Kementerian Perhubungan hampir menuntaskan program diskon tarif penyeberangan yang digelar selama libur sekolah. Hingga kini, realisasi pemanfaatannya sudah mencapai 90,04 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
Program stimulus ini menjadi salah satu upaya untuk menahan biaya mobilitas masyarakat saat puncak perjalanan antarpulau. Data Kemenhub menunjukkan 1.086.400 penumpang dan kendaraan telah memakai fasilitas tersebut dari target awal 1.206.585 pengguna.
Penyerapan dana subsidi ikut naik
Selain dari sisi pengguna, penyerapan anggaran juga bergerak cepat. Sampai 4 Juli 2026, realisasi dana subsidi tercatat Rp 21 miliar atau 78,15 persen dari total pagu Rp 26,9 miliar.
Skema ini dirancang untuk membantu masyarakat yang melakukan perjalanan lewat jalur penyeberangan domestik. Pemerintah menjalankannya sejak 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
Siapa yang berhak mendapat diskon
Insentif tarif ini tidak diberikan untuk semua jenis kendaraan dan penumpang. Sasaran utamanya adalah penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua atau golongan II, serta mobil pribadi golongan IVA.
Kebijakan tersebut disalurkan melalui 14 pelabuhan penyeberangan yang melayani 7 lintasan kelolaan PT ASDP Indonesia Ferry. Dua rute yang masuk dalam jaringan itu antara lain Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.
Rincian penerima manfaat
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan bahwa manfaat program sudah dirasakan oleh kelompok pengguna yang cukup besar. Ia menyebut ada 907.409 penumpang dalam 341.210 kendaraan dan 178.991 penumpang pejalan kaki yang telah tercatat menggunakan fasilitas ini.
Menurut Aan, diskon tersebut berbentuk potongan 100 persen pada tarif jasa kepelabuhanan tertentu. Jika dihitung secara rata-rata, insentif itu setara dengan potongan sekitar 21,11 persen.
Dorong mobilitas dan ekonomi daerah
Kemenhub menempatkan program ini sebagai bagian dari menjaga keterjangkauan perjalanan di masa libur sekolah. Pemerintah juga ingin mendorong pergerakan masyarakat antarpulau agar lebih ramai dan memberi efek lanjutan ke sektor lain.
Dampak yang diharapkan tidak berhenti pada transportasi saja. Pemerintah menilai kelancaran arus darat dan laut dapat membantu perputaran ekonomi nasional sekaligus mendukung pariwisata daerah.
