Penyuluh pertanian di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, memilih jalan swadaya untuk memperkenalkan metode budidaya padi PM-AAS. Langkah ini dilakukan lewat demplot di lahan padi agar petani bisa melihat langsung hasil penerapan teknologi di lapangan.
Koordinator BPP Surade, Rimawan, menyebut inisiatif ini sebagai upaya nyata untuk mendorong produktivitas padi di wilayahnya. Sejak kegiatan dimulai, sejumlah petani datang untuk melihat proses budidaya dan mempelajari teknologi yang diterapkan.
Demplot di Lahan Kelompok Tani Sukarama
Kegiatan demplot dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Sukarama, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, dengan luas sekitar 2.000 meter persegi. Varietas padi yang digunakan adalah Pajajaran, dan kegiatan ini diharapkan menjadi contoh awal penerapan metode PM-AAS secara lebih luas.
Rimawan mengatakan antusias petani cukup tinggi karena mereka ingin mengetahui langsung penerapan metode tersebut di lapangan. Menurut dia, pengalaman melihat proses budidaya secara nyata akan memudahkan petani memahami manfaat teknologi sebelum mencobanya pada musim tanam berikutnya.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Lokasi demplot | Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi |
| Luas demplot | Sekitar 2.000 meter persegi |
| Varietas padi | Pajajaran |
| Potensi lahan tambahan | Sekitar 2 hektare masih kosong |
Seluruh Kegiatan Ditopang Swadaya
Seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari benih, pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman hingga panen, dilakukan secara swadaya oleh BPP Surade. Cara ini menunjukkan komitmen penyuluh untuk mempercepat adopsi inovasi di tingkat petani meski masih menghadapi keterbatasan modal.
Rimawan menjelaskan, kendala utama saat ini adalah permodalan. Karena itu, dukungan berbagai pihak dibutuhkan agar penerapan metode PM-AAS bisa diperluas ke lahan lain yang masih tersedia di Desa Cipeundeuy.
Metode PM-AAS dan Harapan Perluasan
Metode PM-AAS diposisikan sebagai pendekatan budidaya padi yang mengoptimalkan pengelolaan tanaman dan sumber daya secara efisien. Dengan cara ini, produktivitas diharapkan meningkat, biaya produksi bisa ditekan, dan pendapatan petani ikut terdorong.
Melalui demplot tersebut, penyuluh pertanian berharap petani dapat menilai manfaat teknologi sebelum menerapkannya di lahan masing-masing. Jika dukungan permodalan dan kolaborasi berbagai pihak menguat, perluasan penerapan PM-AAS dinilai masih terbuka lebar di wilayah Surade.
Inisiatif swadaya BPP Surade menunjukkan peran aktif penyuluh sebagai penggerak inovasi di lapangan. Di tengah lahan yang masih tersedia, hasil demplot ini akan menjadi penentu seberapa cepat metode PM-AAS bisa menjangkau lebih banyak petani pada musim tanam berikutnya.
Source: www.viva.co.id






