Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia akan mendatangi pimpinan DPR RI pekan depan untuk menyampaikan masukan atas pembahasan revisi UU Ketenagakerjaan. Pertemuan ini dipandang penting karena buruh ingin suara mereka didengar langsung, bukan sekadar diterima secara simbolis.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan seluruh pimpinan konfederasi buruh yang tergabung dalam koalisi akan hadir. Ia juga meminta pimpinan fraksi DPR ikut datang, sehingga pembahasan tidak berhenti di Komisi IX saja.
Buruh ingin dialog terbuka, bukan seremonial
Andi Gani menekankan pertemuan itu harus memberi ruang bagi para pimpinan konfederasi untuk menyampaikan ide dan pokok pikiran secara terbuka. Menurut dia, aspirasi pekerja akan lebih kuat jika disampaikan langsung oleh seluruh unsur gerakan buruh yang tergabung dalam koalisi.
“Kami ingin menuangkan ide, gagasan, dan pokok-pokok pikiran secara terbuka. Seluruh pimpinan konfederasi harus diberi kesempatan berbicara agar aspirasi buruh benar-benar didengar,” kata Andi Gani dalam keterangan tertulis, Selasa (15/7/2026).
Ada sinyal aksi besar jika pembahasan mengecewakan
Di sisi lain, buruh tetap memilih jalur dialog untuk mengawal revisi aturan ketenagakerjaan tersebut. Namun, Andi Gani mengingatkan bahwa reaksi buruh bisa sangat besar jika hasil akhirnya dinilai tidak berpihak pada kepentingan pekerja.
“Kalau UU ini mengecewakan kaum buruh, tentu kami tidak akan mampu menahan aspirasi anggota. Bisa dibayangkan betapa besarnya gerakan aksi yang akan dilakukan jika UU tersebut tidak berpihak kepada buruh,” tegasnya.
Meski begitu, ia masih optimistis DPR dan pemerintah akan membuka ruang dialog dan mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pihak. Ia berharap pembahasan revisi UU Ketenagakerjaan dilakukan secara matang, tidak dikebut semalam, dan tidak melahirkan pasal yang merugikan pekerja.
Koalisi 18 konfederasi dan 157 federasi
Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia saat ini menghimpun 18 konfederasi dan 157 federasi serikat pekerja. Sejumlah organisasi yang bergabung di dalamnya antara lain KSPSI AGN, KSPSI Jumhur Hidayat, KSPSI pimpinan Yorrys, KSBSI, Konfederasi Serikat Pekerja Sejahtera Indonesia, KASBI, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional, Konfederasi Aspek Indonesia, dan Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia.
Andi Gani menyebut koalisi itu sebagai simbol persatuan gerakan buruh. Mereka juga akan membentuk sekretariat bersama yang dibangun secara gotong royong oleh seluruh konfederasi sebagai rumah untuk menuangkan gagasan demi kepentingan buruh Indonesia.
Berikut sejumlah organisasi yang disebut tergabung dalam koalisi:
| Organisasi | Keterangan | Status dalam koalisi |
|---|---|---|
| KSPSI AGN | Salah satu konfederasi yang tergabung | Anggota koalisi |
| KSPSI Jumhur Hidayat | Salah satu konfederasi yang tergabung | Anggota koalisi |
| KSPSI pimpinan Yorrys | Salah satu konfederasi yang tergabung | Anggota koalisi |
| KSBSI | Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia | Anggota koalisi |
| KASBI | Konfederasi yang disebut tergabung | Anggota koalisi |
Dengan komposisi itu, pertemuan dengan DPR pekan depan berpotensi menjadi momen penting dalam arah pembahasan revisi UU Ketenagakerjaan. Buruh ingin memastikan prosesnya tidak berjalan tergesa-gesa dan tetap membuka ruang bagi kepentingan pekerja untuk masuk ke dalam pembahasan.
