PT TASPEN (Persero) meresmikan gedung Kantor Cabang Mamuju sebagai kantor cabang pertama yang mengusung konsep Environmental, Social, and Governance atau ESG. Kehadiran gedung ini menjadi langkah baru dalam penguatan layanan TASPEN di Sulawesi Barat dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan efisien.
Peresmian tersebut juga menegaskan upaya TASPEN untuk menghadirkan fasilitas layanan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan dan kenyamanan peserta. Gedung ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan layanan bagi peserta aktif dan pensiunan di wilayah Sulawesi Barat.
Dukungan terhadap prinsip keberlanjutan
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menyampaikan apresiasi atas hadirnya kantor cabang tersebut. Ia menilai gedung itu tidak hanya representatif untuk pelayanan peserta, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata terhadap prinsip keberlanjutan.
Salah satu fitur yang mendapat sorotan adalah keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL. Menurut Suhardi, fasilitas itu membuat limbah yang dibuang tidak merusak lingkungan dan bisa menjadi contoh penerapan pengelolaan yang bertanggung jawab di Sulawesi Barat.
Selain IPAL, gedung Kantor Cabang Mamuju juga dilengkapi berbagai unsur yang mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional. Pemanfaatan pencahayaan alami menjadi bagian dari desain bangunan, sehingga penggunaan energi bisa lebih efektif dalam mendukung aktivitas layanan sehari-hari.
Akses yang lebih ramah untuk peserta
TASPEN juga memasukkan aspek aksesibilitas dalam rancangan gedung baru ini. Fasilitas ramah bagi penyandang disabilitas disediakan agar layanan bisa diakses lebih nyaman oleh semua peserta tanpa terkecuali.
Di sisi lain, teknologi akses biometrik berbasis pengenalan wajah turut diterapkan untuk mendukung kemudahan layanan. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi layanan yang lebih modern dan berorientasi pada kebutuhan peserta.
Direktur Utama PT TASPEN (Persero) Rony Hanityo Aprianto menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk melayani peserta dengan lebih baik ke depan. Ia menegaskan bahwa TASPEN hadir untuk melayani pensiunan dan peserta di lima wilayah kabupaten di Sulawesi Barat.
Menjawab kebutuhan layanan di wilayah terdampak
Peresmian gedung baru ini juga memiliki makna pemulihan bagi layanan TASPEN di Mamuju. Wilayah ini sempat menghadapi tantangan besar akibat pandemi COVID-19 dan gempa bumi yang melanda Mamuju serta daerah sekitarnya.
Dalam kondisi tersebut, TASPEN sempat menyiapkan posko pelayanan pascabencana agar akses layanan bagi peserta tetap terjaga. Kehadiran kantor cabang yang baru kini menjadi simbol ketangguhan sekaligus penguatan layanan bagi ASN dan pensiunan di daerah itu.
Langkah ini juga relevan dengan kebutuhan peserta di Sulawesi Barat yang jumlahnya cukup besar. TASPEN menyebut kantor tersebut akan mendukung kenyamanan dan kualitas layanan bagi 31.991 peserta aktif serta 16.082 peserta pensiun di provinsi itu.
Peresmian yang dihadiri berbagai unsur daerah
Acara peresmian dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Direktur Utama PT TASPEN (Persero) Rony Hanityo Aprianto, jajaran direksi TASPEN, pejabat Pemerintah Kabupaten Mamuju, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamuju. Hadir pula pimpinan instansi vertikal pemerintah pusat, kepala OPD se-Sulawesi Barat, pimpinan BUMN di Sulawesi Barat, serta Direksi TASPEN Group.
Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan bahwa gedung baru ini mendapat perhatian luas sebagai bagian dari penguatan layanan publik di daerah. TASPEN menempatkan fasilitas tersebut sebagai titik penting dalam memperkuat perannya sebagai Center of Excellence dalam pengelolaan jaminan sosial ASN dan Pejabat Negara.
Sejalan dengan arah transformasi perusahaan, TASPEN juga menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola yang baik, serta pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan. Gedung Kantor Cabang Mamuju menjadi salah satu wujud dari upaya tersebut di Sulawesi Barat.
