Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimistis Selat Hormuz akan kembali dibuka penuh untuk pelayaran komersial mulai Jumat (19/6/2026). Keyakinan itu muncul setelah Washington dan Teheran disebut mencapai kesepakatan awal yang membuka jalan bagi proses perdamaian dan negosiasi teknis lanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelang KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Senin (15/6/2026). Dalam pernyataannya, Trump menyinggung dampak positif pada pasar, termasuk harga minyak yang turun dan saham yang menguat tajam.
Pembukaan jalur strategis jadi perhatian utama
Selat Hormuz memegang peran penting dalam perdagangan energi global karena sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia melintasi jalur itu. Karena itu, pembukaan kembali selat tersebut menjadi salah satu fokus utama Washington dalam pembicaraan dengan Teheran.
Trump menyebut draf nota kesepahaman atau MoU antara AS dan Iran kemungkinan akan dipublikasikan setelah penandatanganan resmi di Swiss pada 19 Juni. Dokumen awal itu disebut mengatur pembukaan Selat Hormuz selama 60 hari tanpa tarif tol bagi kapal yang melintas.
Kesepakatan awal masih menunggu implementasi
Meski Trump memberi sinyal optimistis, seorang pejabat senior AS mengingatkan bahwa pemulihan lalu lintas pelayaran mungkin tidak langsung kembali normal. Menurut pejabat itu, normalisasi penuh bisa memakan waktu lebih dari dua pekan.
Pejabat yang sama juga menyebut memorandum tersebut telah ditandatangani oleh Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf yang memimpin delegasi negosiasi Teheran. JD Vance kemudian menjelaskan bahwa dokumen awal itu sudah ditandatangani secara digital pada Minggu lalu.
Negosiasi teknis berlanjut selama 60 hari
Kesepakatan awal itu membuka ruang bagi negosiasi teknis selama 60 hari. Dalam periode tersebut, kedua pihak akan membahas isu strategis, termasuk masa depan program nuklir Iran dan mekanisme pelaksanaan perjanjian.
Vance akan tetap memimpin tim perunding AS selama proses itu berlangsung. Trump juga mengatakan Vance akan mewakili Washington dalam upacara penandatanganan resmi di Jenewa, sementara dirinya kemungkinan masih mengikuti rangkaian agenda KTT G7 hingga 17 Juni.
Di sisi lain, militer AS masih mempertahankan kekuatan pasukannya di Timur Tengah sampai pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan yang lebih jelas. Seorang pejabat AS mengatakan jumlah pasukan di kawasan itu sudah ditambah untuk mendukung operasi yang dimulai sejak Februari.
Sanksi Iran belum akan dilonggarkan
Trump menegaskan pemerintahannya belum akan mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran sebelum seluruh kewajiban dalam perjanjian dipenuhi. Ia juga kembali menekankan bahwa tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.
Dalam pernyataannya setelah pengumuman penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur pelayaran itu, Trump menyebut sejumlah dampak yang ia anggap positif bagi kawasan Timur Tengah. Ia mengatakan harga minyak turun signifikan dan pasar saham menguat tajam, seraya menggambarkan perkembangan itu sebagai sinyal awal yang baik dari proses kesepakatan.
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi faktor penting bukan hanya bagi Iran dan AS, tetapi juga bagi stabilitas pasar energi dunia. Karena jalur ini sangat vital bagi distribusi minyak global, setiap perkembangan dalam negosiasi tersebut akan terus dipantau oleh pelaku pasar dan pemerintah di berbagai negara.
