Indofood Tetap Untung Rp2,96 Triliun Saat Geopolitik Memanas, Laba Usaha Justru Turun

Author: Qoo Media

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tetap mencatat pertumbuhan laba di tengah tekanan eksternal yang datang dari kondisi geopolitik global. Pada kuartal I-2026, emiten ini membukukan laba bersih Rp2,96 triliun, naik 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja itu ditopang kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 7 persen menjadi Rp33,89 triliun dari Rp31,56 triliun pada kuartal I-2025. Meski begitu, laba usaha perseroan justru turun 6 persen menjadi Rp6,53 triliun, sementara margin laba usaha tetap berada di level 19,3 persen.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim menegaskan bahwa perusahaan masih mampu menjaga kinerja di tengah meningkatnya konflik geopolitik. Ia menyebut perseroan akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan.

Anthoni juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas. Selain itu, ia menilai posisi neraca yang sehat tetap menjadi prioritas untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi ke depan.

Kinerja ICBP ikut bergerak, meski laba tertekan

Anak usaha Indofood, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), juga mencatat pertumbuhan penjualan neto. Penjualan neto ICBP naik 8 persen menjadi Rp21,72 triliun.

Namun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ICBP turun 3 persen menjadi Rp2,57 triliun per Sabtu, 2 Mei 2026. Penurunan laba usaha sebesar 10 persen menjadi Rp4,62 triliun disebut dipicu oleh rendahnya laba selisih nilai tukar mata uang asing.

Anthoni menyampaikan bahwa perusahaan tetap beradaptasi untuk menangkap peluang pertumbuhan. Ia juga menegaskan fokus perseroan pada kecepatan adaptasi agar daya saing tetap terjaga.

Tekanan pasar belum hilang

Di sisi pasar modal, saham ICBP tercatat berada dalam valuasi rendah. Rasio price to book value atau PBV saham tersebut berada di level 1,45 kali, jauh di bawah standar deviasi lima tahun terakhir.

Data Stockbit Sekuritas menunjukkan harga saham ICBP telah merosot 17,38 persen sepanjang tahun berjalan hingga perdagangan Kamis, 30 April 2026. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar masih menilai ketidakpastian eksternal sebagai faktor yang membebani sentimen investor.

Meski demikian, kinerja kuartal pertama menunjukkan Indofood masih punya ruang bertahan di tengah tekanan global. Kombinasi pertumbuhan penjualan, disiplin profitabilitas, dan pengelolaan neraca menjadi penopang utama saat risiko makroekonomi dan geopolitik tetap membayangi.

Terbaru