Polemik terkait utang Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh yang mencapai Rp 116 triliun masih menjadi sorotan publik. Meski utang ini cukup besar dan disertai beban bunga sekitar Rp 2 triliun per tahun, pemerintah telah memastikan akan melanjutkan pembangunan proyek kereta cepat hingga ke Surabaya. Proyek kereta cepat yang saat ini beroperasi dari Jakarta ke Bandung ini menjadi bagian dari rencana perluasan transportasi massal yang diprioritaskan oleh pemerintah.
Besaran Utang dan Kondisi Proyek Whoosh
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) telah berjalan sejak 2016 dan diperkirakan selesai pada 2023. Total biaya pembangunan mencapai US$ 7,26 miliar atau setara Rp 119,79 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dolar AS. Sebagian besar dana berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB). Namun, persoalan utang ini menjadi fokus utama karena membutuhkan skema pembayaran yang jelas dan berkelanjutan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa beban utang Whoosh tidak akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menegaskan tanggung jawab pembayaran menjadi kewenangan Danantara, badan usaha yang menaungi proyek KCIC. Selain itu, Danantara dianggap memiliki kapasitas finansial memadai, terutama dari dividen BUMN yang mencapai sekitar Rp 90 triliun, yang dapat digunakan untuk melunasi utang tersebut.
Langkah Penyelesaian Utang oleh Danantara
Purbaya menjelaskan bahwa saat ini Danantara tengah menyusun studi mendalam tentang skema penyelesaian utang tersebut. Pemerintah sangat mengapresiasi komitmen Danantara untuk memperbaiki tata kelola proyek agar lebih transparan dan akuntabel. “Mereka bilang akan mempelajarinya lagi dan mengusulkan hasilnya kepada kami. Kita tunggu saja,” ungkap Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara pada pertengahan Oktober 2025.
Keputusan tidak membebani APBN ini sekaligus menunjukkan sikap pemerintah yang ingin menjaga kesehatan fiskal negara sambil tetap mendukung kelangsungan proyek strategis ini. Namun, detail rencana pembayaran dan tindakan konkret masih perlu dikaji lebih lanjut.
Rencana Perluasan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Di tengah polemik utang Whoosh, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya penyelesaian masalah utang agar tidak menghambat rencana memperluas jaringan kereta cepat hingga Surabaya. AHY menyatakan bahwa walaupun hingga kini belum ada pembahasan rinci mengenai rencana pengembangan rute tersebut, pemerintah terus berkoordinasi antar lembaga untuk memastikan kelanjutan proyek besar ini.
“Kita harus segera menyelesaikan persoalan utang agar tidak menghambat rencana besar mengembangkan konektivitas dari Jakarta sampai dengan Surabaya,” kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada 20 Oktober 2025.
Pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai opsi terkait pembayaran utang, termasuk opsi apakah utang ini akan sepenuhnya dibebankan kepada Danantara atau melibatkan Kementerian Keuangan. AHY menambahkan bahwa arahan dari Presiden RI sangat dinantikan sebagai landasan menentukan langkah selanjutnya.
Tantangan dan Peluang Kereta Cepat di Indonesia
Kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikenal dengan nama Whoosh merupakan proyek strategis yang ingin mengubah wajah transportasi nasional. Selain kecepatan perjalanan, proyek ini diharapkan mampu mendukung perkembangan ekonomi dan konektivitas antar wilayah di Pulau Jawa. Namun, skala utang yang besar dan tantangan pengelolaan pembayaran menjadi kendala yang harus diatasi secara serius agar proyek tetap berjalan optimal.
Pemerintah dan Danantara diharapkan dapat merumuskan skema pembayaran yang stabil dan memungkinkan keberlanjutan proyek tanpa menimbulkan risiko fiskal bagi negara. Di sisi lain, perlu ada strategi pengelolaan risiko yang transparan sehingga kepercayaan investor dan masyarakat tetap terjaga.
Prospek Jangka Panjang
Meski menghadapi tantangan utang, proyek kereta cepat ini berpotensi menjadi tonggak penting transformasi sektor transportasi di Indonesia. Pemerintah menekankan perlunya pendekatan jangka panjang dan kolaborasi lintas kementerian serta lembaga agar pengembangan kereta cepat dapat memberi manfaat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberhasilan penyelesaian polemik utang dan kelanjutan proyek hingga Surabaya menjadi kunci dalam mewujudkan visi konektivitas Indonesia yang lebih baik dan modern. Pemerintah juga akan terus memantau dan mengkaji berbagai opsi finansial untuk memastikan kelangsungan proyek tanpa mengganggu stabilitas ekonomi negara.
Dengan dinamika ini, proyek Kereta Cepat Indonesia China (Whoosh) tetap menjadi proyek yang sangat diperhatikan, baik dari aspek teknis maupun finansial. Seiring pembahasan utang terus berjalan, publik pun menanti langkah konkret yang akan diambil untuk memastikan pembangunan infrastruktur transportasi tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang maksimal.
Src: https://www.beritasatu.com/ekonomi/2933644/nasib-kereta-cepat-jakarta-surabaya-di-tengah-polemik-utang-whoosh?page=all
