Keterbatasan Stok Hambat Multifinance Kembangkan Pembiayaan Emas Efektif

Industri multifinance di Indonesia tengah melihat peluang berkembang dari produk pembiayaan emas yang mulai diminati masyarakat kelas menengah sebagai bentuk investasi jangka panjang. Harga emas yang mengalami kenaikan signifikan hingga 62,7% dalam setahun terakhir menjadikan instrumen ini lebih menarik dibandingkan pasar saham maupun Surat Berharga Negara (SBN). Namun, keterbatasan stok emas menjadi salah satu tantangan utama yang berpotensi menghambat penetrasi produk pembiayaan emas di kalangan perusahaan multifinance.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa produk pembiayaan emas prospektif karena masyarakat mencari alternatif investasi selain instrumen tradisional. “Fasilitas multifinance membantu masyarakat membeli emas batangan secara cicil dengan aman,” ungkapnya. Meski peluangnya besar, ia tidak menampik adanya kendala, terutama dalam hal ketersediaan stok emas yang terbatas. Hambatan ini diperparah oleh kebiasaan masyarakat yang selama ini lebih familiar dengan fasilitas cicilan emas dari Pegadaian atau bank emas, sehingga sosialisasi produk multifinance perlu ditingkatkan.

Selain keterbatasan stok, Bhima memaparkan tantangan lain berupa proses pengecekan latar belakang calon peminjam yang dianggap cukup rumit bagi perusahaan multifinance. Kendati begitu, risiko kredit pembiayaan emas dinilai kecil bahkan lebih rendah dibandingkan kredit konsumsi lain karena nilai emas yang cenderung stabil dan likuid. Bhima menambahkan, “Selama bunga pembiayaan kompetitif dan lebih rendah dari potensi return emas tahunan, produk ini pasti akan menarik minat masyarakat.”

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, menambahkan bahwa saat ini baru sebagian kecil perusahaan multifinance yang menyediakan produk pembiayaan emas. Hal ini disebabkan belum semua pelaku industri menyadari dan menangkap potensi bisnis tersebut. “Saya yakin jumlah pemain yang menggarap pembiayaan emas akan bertambah seiring waktu,” katanya. Menurut Suwandi, tren ini mirip dengan tongkat estafet, di mana satu perusahaan mulai mencoba dan berhasil lalu diikuti oleh yang lain.

Potensi dan Tantangan Pembiayaan Emas multifinance

Berikut adalah rangkuman potensi dan hambatan yang dihadapi multifinance dalam mengembangkan pembiayaan emas:

  1. Potensi Pasar:
    • Pertumbuhan kelas menengah yang ingin berinvestasi emas.
    • Kenaikan harga emas hingga 62,7% dalam satu tahun.
    • Minat masyarakat terhadap cicilan emas batangan sebagai investasi yang aman dan mudah.
  2. Hambatan:
    • Keterbatasan stok emas bagi multifinance.
    • Kompetisi dan asosiasi layanan cicilan emas yang selama ini dikuasai Pegadaian dan bank emas.
    • Kesulitan melakukan verifikasi latar belakang calon peminjam.
  3. Strategi Pengembangan:
    • Meningkatkan sosialisasi produk pembiayaan emas kepada masyarakat umum.
    • Menawarkan suku bunga kompetitif agar menarik investor.
    • Membangun kemitraan dengan pemasok emas untuk menjaga ketersediaan stok.

Meski besarnya potensi terbuka lebar, perkembangan pembiayaan emas oleh multifinance masih perlu menyasar edukasi pasar agar masyarakat lebih familiar dengan produk ini. Pendekatan transparansi suku bunga dan kemudahan proses pengajuan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor ini. Selain itu, inovasi layanan dan penyesuaian produk sesuai kebutuhan konsumen juga menjadi kunci.

Para pelaku industri multifinance menilai pembiayaan emas dapat menjadi alternatif solusi di tengah perlambatan segmen kredit kendaraan bermotor. Dengan daya tarik dan nilai investasi emas yang stabil, multifinance berpotensi memperluas layanan dan meraih pangsa pasar baru yang selama ini belum tergarap optimal.

Sebagai instrumen pembiayaan baru, cicilan emas menawarkan kesempatan dan tantangan sekaligus. Kunci keberhasilannya tergantung pada sinergi antara penyedia jasa multifinance, pemasok emas, dan edukasi pasar yang efektif. Dengan demikian, pembiayaan emas bisa berkembang menjadi produk unggulan di portofolio multifinance Indonesia.

Source: finansial.bisnis.com

Terkait