Matahari Ganti Nama Jadi MDS Retailing Tbk, Sinyal Lepas Dari Bayang-Bayang Department Store?

Author: Qoo Media

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB menyetujui perubahan nama PT Matahari Department Store Tbk menjadi PT MDS Retailing Tbk. Keputusan ini menjadi penanda arah baru perseroan di tengah persaingan industri ritel yang makin ketat dan perubahan perilaku belanja masyarakat.

Perubahan nama tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan upaya perusahaan memperluas ruang gerak bisnis. Dalam penjelasan yang dikutip dari Money, langkah ini ditempuh untuk menyesuaikan strategi perusahaan dengan dinamika ritel dan tekanan dari pertumbuhan e-commerce.

Arah bisnis yang lebih luas

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pemilihan kata “Retailing” menunjukkan ambisi perseroan untuk bergerak melampaui format department store. Ia menilai identitas baru itu memberi sinyal bahwa perusahaan ingin memperkuat posisi di segmen gaya hidup.

“Perubahan dari Matahari menjadi MDS Retailing menunjukkan adanya ambisi untuk bergerak lebih luas, tidak hanya terbatas pada format department store, tetapi juga memperkuat penetrasi ke segmen lifestyle,” ujar Nafan Aji Gusta.

Pernyataan itu sejalan dengan kebutuhan emiten ritel untuk beradaptasi. Perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan model toko fisik tradisional, karena konsumen kini punya lebih banyak pilihan belanja melalui kanal digital dan model omnichannel.

Peluang dividen dan efisiensi operasi

Selain soal nama dan arah bisnis, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada daya tarik saham LPPF dari sisi dividen. Nafan menyebut potensi dividend yield emiten ini bisa berada di kisaran dua digit.

“Dividend yield-nya berpotensi mencapai dua digit, sekitar 12 hingga 13 persen, ini jelas lebih tinggi dibandingkan bunga deposito perbankan saat ini,” jelasnya.

Di sisi lain, efisiensi operasional tetap menjadi faktor penting agar kinerja tetap terjaga. Salah satu langkah yang disorot adalah rasionalisasi gerai yang kurang produktif agar margin laba bisa lebih sehat dalam jangka panjang.

Dukungan musim belanja dan tantangan daya beli

Kinerja kuartal pertama 2026 disebut mendapat dorongan dari momentum Idul Fitri yang jatuh pada bulan Maret. Periode tersebut biasanya memberi kontribusi positif bagi penjualan ritel karena meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang dan setelah hari raya.

Namun, dukungan musiman itu tetap dibarengi tantangan makroekonomi. Nafan menyoroti pelemahan rupiah dan inflasi yang berada dekat batas atas target Bank Indonesia sebagai faktor yang bisa menekan daya beli.

“Kalau daya beli melemah, tentu akan berdampak pada kinerja ritel. Karena itu, efisiensi menjadi kunci agar perusahaan tetap sustainable ke depan,” kata Nafan Aji Gusta.

Sektor ritel masih tumbuh, tetapi tidak merata

Secara umum, sektor ritel nasional masih menunjukkan ketahanan. Nafan menyebut indeks penjualan riil berada pada kisaran 5,7 hingga 6,5 persen, yang menurutnya menandakan kondisi industri masih solid.

“Indeks penjualan riil di kisaran 5,7 sampai 6,5 persen ini menunjukkan ketahanan yang cukup solid. Tantangannya adalah bagaimana emiten bisa menjaga momentum di tengah normalisasi konsumsi pasca-Lebaran,” ujarnya.

Meski begitu, ketahanan itu tidak berlaku sama untuk semua emiten. Segmen menengah ke atas dinilai lebih kuat dibandingkan segmen menengah ke bawah, sementara pergeseran belanja ke sistem omnichannel juga menjadi tantangan bagi ritel konvensional.

“Untuk emiten seperti ACES atau MAPI, masih ada isu efisiensi. Tapi MAPI relatif lebih resilient karena menyasar segmen menengah ke atas,” jelas Nafan.

Saham LPPF masih menarik perhatian pasar

Pasar juga mencermati pergerakan saham LPPF setelah kabar perubahan nama tersebut. Pada penutupan bursa Jumat (17/4/2026), saham LPPF berada di level Rp 1.950 per saham atau naik 1,3 persen.

Dalam satu tahun terakhir, saham emiten ritel itu telah menguat 11,1 persen. Di tengah berbagai tantangan, sentimen terhadap efisiensi, potensi dividen, dan arah ekspansi bisnis membuat perubahan nama menjadi PT MDS Retailing Tbk menjadi salah satu peristiwa penting dalam peta ritel nasional.

Terbaru