Tukin ASN ESDM Naik 100 Persen, Bahlil Tegas: Main-main Akan Dirumahkan

Pemerintah resmi menaikkan tunjangan kinerja (tukin) aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar 100 persen atau dua kali lipat dari sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan ASN sekaligus mendorong produktivitas dan kontribusi mereka dalam membangun bangsa dan negara.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, keputusan kenaikan tukin tersebut telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Bahlil, Presiden memberikan arahan tegas agar seluruh ASN di kementerian ini bekerja sungguh-sungguh. “Presiden menyampaikan salam hormat, tapi juga mengingatkan bahwa negara meminta kontribusi terbaik dari seluruh aparat di ESDM,” ujar Bahlil saat ditemui pada acara Hari Pertambangan dan Energi di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Kenaikan Tunjangan Kinerja ASN ESDM

Besaran tunjangan kinerja Kementerian ESDM sebelumnya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2018 yang membagi tunjangan ke dalam 17 kelas jabatan. Sebagai contoh, ASN dengan kelas jabatan terendah (kelas 1) menerima tukin sebesar Rp 2.531.250, sementara kelas jabatan tertinggi (kelas 17) memperoleh Rp 33.240.000 per bulan.

Dengan kenaikan 100 persen ini, secara otomatis besaran tunjangan menjadi dua kali lipat nilai tersebut. Kenaikan tukin tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal di berbagai unit kerja, mulai dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), Migas, Badan Geologi, hingga Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

Sanksi Tegas bagi ASN yang Bermain-main

Bahlil memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat dan ASN di Kementerian ESDM agar bekerja serius dan jauh dari praktik-praktik lama yang tidak sesuai aturan, terutama dalam proses pemberian izin. “Saya meminta komitmen yang kuat, ini arahan langsung dari Bapak Presiden. Bagi pejabat yang masih main-main, silakan coba nyali saya. Akan saya rumahkan,” tegas Bahlil.

Pernyataan ini mengandung ancaman tegas bahwa ASN yang terbukti melakukan penyimpangan atau tidak menunjukkan kinerja maksimal akan mendapatkan sanksi berupa penurunan jabatan atau bahkan dirumahkan. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi ASN untuk memperbaiki budaya kerja atau akan diganti oleh generasi muda yang lebih berintegritas.

Pesan Presiden Prabowo Subianto

Sebelum menyetujuinya, Presiden Prabowo memberikan pesan khusus kepada Menteri Bahlil agar pengelolaan di sektor ESDM dilakukan dengan integritas tinggi dan bebas dari praktik korupsi dan suap dalam pemberian izin serta layanan publik. Presiden menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang mencoba mempermainkan sistem.

Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam nasional agar berdampak positif pada pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Sejalan dengan itu, kementerian juga berfokus pada peningkatan profesionalitas dan sertifikasi ASN agar dapat menghadapi tantangan industri energi dan mineral di masa depan.

Implementasi dan Harapan ke Depan

Kenaikan tukin ini akan mulai diberlakukan secara bertahap sesuai aturan pelaksana yang sedang disusun Kementerian ESDM. Dengan adanya peningkatan insentif ini, diharapkan para ASN lebih termotivasi meningkatkan kualitas kerja agar target-target pembangunan energi dan sumber daya mineral bisa tercapai dengan baik.

Pemerintah juga mendorong seluruh satuan kerja dan direktorat jenderal di bawah kementerian agar lebih proaktif melakukan inovasi dan perbaikan pelayanan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk membangun tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada penerapan teknologi digitalisasi dan sistem berbasis elektronik dalam proses perizinan dan pengawasan agar proses kerja menjadi lebih efisien dan minim potensi penyimpangan.

Dengan langkah strategis ini, Kementerian ESDM ingin menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan ASN harus diimbangi dengan kinerja nyata demi kemajuan sektor energi dan sumber daya mineral yang vital bagi perekonomian nasional. Bahlil mengingatkan bahwa perjalanan reformasi masih panjang, dan peran serta ASN adalah kunci utama untuk keberhasilan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button