan umrah juga masuk dalam target penetrasi pasar berikutnya. Arah ekspansi ini penting karena memperbesar peluang distribusi produk syariah tanpa keluar dari koridor bisnis yang sesuai dengan profil bank.
Rangkuman pertumbuhan pembiayaan multiguna
Berikut data utama yang menjadi sorotan dari kinerja Bank Muamalat:
- Penyaluran pembiayaan multiguna iB Hijrah: Rp 647 miliar
- Realisasi tahun sebelumnya: Rp 472 miliar
- Kenaikan tahunan: 37,1 persen
- Jumlah akun hingga akhir Desember 2025: 8.865 akun
- Pertumbuhan NoA: 25,3 persen yoy
Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa produk multiguna masih menjadi salah satu instrumen penting dalam portofolio pembiayaan konsumer Bank Muamalat. Di saat yang sama, pertumbuhan ini juga memberi sinyal bahwa pasar pembiayaan syariah berbasis payroll masih memiliki ruang ekspansi yang besar.
Strategi kehati-hatian tetap dijaga
Di tengah ekspansi, Bank Muamalat tetap menekankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Fokus ini diperlukan agar pertumbuhan portofolio tetap sejalan dengan kualitas aset dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Pendalaman pada basis nasabah yang sudah ada juga menjadi bagian dari strategi berikutnya. Pendekatan tersebut memungkinkan bank memaksimalkan potensi dari jaringan yang sudah terbentuk, sambil menjaga risiko tetap terukur di tengah persaingan produk pembiayaan konsumer syariah yang makin ketat.
