BBRI Naik Saat IHSG Merah, Valuasi Murah Dan Dividen 8 Persen Tarik Perhatian

Author: Qoo Media

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI bergerak menguat ke Rp3.070 per lembar pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026) di Jakarta. Kinerja ini terlihat menonjol karena terjadi saat pasar saham domestik justru berada di bawah tekanan dan IHSG melemah.

BBRI naik 0,66 persen dibandingkan hari sebelumnya, sedangkan IHSG ditutup turun 0,48 persen ke posisi 7.072 setelah sempat terkoreksi hingga 1 persen. Pergerakan berlawanan ini membuat saham bank pelat merah tersebut mendapat perhatian di tengah sentimen pasar yang belum stabil.

Dukungan dari rekomendasi analis

OCBC Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI. Penilaian itu didasarkan pada valuasi yang masih relatif murah, permodalan yang solid, serta perbaikan kualitas aset dan pertumbuhan kredit.

Dalam riset terbarunya, Budi menyampaikan, “Kami mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga berbasis GGM sebesar Rp5.000/saham, dengan asumsi ROE 18,5% dan cost of equity 10,4%.” Pandangan tersebut menunjukkan ruang apresiasi yang masih dianggap terbuka jika kinerja fundamental tetap terjaga.

Valuasi dan daya tarik dividen

Berdasarkan data Bloomberg, saham BBRI saat ini diperdagangkan pada Price to Book Value atau PBV sebesar 1,4 kali. Level ini menjadi salah satu alasan saham tersebut dinilai masih menarik, terutama bagi investor yang mencari emiten perbankan besar dengan fundamental yang kuat.

Di sisi lain, imbal hasil dividen BBRI juga masih menjadi daya tarik penting. Perseroan disebut menawarkan dividen dengan yield sekitar 8 persen, sementara manajemen berkomitmen menjaga dividend payout ratio minimal 86 persen, sejalan dengan kebijakan yang selama ini dijalankan.

Prospek jangka panjang tetap dijaga

Optimisme terhadap BBRI tidak hanya datang dari sisi valuasi, tetapi juga dari ekspektasi terhadap kebijakan fiskal yang ekspansif dan efisiensi lewat transformasi digital. Kedua faktor ini dinilai dapat mendukung pertumbuhan bisnis dan menjaga daya saing emiten perbankan tersebut dalam jangka panjang.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg juga masih menunjukkan pandangan positif terhadap saham BBRI. Mayoritas analis memberi rekomendasi beli dengan target harga rata-rata 12 bulan ke depan di Rp4.377 per lembar saham.

Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik, penguatan BBRI ke Rp3.070 memperlihatkan bahwa saham bank ini tetap memiliki minat beli yang kuat. Pergerakan tersebut juga menegaskan posisi BBRI sebagai salah satu saham perbankan besar yang terus mendapat dukungan dari fundamental, dividen, dan proyeksi pertumbuhan yang masih dianggap menarik oleh pasar.

Terbaru