Harga Minyak Sepekan: Brent dan WTI Kompak Turun Lebih dari 2 Persen

Harga minyak dunia mengalami tren penurunan selama pekan perdagangan 6 hingga 11 Oktober 2025, dengan Brent dan WTI kompak melemah lebih dari 2 persen. Pelemahan ini didorong oleh beberapa faktor utama, termasuk meningkatnya pasokan minyak global, ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah, serta antisipasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.

Pada awal pekan, Senin (6/10), terdapat optimisme pasar terkait permintaan bahan bakar di kawasan Eropa dan Tiongkok yang cukup kuat. Hal ini menyebabkan harga minyak Brent menguat lebih dari 1% ke posisi sekitar US$ 66 per barel, sementara WTI juga naik tipis ke level US$ 62,8 per barel. Namun, sentimen positif ini tidak bertahan lama setelah data cadangan minyak mentah AS menunjukkan peningkatan pada hari Selasa (7/10). Brent melemah ke kisaran US$ 65 per barel dan WTI turun ke US$ 61,5 per barel seiring bertambahnya pasokan di pasar.

Memasuki hari Rabu (8/10), harga minyak sempat menguat kembali karena penurunan stok bensin di AS yang memberi sinyal penurunan pasokan produk olahan minyak. Brent naik 1,3% menjadi sekitar US$ 66,27 per barel dan WTI naik ke US$ 63 per barel. Namun, penguatan ini kembali tertekan pada Kamis (9/10) setelah Israel dan Hamas mencapai gencatan senjata di wilayah Gaza, yang mengurangi kekhawatiran potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah. Brent dan WTI masing-masing turun ke level US$ 65,74 dan US$ 62,4 per barel.

Pada penutupan perdagangan Jumat (10/10), pelemahan berlanjut dengan Brent terdepresiasi sebesar US$ 1,03 (1,6%) ke US$ 64,56 per barel. WTI juga turun ke sekitar US$ 61,1 per barel. Dengan demikian, sepanjang pekan harga Brent tercatat melemah sekitar 2,3%, sedangkan WTI turun lebih tajam yaitu 2,8%.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Minyak

  1. Pasokan Global yang Meningkat
    Data cadangan minyak mentah Amerika Serikat yang naik menunjukkan bahwa pasokan masih melimpah. Selain itu, produksi yang cukup besar dari negara-negara produsen utama seperti AS dan Rusia menyebabkan pasar menghadapi risiko oversupply. Kondisi ini menekan harga minyak dan menghambat tren kenaikan yang berkelanjutan.

  2. Ketidakpastian Geopolitik
    Konflik di Timur Tengah selama ini menjadi salah satu faktor utama yang dapat memicu volatilitas harga minyak. Namun, tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada pekan ini meredam kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan minyak yang biasanya terjadi saat ketegangan meningkat.

  3. Kebijakan Moneter The Fed
    Pasar minyak juga sangat dipengaruhi oleh keputusan The Fed terkait suku bunga acuan. Saat ini, pelaku pasar menunggu kepastian langkah The Fed, terutama kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter yang dapat menurunkan suku bunga. Penurunan suku bunga berpotensi meningkatkan permintaan energi global, khususnya di kuartal IV tahun 2025.

Prediksi Pasar dan Implikasi

Analis pasar memperkirakan jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, maka permintaan minyak berpotensi meningkat kembali. Hal ini dipicu oleh adanya stimulus ekonomi yang dapat menggerakkan aktivitas industri dan transportasi secara global. Namun, peningkatan pasokan dari produsen besar akan menjadi tantangan utama yang membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Secara keseluruhan, walaupun harga minyak Brent dan WTI mengalami tekanan dengan koreksi lebih dari 2 persen selama pekan ini, pasar tetap waspada dan responsif terhadap dinamika geopolitik serta perkembangan kebijakan moneter global. Pemantauan kondisi pasar secara berkelanjutan menjadi penting mengingat volatilitas harga minyak yang cukup tinggi terkait faktor-faktor eksternal tersebut.

Dengan latar belakang tersebut, pelaku pasar energi dan pemerhati industri minyak dunia terus mengikuti perkembangan situasi yang akan menentukan arah pergerakan harga minyak dalam beberapa pekan mendatang. Pengaruh kebijakan bank sentral AS dan kestabilan geopolitik menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan pasar minyak dunia.

Src: https://www.beritasatu.com/ekonomi/2930510/harga-minyak-sepekan-brent-dan-wti-kompak-melemah-lebih-dari-2-persen?page=all

Exit mobile version