Pertamina Pride Siap Terobos Selat Hormuz, 2 Juta Barel Minyak Menuju Cilacap

Author: Qoo Media

Pertamina Pride bersiap kembali bergerak melintasi Selat Hormuz untuk mengangkut minyak mentah menuju Kilang Cilacap. Langkah ini muncul setelah jalur perdagangan itu dibuka kembali usai kesepakatan damai sementara Amerika Serikat dan Iran.

Kepastian pergerakan kapal supertanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) itu tetap bergantung pada kondisi keamanan di perairan strategis tersebut. Pertamina terus memantau situasi dengan ketat karena ketegangan di kawasan Timur Tengah sempat menahan pergerakan armada.

Izin teknis masih diproses

Manajemen menyebut pengurusan izin teknis untuk kapal ini sedang berjalan. Prioritas utama tetap keselamatan kru, kargo, dan kapal.

Baron mengatakan kapal Pride sedang memproses persiapan pelayaran, tetapi keputusan akhir tetap mengikuti situasi lapangan. Ia meminta kondisi di Selat Hormuz segera mereda agar kapal bisa melintas dengan aman.

Penundaan pengiriman kargo minyak mentah dari Pertamina Pride terjadi karena eskalasi situasi yang sempat memanas kembali di sekitar selat tersebut. Jika pelayaran dapat dilakukan, tujuan akhirnya adalah Kilang Cilacap.

Selat Hormuz kembali jadi titik perhatian

Selat Hormuz memang kembali memanas setelah sebelumnya menjadi jalur yang sangat diawasi. Di kawasan itu, insiden penyerangan proyektil terhadap kapal pembawa minyak Qatar pada akhir Juni sempat menaikkan status ancaman pelayaran menjadi substansial.

Kondisi ini membuat pemilihan waktu dan rute pelayaran harus melewati pembahasan serta penilaian risiko yang ketat. Prosedur keamanan juga diterapkan secara berlapis sebelum kapal diizinkan bergerak dari Teluk Arab.

Sebelumnya, kapal tanker Gamsunoro milik PIS lebih dulu berhasil melewati titik kritis di Selat Hormuz dengan aman. Kapal itu sempat tertahan sejak awal Maret 2026 sebelum akhirnya dinyatakan mencapai zona aman.

Kapal raksasa dengan muatan besar

Pertamina Pride adalah kapal supertanker jenis Very Large Crude Carrier atau VLCC. Kapal ini memiliki kapasitas muat 301.000 dead weight ton atau sekitar 2 juta barel minyak mentah.

Kapal tersebut dibangun di galangan Japan Marine United sejak 2018. Pertamina Pride kemudian diserahterimakan pada Maret 2021 dan kini operasionalnya dikelola oleh NYK Shipmanagement Pte Ltd.

Ukuran dan muatannya membuat setiap keputusan pelayaran kapal ini menjadi sangat sensitif. Karena itu, keselamatan awak dan kargo ditempatkan di atas pertimbangan operasional lain.

Pengamanan pelayaran diperketat

Dalam pelayaran Gamsunoro, puluhan syarat harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan bergerak. Persyaratan itu mencakup asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, serta kesiapan kru.

Pelayaran Gamsunoro sendiri memakan waktu 16 jam dengan kecepatan 7,5 knot dari Teluk Arab menuju mulut Selat Hormuz. Setelah itu, kapal dinyatakan memasuki zona aman.

PIS juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran atas dukungan yang diberikan selama proses tersebut. Dukungan serupa menjadi penting karena Selat Hormuz masih menjadi titik rawan energi dunia dan memegang peran besar bagi kelancaran distribusi minyak mentah.

Terbaru