Rupiah Menguat Saat Dana Asing Kembali Masuk, Sinyal Apa Berikutnya?

Rupiah bergerak menguat tipis pada penutupan perdagangan Kamis, 25 Juni 2026, seiring kembalinya aliran dana asing ke pasar keuangan domestik. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah ditutup di level Rp17.943 per dolar AS, naik 9 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di Rp17.952 per dolar AS.

Penguatan ini muncul di tengah sentimen pasar yang membaik, meski pelaku pasar disebut masih berhati-hati. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut rupiah terdorong oleh masuknya kembali dana asing dan pulihnya sentimen umum di pasar.

Aliran dana asing kembali jadi penopang

Masuknya investor asing memberi dukungan bagi rupiah setelah sebelumnya pasar cenderung bergerak lebih tenang. Situasi ini membuat tekanan pada mata uang domestik sedikit mereda, walaupun penguatan yang terjadi masih tergolong tipis.

Lukman menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya kuat karena investor tetap memantau perkembangan data ekonomi global. Sikap hati-hati itu terlihat dari pergerakan rupiah yang belum mampu menguat lebih jauh.

Fokus pasar bergeser ke data inflasi AS

Arah rupiah dalam perdagangan berikutnya masih sangat bergantung pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan diumumkan malam ini. Menurut Lukman, hasil data itu berpotensi menentukan apakah rupiah mendapat dorongan lanjutan atau justru kembali tertekan pada pembukaan besok.

Pasar biasanya menjadikan data inflasi AS sebagai acuan penting karena berpengaruh terhadap arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter. Karena itu, pelaku pasar cenderung menunggu hasil rilis sebelum mengambil posisi lebih agresif.

Pergerakan sejalan dengan mata uang Asia lain

Penguatan rupiah juga terjadi saat beberapa mata uang Asia lain sama-sama bergerak menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan 0,45 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,35 persen dan baht Thailand yang menguat 0,29 persen.

Won Korea juga naik 0,16 persen, sementara dolar Singapura menguat 0,05 persen. Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,26 persen dan yen Jepang turun 0,02 persen, menunjukkan pergerakan kawasan yang masih beragam namun cenderung lebih stabil dibanding sesi sebelumnya.

Perhatian pasar kini tertuju pada hasil inflasi AS malam ini karena data tersebut berpotensi mengubah arah perdagangan mata uang pada sesi berikutnya. Jika sentimen global mendukung, rupiah masih punya ruang untuk bertahan di zona penguatan, tetapi hasil data yang kuat dari AS bisa membuat tekanan kembali muncul pada pembukaan perdagangan berikutnya.

Source: www.suara.com

Terkait