Pemerintah Kabupaten Belitung memproyeksikan perputaran uang dari ajang myBCA Belitung Multisport Festival 2026 bisa menembus lebih dari Rp 800 juta. Proyeksi itu muncul seiring kedatangan lebih dari 1.000 peserta yang tidak hanya berasal dari daerah setempat, tetapi juga dari luar negeri.
Pemerintah daerah menilai festival olahraga itu memiliki daya dorong ekonomi yang lebih besar dibanding sejumlah kegiatan hiburan sebelumnya. Salah satu alasannya, peserta diperkirakan tinggal lebih lama di Belitung karena agenda lomba berlangsung selama dua hari dan mendorong belanja pada sektor akomodasi, kuliner, serta usaha mikro kecil dan menengah.
Peserta datang lebih awal dan bawa keluarga
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyebut banyak peserta biasanya datang lebih cepat sebelum lomba dimulai. Kehadiran mereka kerap disertai keluarga yang ikut tinggal di Belitung untuk melihat lintasan sekaligus menikmati destinasi di sekitar lokasi acara.
Menurut Djoni, pola kunjungan seperti itu membuat efek ekonomi dari festival olahraga lebih terasa pada pelaku usaha lokal. Permintaan kamar penginapan, transportasi, hingga konsumsi harian ikut bergerak selama event berlangsung.
Ia menilai pengalaman dari penyelenggaraan acara sebelumnya bisa menjadi pembanding yang cukup kuat. Konser musik yang pernah digelar di wilayah itu mencatat perputaran uang sekitar Rp 600 juta, namun festival olahraga dinilai berpotensi melampaui angka tersebut karena durasi dan jumlah kunjungan yang lebih besar.
"Dari event ini saya meyakini dengan jumlah pengunjung yang ada itu secara nominal, kasar memang belum bisa kita data, tapi berdasarkan intake pengalaman saja itu bisa di atas Rp 800 juta beredar uang yang ada dalam dua hari ini," ujar Djoni Alamsyah Hidayat.
Nomor lomba dan daya tarik wisata olahraga
Ajang myBCA Belitung Multisport Festival 2026 akan mempertandingkan sejumlah nomor, mulai dari triathlon jarak standar, renang perairan terbuka, hingga lari kategori 5 kilometer sampai 21 kilometer. Ragam nomor itu dinilai mampu menarik peserta dengan tingkat minat yang berbeda-beda.
Belitung juga mengandalkan karakter wilayahnya sebagai tujuan wisata minat khusus. Kualitas udara yang bersih dan status UNESCO Global Geopark menjadi nilai tambah yang sering disebut pemerintah daerah dalam mendorong kunjungan berbasis olahraga dan rekreasi.
Djoni menegaskan bahwa penyelenggaraan event di Belitung harus tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan. Pemerintah daerah ingin memastikan kegiatan berjalan baik agar dampak ekonomi yang muncul juga diikuti citra positif bagi daerah.
"Kami menjaga betul saat event-event itu berada di Belitung, itu secara kualitas kami jaga, secara safety kami jaga. Tapi yang jelas, dapak kemudiannya banyak yang kami bisa dapatkan di sini dari pengunjung, UMKM juga bisa hidup, dan yang paling penting adalah ini merupakan promosi yang luar biasa," katanya.
Dampak bagi ekonomi lokal dan promosi daerah
Selain perputaran uang langsung, festival ini juga dipandang sebagai sarana promosi destinasi Belitung. Kehadiran atlet, pendamping, dan wisatawan disebut bisa memperluas eksposur daerah melalui pengalaman mereka selama berada di lokasi acara.
Pemerintah Kabupaten Belitung juga menempatkan kegiatan seperti ini sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis pariwisata. Dengan memadukan olahraga, kunjungan wisata, dan belanja lokal, daerah berharap manfaat ekonomi tidak berhenti pada hari pelaksanaan saja, tetapi juga berlanjut lewat ketertarikan kunjungan berikutnya.
Data pariwisata menunjukkan Belitung telah menggelar 69 acara sepanjang 2025 dengan total kunjungan mencapai 29.941 orang. Tren itu memperlihatkan bahwa agenda-event berskala wisata terus mendapat tempat dan ikut menopang pergerakan ekonomi daerah.
Di tingkat provinsi, Bangka Belitung juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut naik menjadi 4,09 persen pada 2025, sehingga optimisme terhadap penyelenggaraan event berbasis sport tourism di Belitung ikut menguat.







