Kopi Tuku resmi menyesuaikan harga menu Es Kopi Susu Tetangga (KST) dari Rp 18.000 menjadi Rp 25.000 per gelas. Kebijakan itu mulai berlaku pada Jumat, 24 April 2026, dan menjadi bagian dari penyesuaian bertahap di sejumlah menu pada seluruh gerai.
Langkah ini diumumkan melalui media sosial resmi perusahaan dan dikutip dari Money. Manajemen menyebut perubahan harga dilakukan sebagai respons atas kondisi pasar dan biaya operasional yang terus bergerak.
Alasan penyesuaian harga
Kopi Tuku menegaskan bahwa perubahan harga bukan diambil secara tiba-tiba. Perusahaan melihat penyesuaian sebagai bagian dari proses adaptasi agar usaha tetap tumbuh dan kualitas produk tetap terjaga di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Dalam unggahan Instagram, manajemen menulis bahwa banyak hal memang ikut berubah seiring waktu. “Seiring waktu berjalan, banyak hal ikut berubah. Seperti halnya bertumbuh, penyesuaian menjadi bagian yang tak terpisahkan,” tulis manajemen Kopi Tuku.
Pernyataan itu juga menunjukkan bahwa perusahaan ingin menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Di saat yang sama, Kopi Tuku menyampaikan apresiasi kepada pelanggan yang selama ini terus mendukung gerai tersebut.
“Semoga langkah ini memberi ruang untuk terus bertumbuh, terus hadir dan terus saling jaga, seperti biasa,” lanjut pernyataan tersebut.
Tekanan biaya kemasan ikut memengaruhi
Kenaikan harga menu ini bertepatan dengan tekanan biaya dari rantai pasok, terutama pada kemasan plastik. Kondisi logistik global yang terganggu akibat ketegangan di Selat Hormuz disebut memicu kenaikan harga bahan baku plastik.
Dampaknya terasa pada pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk pada kemasan plastik yang digunakan untuk makanan dan minuman. Harga kemasan plastik dilaporkan naik 30 hingga 50 persen, sehingga menambah beban biaya operasional pelaku usaha.
Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, juga mengonfirmasi adanya lonjakan harga plastik di pasar. Menurut dia, kenaikan terjadi pada plastik PE dan PP yang umum dipakai untuk kemasan makanan dan minuman.
“Setiap pekannya, sejak pekan kedua puasa itu bervariasi, ada yang 500 perak, ada yang 700 perak, dan melihat situasi hari ini, memang hampir seluruh jenis plastik yang PE dan PP ini mengalami lonjakan mencapai 50 persen, bahkan ada yang 100 persen,” kata Reynaldi.
Respons pelanggan tetap beragam
Di sisi konsumen, kebijakan baru ini memunculkan tanggapan yang beragam. Sejumlah pelanggan memahami alasan kenaikan harga, terutama karena mereka menilai rasa menjadi alasan utama memilih Kopi Tuku.
“Harga boleh naik, tapi yang penting rasanya jangan berubah,” ujar salah satu pelanggan setia Kopi Tuku.
Namun, ada juga pelanggan yang berharap kenaikan harga dibarengi dengan program loyalitas atau promo tertentu. Mereka menilai fasilitas tambahan bisa membantu pelanggan tetap yang membeli produk setiap hari.
“Sudah harga naik tidak pernah ada promo, sakit hati, tapi tetap beli,” kata pelanggan lainnya.
Sebagian konsumen bahkan mengusulkan agar Kopi Tuku mengembangkan platform digital mandiri untuk transaksi rutin. Ide itu muncul dari kebutuhan pelanggan yang ingin mengumpulkan poin dan mendapat manfaat tambahan dari pembelian harian.
“Gimana kalau Tuku bikin aplikasi member, ngumpulin poin, soalnya saya beli tiap hari,” ujar seorang pelanggan setia.
Fokus menjaga ekosistem usaha
Manajemen Kopi Tuku menempatkan penyesuaian harga ini sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem yang sudah terbentuk. Perusahaan menilai langkah tersebut penting agar hubungan dengan mitra dan pelanggan tetap terjaga sambil memberi ruang untuk tumbuh bersama.
Pihak pengelola juga menegaskan bahwa mereka ingin mempertahankan kualitas dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. “Langkah ini diambil untuk menjaga yang sudah ada, sekaligus memberi ruang untuk bertumbuh bersama,” lanjut pernyataan manajemen.
Hingga berita ini diturunkan, pendiri Toko Kopi Tuku, Andanu Prasetyo, belum memberikan pernyataan tambahan mengenai rincian lebih jauh dari kenaikan harga tersebut. Di tengah respons pelanggan yang beragam, Es Kopi Susu Tetangga tetap menjadi menu utama yang kini hadir dengan harga baru di seluruh gerai.







