Dirut PLN Janji Benahi Rantai Pasok Batu Bara, Pasokan Listrik Jawa Berangsur Pulih

Author: Qoo Media

PT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap sudah kembali normal setelah sempat terganggu pada batu bara kalori menengah. Di saat yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan perusahaan akan memperbaiki tata kelola rantai pasok batu bara agar keandalan listrik di Pulau Jawa tetap terjaga dan terus membaik.

Darmawan juga menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman bergilir yang terjadi pada pekan lalu. Ia mengatakan penyaluran energi primer yang sesuai dengan spesifikasi pembangkit kini berjalan lancar sehingga proses pemulihan sistem kelistrikan bisa berlangsung lebih baik.

Pasokan batu bara mulai mengalir ke PLTU

PLN menyebut pengadaan batu bara kalori menengah telah dipercepat untuk memenuhi kebutuhan pembangkit. Pasokan medium rank coal kini mulai masuk ke sejumlah PLTU di Pulau Jawa, baik yang dikelola PLN, mitra PLN, maupun independent power producer atau IPP.

Di Jawa bagian barat, distribusi dilakukan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1 hingga 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu. Untuk Jawa bagian timur, pasokan diarahkan ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-awar.

Kendala pasokan dan respons pemerintah

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencermati adanya hambatan pada pasokan batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kilokalori per kilogram gross as received atau GAR. Jenis batu bara itu dibutuhkan pembangkit milik PLN untuk menjaga operasi tetap stabil.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kemudian membentuk tim pengadaan batu bara kalori menengah untuk membantu mengatasi kendala pemenuhan bahan bakar pembangkit. Pemerintah juga membuka peluang merevisi harga batu bara untuk PLN di tengah tekanan biaya produksi pemasok dan kebutuhan menjaga suplai tetap aman.

Harga DMO dan fokus perbaikan rantai pasok

Saat ini, harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation bagi PLN ditetapkan sebesar US$ 70 per ton. Skema ini menjadi salah satu titik penting dalam pembahasan pasokan karena berkaitan langsung dengan ketersediaan batu bara bagi pembangkit.

PLN menegaskan perbaikan tata kelola rantai pasok akan terus dijalankan bersama penguatan sistem pembangkit. Langkah itu diarahkan agar pasokan listrik di Pulau Jawa tidak kembali terganggu dan suplai energi primer bagi PLTU tetap sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru