Laba BRI Tembus Rp41,23 Triliun per September 2025, Raih Kinerja Gemilang

Shopee Flash Sale

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil mencatat kinerja keuangan yang sangat solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp41,23 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025. Prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan yang didorong oleh fundamental bisnis yang kuat, mulai dari pertumbuhan aset, penguatan dana pihak ketiga (DPK), hingga ekspansi kredit yang sehat dan terukur.

Pertumbuhan Aset dan Dana Pihak Ketiga

Total aset BRI tercatat naik sebesar 8,2% secara tahunan menjadi sekitar Rp2.123,4 triliun hingga September 2025. Di saat yang sama, dana pihak ketiga juga mencatat kenaikan serupa sebesar 8,2% year-on-year menjadi Rp1.474,8 triliun. Direksi BRI menyoroti keberhasilan peningkatan dana murah (CASA) sebagai faktor utama penguatan likuiditas dan efisiensi pendanaan bank.

Komposisi dana murah BRI saat ini mencapai 67,6%, didukung oleh pertumbuhan CASA sebesar 14,1%. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi retail funding serta pengembangan transaction banking yang dijalankan secara konsisten.

Ekspansi Kredit yang Sehat

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 6,3% menjadi Rp1.438,1 triliun per September 2025. Bank terus menggenjot berbagai inisiatif penguatan pendanaan dan kredit, termasuk optimalisasi kanal digital, inovasi produk, penguatan fungsi pemasaran, serta sinergi dengan anak perusahaan untuk memperluas akuisisi nasabah berkualitas, khususnya melalui payroll.

Kondisi likuiditas BRI juga tetap dalam posisi yang sehat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 86,5%. Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah, menegaskan bahwa rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) perusahaan masih tinggi di angka 141,3%, yang memberikan ruang likuiditas memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Dorongan Transformasi Digital

Transformasi digital menjadi pilar penting dalam memperkuat kinerja BRI selama tahun ini. Volume transaksi di berbagai kanal layanan terus menunjukkan peningkatan signifikan, mencerminkan adaptasi nasabah yang semakin kuat terhadap layanan perbankan digital.

Aplikasi BRImo, yang kini berperan sebagai super apps BRI, mengalami lonjakan jumlah pengguna, volume transaksi, dan diversifikasi layanan. Khususnya pada segmen business merchant, volume transaksi naik 20,8% secara tahunan, sementara transaksi melalui QRIS BRI melonjak tajam hingga 133%.

Hery Gunardi menegaskan, “Semakin kuatnya ekosistem digital banking BRI tercermin dari komposisi transaksi digital yang kini mencapai 99% dari total transaksi di BRI.” Hal ini menandakan keberhasilan BRI dalam mengintegrasikan teknologi guna meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan bagi nasabah.

Strategi dan Prospek Ke depan

Kinerja keuangan BRI yang solid hingga triwulan ketiga 2025 sekaligus menunjukkan keberhasilan strategi manajemen dalam menjaga kualitas aset dan likuiditas sambil mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat. Pendekatan terintegrasi antara penguatan digital, pengelolaan dana murah, dan inovasi produk kredit menjadi fondasi utama pencapaian tersebut.

Bank berupaya terus meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi kanal digital dan sinergi antar entitas usaha. Hal ini diyakini akan memperkuat daya saing BRI di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang potensial namun penuh tantangan.

Dengan kondisi likuiditas yang kuat dan tingkat ekspansi kredit yang sehat, BRI menempatkan diri pada posisi strategis untuk mempertahankan tren pertumbuhan positif hingga akhir tahun dan periode mendatang. Perbaikan fundamental ini juga menjadi modal penting bagi bank pelat merah tersebut dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang kian ketat.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button