Industri petrokimia nasional membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia yang siap kerja dan memahami teknologi industri. Karena itu, mahasiswa teknik kimia tidak perlu khawatir soal relevansi keilmuan mereka, sebab kebutuhan talenta di sektor ini masih terbuka luas.
PT Lotte Chemical Indonesia menunjukkan kebutuhan itu lewat program company visit untuk 50 mahasiswa Teknik Kimia Universitas Indonesia di area operasional perusahaan di Cilegon, Banten. Kegiatan ini mempertemukan dunia kampus dan industri secara langsung agar mahasiswa melihat bagaimana ilmu teknik kimia diterapkan di lapangan.
Mahasiswa belajar langsung dari operasi industri
Selama kunjungan, peserta yang tergabung dalam American Institute of Chemical Engineers Universitas Indonesia atau AiChE UI mempelajari proses produksi petrokimia, aspek keselamatan kerja, serta peran industri dalam mendukung rantai pasok nasional. Mereka juga mengikuti pengenalan perusahaan, diskusi interaktif dengan jajaran LCI, dan site tour di fasilitas operasional.
Kegiatan seperti ini penting karena industri petrokimia tidak hanya memerlukan lulusan yang paham teori. Perusahaan juga membutuhkan tenaga kerja yang memahami tata kelola operasional, keberlanjutan, inovasi, dan standar keselamatan kerja.
Presiden Direktur Lotte Chemical Indonesia, Yim Dong Hee, menegaskan bahwa sinergi perguruan tinggi dan industri menjadi kunci untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi kebutuhan masa depan. Ia menyebut kegiatan ini diharapkan memberi pengalaman praktis sekaligus wawasan baru bagi mahasiswa agar mereka bisa berkontribusi saat memasuki dunia kerja.
Kebutuhan SDM sejalan dengan kapasitas industri
LCI merupakan bagian dari Lotte Chemical Corporation dan mengoperasikan naphtha cracker pertama di Indonesia dalam tiga dekade terakhir. Fasilitas itu resmi beroperasi secara komersial pada Oktober 2025.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 1 juta ton etilena per tahun, 520 ribu ton propilena per tahun, dan 350 ribu ton polipropilena per tahun. Selain itu, fasilitas ini juga memproduksi berbagai produk kimia lainnya untuk mendukung kebutuhan industri.
Dengan skala produksi sebesar itu, kebutuhan SDM yang kompeten menjadi semakin penting. Industri petrokimia tidak hanya bergerak di level produksi, tetapi juga pada penguatan rantai pasok nasional, efisiensi operasional, dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi.
Jembatan antara kampus dan industri
Kolaborasi LCI dengan UI memperlihatkan bahwa pendidikan teknik kimia memiliki kaitan langsung dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga melihat bagaimana proses industri berjalan, bagaimana risiko dikelola, dan bagaimana standar kerja diterapkan di fasilitas petrokimia.
LCI menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi. Tujuannya adalah mendukung pengembangan SDM sekaligus mendorong pertumbuhan industri petrokimia nasional yang berkelanjutan.
Bagi mahasiswa, pengalaman semacam ini membuka gambaran yang lebih nyata tentang peluang karier di sektor petrokimia. Sementara bagi industri, kegiatan tersebut membantu menyiapkan calon tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan produksi, keselamatan, dan inovasi di masa mendatang.
Source: www.suara.com






