Pratama Arhan Resmi Sarjana, Ijazah Blockchain Udinus Buka Jalan Karier Global

Author: Qoo Media

Pratama Arhan resmi menuntaskan pendidikan tinggi dan menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.) dalam Wisuda ke-87 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Momen ini menarik perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai pesepak bola Timnas Indonesia, tetapi juga karena ia masuk dalam angkatan pertama di Indonesia yang menerima ijazah berbasis blockchain.

Inovasi tersebut membuat dokumen kelulusan lebih aman, transparan, dan sulit dimanipulasi. Bagi Arhan, kelulusan ini menjadi penanda bahwa karier profesional di lapangan hijau tetap bisa berjalan seiring dengan pendidikan formal.

Ijazah blockchain pertama di Indonesia

Udinus memperkenalkan ijazah berbasis blockchain sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem kelulusan yang lebih modern. Teknologi ini dirancang untuk memastikan keaslian dokumen dapat diverifikasi secara digital dan global.

Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menyebut penerapan ini menempatkan kampus sebagai pelopor dalam pengembangan pendidikan masa depan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut membuat keaslian ijazah lulusan bisa dicek secara luas tanpa proses yang rumit.

Prosesi wisuda yang menandai pencapaian baru

Wisuda berlangsung di Ballroom Rama Shinta, Patra Hotel Semarang, pada hari pertama pelaksanaan. Arhan diwisuda bersama 401 lulusan lain yang berasal dari beragam jenjang, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis hingga program Pascasarjana.

Kelulusan ini juga memperlihatkan bagaimana dunia pendidikan mulai bergerak menuju sistem administrasi yang lebih digital. Dalam konteks itu, ijazah blockchain menjadi simbol perubahan yang tidak hanya relevan untuk kampus, tetapi juga untuk kebutuhan pasar kerja yang semakin menuntut kecepatan dan validitas data.

Perjalanan Arhan di tengah kesibukan profesional

Dalam sambutannya sebagai perwakilan wisudawan, Arhan menyampaikan rasa syukur atas dukungan beasiswa dan fleksibilitas dari kampus sejak 2020. Dukungan tersebut membuatnya tetap bisa menjalani karier sebagai atlet profesional tanpa harus meninggalkan studi.

Arhan juga menyebut reputasi Udinus memberinya kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan di masa depan. Ia bahkan mengungkap rencana melanjutkan studi S-2 di Ilmu Komunikasi Udinus.

Dukungan untuk mobilitas kerja internasional

Teknologi blockchain pada ijazah Udinus juga mendapat perhatian dari pihak luar negeri. Igor Arkhypenko, Chief Information Officer Dubai Blockchain Center, menilai sistem ini memudahkan mahasiswa membuktikan pencapaian mereka di luar negeri hanya dalam hitungan detik.

Ketua LLDikti Wilayah VI Jateng, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, menambahkan bahwa verifikasi melalui barcode dapat mempercepat proses rekrutmen. Menurutnya, hal ini sejalan dengan peluang lulusan Udinus untuk bersaing di pasar kerja internasional, termasuk di Eropa, Amerika, dan Australia.

Rekam jejak kampus dan nilai tambah bagi lulusan

Udinus juga mencatat capaian dalam serapan kerja lulusan. Berdasarkan data tracer study, rata-rata lulusan kampus tersebut membutuhkan waktu kurang dari tiga bulan untuk memperoleh pekerjaan.

Fakta itu memperkuat posisi kelulusan Arhan sebagai kisah yang tidak hanya soal selebrasi akademik, tetapi juga soal kesiapan memasuki dunia profesional. Keberhasilan seorang atlet aktif meraih gelar sarjana sambil tetap tampil di level tertinggi memberi gambaran bahwa pendidikan dan prestasi olahraga bisa saling melengkapi.

Dengan ijazah blockchain yang sudah terverifikasi secara digital, Arhan kini membawa modal akademik yang selaras dengan kariernya sebagai pemain sepak bola profesional. Langkah tersebut menambah nilai pada perjalanan pendidikannya sekaligus membuka ruang lebih luas untuk melanjutkan studi dan bersaing di level yang lebih tinggi.

Source: www.medcom.id
Terbaru