Penguatan ekonomi lokal tidak cukup hanya mengandalkan arus investasi. Daerah juga perlu menghadirkan kegiatan berskala nasional yang bisa memicu perputaran uang, membuka pasar baru bagi UMKM, dan memperkenalkan potensi wilayah ke audiens yang lebih luas.
Dalam konteks itu, penyelenggaraan agenda nasional dinilai punya nilai strategis karena dampaknya tidak berhenti pada satu sektor saja. Aktivitas peserta dan pengunjung dapat menggerakkan hotel, transportasi, kuliner, hingga usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Efek berantai dari ajang nasional
Kegiatan besar seperti rapat kerja nasional sering dipandang sebagai bagian dari industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition atau MICE. Model kegiatan ini mendorong belanja peserta mengalir ke banyak sektor sekaligus, sehingga manfaat ekonominya terasa lebih luas di daerah penyelenggara.
Efek berantai itu juga memberi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat promosi investasi. Pada saat yang sama, sektor pariwisata dan UMKM bisa ikut terdorong karena tingginya mobilitas tamu dari luar daerah.
Medan jadi sorotan sebagai tuan rumah
Salah satu momentum yang disorot adalah penunjukan Kota Medan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau Rakernas Apeksi 2026. Ajang ini dinilai menjadi kesempatan besar bagi Medan untuk menunjukkan kesiapan infrastruktur, layanan publik, dan kemampuan mengelola event besar.
Ajang nasional itu juga dipandang relevan dengan upaya memperkuat citra kota di tingkat nasional. Medan selama ini masih kerap dikaitkan dengan stigma negatif, terutama soal keamanan, sehingga penyelenggaraan acara yang tertib dan sukses bisa memberi pesan berbeda kepada publik maupun investor.
Keamanan dan kenyamanan jadi faktor kunci
Tokoh Pemuda Sumatera Utara sekaligus mantan Ketua Umum Badko HMI Sumatera Utara periode 2018–2021, Alwi Hasbi Silalahi, menilai keberhasilan kota menyelenggarakan event besar dapat menjadi bukti stabilitas daerah. Menurutnya, pengalaman Medan menggelar kegiatan besar, termasuk turnamen AFF, menunjukkan bahwa kota ini punya modal untuk meyakinkan investor dan wisatawan.
Alwi menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan peserta harus menjadi prioritas utama. Ia menyebut penunjukan Medan sebagai tuan rumah harus dimanfaatkan total, bukan sekadar menjadi acara seremonial.
“Pemko Medan harus memastikan infrastruktur siap, dan yang terpenting, jamin keamanan serta kenyamanan para tamu,” ujar Alwi dalam keterangannya di Medan, Minggu, 28 Juni 2026.
UMKM lokal perlu diberi ruang utama
Selain faktor keamanan, Alwi juga meminta agar pelaku UMKM lokal mendapatkan ruang lebih besar selama perhelatan berlangsung. Menurutnya, para delegasi yang hadir memiliki daya beli tinggi dan dapat menjadi pasar potensial bagi produk khas Medan.
Ia menilai pelibatan UMKM dan kerajinan lokal penting agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati sektor formal. Dengan penempatan produk lokal sebagai etalase utama di lokasi acara, peluang transaksi dan promosi bisa menjangkau lebih banyak orang.
“Para delegasi yang datang ini adalah kelompok high-yield atau berdaya beli tinggi. Sektor UMKM dan kerajinan lokal khas Medan harus diberi ruang prioritas sebagai etalase utama di lokasi acara,” kata Alwi.
Ajang nasional sebagai alat promosi daerah
Dari sisi kebijakan daerah, penyelenggaraan kegiatan nasional seperti Rakernas Apeksi dinilai bisa menjadi alat promosi yang efektif. Pemerintah daerah dapat memadukan agenda ini dengan penguatan citra kota, pengembangan destinasi wisata, dan pembukaan peluang investasi yang lebih luas.
Jika pelaksanaan berjalan baik, daerah bukan hanya mendapat manfaat ekonomi jangka pendek. Kepercayaan terhadap kota sebagai tujuan bisnis dan wisata juga bisa meningkat, terutama bila infrastruktur, keamanan, dan pelayanan publik menunjukkan kesiapan yang konsisten sepanjang kegiatan berlangsung.
