IHSG langsung tertekan pada pembukaan perdagangan pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan dibuka anjlok 94,34 poin atau melemah 1,4 persen ke posisi 6.628,97 pada awal perdagangan Senin (18/5/2026).
Tekanan jual muncul begitu bursa dibuka dan membuat ratusan saham masuk ke zona merah. Pergerakan indeks juga berlangsung fluktuatif, tetapi tetap cenderung tertekan di rentang 6.552 hingga 6.631.
Tekanan menyebar ke mayoritas sektor
Kondisi pasar yang memburuk membuat hampir seluruh sektor saham terkoreksi. Sektor perbankan dan komoditas ikut melemah, padahal selama ini keduanya menjadi penopang utama indeks.
Nilai transaksi perdagangan juga tercatat turun cukup drastis dibandingkan pekan lalu. Situasi itu memperkuat kesan bahwa pelaku pasar sedang menahan diri di tengah tekanan yang belum mereda.
Pelemahan pagi ini memperpanjang tren negatif yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Koreksi yang menembus level psikologis membuat kekhawatiran terhadap berlanjutnya tren bearish ikut meningkat.
Sentimen asing dan tekanan global ikut membebani
Pelemahan IHSG pada awal pekan ini dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal yang kurang kondusif. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dalam jumlah besar sejak menit-menit pertama perdagangan.
Pengamat pasar modal menilai penyesuaian indeks global seperti FTSE dan MSCI ikut memengaruhi psikologis pelaku pasar domestik. Kondisi itu mendorong aksi ambil untung serta peralihan aset ke instrumen yang dinilai lebih aman untuk sementara waktu.
Volatilitas pagi ini juga terlihat sangat tinggi. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.631,00 dan level terendah 6.552,00 pada sesi awal perdagangan.
Pasar masih dibayangi kehati-hatian
Tekanan jual yang tinggi masih terpantau hingga menjelang akhir sesi pertama perdagangan. Otoritas bursa terus memantau pergerakan indeks agar perdagangan tetap berjalan teratur, wajar, dan efisien.
Sejumlah analis teknikal sebelumnya telah mengingatkan adanya potensi koreksi bila indeks gagal bertahan di zona hijau. Penurunan yang terjadi pagi ini membuat perhatian pasar tertuju pada kemampuan IHSG menjaga momentum di tengah sentimen yang masih rapuh.
Di tengah kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung bersikap lebih selektif. Investor juga diminta mencermati fundamental emiten sebelum mengambil keputusan, terutama ketika volatilitas masih tinggi dan tekanan jual belum menunjukkan tanda mereda.
Beberapa analis dari berbagai sekuritas menyebut saham sektor energi dan konsumer masih memiliki daya tahan yang cukup baik. Di sisi lain, saham-saham berfluktuasi tinggi tetap perlu diwaspadai karena pergerakannya dapat berubah cepat saat pasar sedang sensitif.
