PT Pertamina Patra Niaga menegaskan akan menindak sopir mobil tangki yang terbukti melanggar dalam proses distribusi BBM di Medan. Penegasan ini muncul setelah antrean panjang sempat terjadi di sejumlah SPBU karena distribusi terganggu.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan penegakan disiplin itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga keamanan, keselamatan, dan kualitas layanan distribusi BBM. Ia menegaskan perusahaan tidak memberi toleransi atas pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan pasokan.
Disiplin Sopir Jadi Sorotan
Dalam keterangan tertulis pada Selasa (15/7/2026), Kitty menyebut bahwa tindakan tegas terhadap sopir yang melanggar dilakukan agar distribusi BBM tetap berjalan sesuai standar operasional. Tujuannya juga untuk menjaga pasokan energi tetap sampai ke masyarakat tanpa hambatan tambahan.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi BBM,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Pertamina Patra Niaga juga memastikan distribusi BBM di wilayah Medan sudah kembali normal dan stok BBM berada dalam kondisi aman.
Distribusi Dipercepat dengan Tambahan Armada
Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran BBM di Medan mencapai 104 persen dari target harian. Distribusi itu didukung 149 unit mobil tangki atau 115 persen dari jumlah yang direncanakan.
| Informasi | Data |
|---|---|
| Realisasi penyaluran BBM | 104 persen dari target harian |
| Jumlah mobil tangki yang dikerahkan | 149 unit |
| Porsi dari rencana | 115 persen |
| Tambahan mobil tangki | 40 unit |
Jumlah itu sudah termasuk tambahan 40 unit mobil tangki yang diturunkan untuk mempercepat distribusi setelah antrean di sejumlah SPBU. Pertamina juga mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM.
Selain gangguan distribusi, perusahaan menyebut antrean panjang juga dipengaruhi meningkatnya konsumsi BBM di Medan. Konsumsi BBM tercatat naik sekitar 5 persen hingga 10 persen dibandingkan rata-rata harian.
Respons Pemerintah Daerah
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri untuk membantu kelancaran distribusi BBM. Langkah itu diambil setelah pemberhentian massal sopir pengangkut BBM menghambat distribusi dan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU selama tiga hari terakhir.
Bobby menyebut pemerintah juga menyiapkan driver dan tim pengamanan untuk mengganti sementara sopir yang belum selesai direkrut. Ia menilai persoalan ini seharusnya lebih cepat ditangani jika sejak awal dikomunikasikan ke Forkopimda.
“Jadi saya minta tadi hal seperti ini, tolong diinformasikan sudah, tahu dampaknya diinformasikan kalau perlu back up dari kami sampaikan, jangan udah kejadian baru di sibuk-sibukin,” ujarnya.
Bobby tidak menjelaskan penyebab pemberhentian massal sopir pengangkut BBM tersebut. Menurut dia, hal itu merupakan persoalan internal Pertamina, sementara distribusi BBM di Medan kini disebut sudah kembali berjalan normal.
Source: money.kompas.com






