Laba Tugu Insurance Tembus Rp265,62 Miliar, Di Tengah Gejolak Geopolitik dan Harga Energi

Author: Qoo Media

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp265,62 miliar pada kuartal I-2026. Capaian ini muncul di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga energi yang masih membayangi pasar internasional.

Di saat industri asuransi bergerak dalam kondisi yang dinamis, Tugu Insurance justru menunjukkan pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga. Perseroan menekankan disiplin pengelolaan risiko sebagai penopang utama agar kinerja tetap stabil dan berkelanjutan.

Pendapatan inti masih tumbuh

Kinerja perseroan terlihat dari pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp2,57 triliun. Angka itu naik 5,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,42 triliun.

Hasil jasa asuransi juga meningkat 2,18 persen menjadi Rp461,01 miliar. Kontributor utamanya datang dari sektor properti, lepas pantai, dan kargo laut.

Selain itu, Tugu Insurance membukukan pendapatan investasi senilai Rp88,17 miliar. Pendapatan operasional lainnya juga melonjak 31,25 persen menjadi Rp156,02 miliar.

Strategi menjaga kualitas pertumbuhan

Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Tugu Insurance Fitri Azwar menyebut perusahaan tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis di tengah tekanan makroekonomi. Ia menegaskan disiplin underwriting, penguatan portofolio, dan pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting.

Menurut Fitri, pendekatan itu dibutuhkan agar perusahaan bisa mempertahankan kinerja yang sehat. Perseroan juga ingin memastikan pertumbuhan tidak mengorbankan kehati-hatian.

Manajemen menyampaikan seluruh laporan keuangan telah disesuaikan dengan standar PSAK 117. Langkah itu ditempuh untuk menjaga transparansi pelaporan keuangan.

Modal dan aset tetap kuat

Dari sisi fundamental, Tugu Insurance menilai kekuatan permodalan masih menjadi penopang utama. Risk Based Capital atau RBC disebut berada jauh di atas ambang batas regulasi.

Fitri menyatakan struktur modal yang solid memberi fleksibilitas bagi perseroan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ke depan. Perusahaan juga akan terus mengelola modal secara prudent agar tetap memberi nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

Hingga akhir Maret 2026, total aset Tugu Insurance tercatat sebesar Rp29,69 triliun. Pada periode yang sama, total ekuitas perseroan mencapai Rp10,17 triliun.

Fokus sisa tahun berjalan

Tugu Insurance juga menyiapkan strategi diversifikasi pendapatan melalui optimalisasi kontribusi entitas anak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat basis bisnis perusahaan.

Perseroan menyatakan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi sisa tahun 2026. Fokusnya tetap pada pengelolaan risiko yang tepat, fundamental yang sehat, dan struktur keuangan yang kuat.

Terbaru