Selama lebih dari 25 tahun meliput perkembangan ponsel, terutama produk Samsung, berbagai rumor terkait Galaxy S26 Ultra menjadi sangat menarik untuk dianalisis. Perangkat yang akan diluncurkan pada acara Samsung Unpacked mendatang ini menghadirkan sejumlah pembaruan signifikan sekaligus beberapa fitur yang mungkin mengecewakan pengguna. Berikut ini adalah penilaian rumor-rumor tersebut, mulai dari yang paling menjanjikan hingga yang kurang meyakinkan, berdasarkan pengalaman panjang meliput lini Galaxy.
Samsung Privacy Display (8/10)
Samsung sudah memperkenalkan fitur Privacy Display sebelum peluncuran resmi Galaxy S26 Ultra. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengatur tampilan layar agar informasi sensitif hanya terlihat oleh pemiliknya. Privacy Display menggunakan kombinasi perangkat keras dan kecerdasan buatan untuk memblokir pandangan orang lain terhadap aplikasi atau data tertentu tanpa perlu mengurangi kecerahan layar secara keseluruhan.
Fitur ini dapat menjadi inovasi penting untuk keamanan data personal, terutama karena hadir sebagai bawaan sistem, menggantikan kebutuhan layar privasi terpisah yang selama ini tersedian pada beberapa produk lain.
Kamera Lebih Baik dalam Kondisi Rendah Cahaya (7/10)
Salah satu kekurangan Galaxy S25 Ultra dibandingkan pesaing utamanya, iPhone 17 Pro Max, adalah performa kamera malam yang kurang optimal. Rumor menyebutkan Galaxy S26 Ultra akan menggunakan aperture lebih besar pada kamera utama. Ini memungkinkan sensor menangkap lebih banyak cahaya untuk hasil foto dan video yang lebih terang serta jernih di kondisi minim cahaya.
Samsung juga menonjolkan bantuan AI untuk peningkatan kualitas gambar di malam hari, yang sejatinya mendukung klaim sebagai “AI Phone.” Kemampuan ini penting untuk mempertahankan posisi flagship Samsung di pasar fotografi smartphone.
Pengisian Daya Lebih Cepat 60W (6/10)
Setelah bertahan pada daya pengisian 45 watt selama beberapa generasi, Galaxy S26 Ultra dikabarkan akan meningkatkan kemampuan pengisian menjadi 60 watt. Dengan teknologi ini, ponsel dapat terisi hingga 75% dalam 30 menit, sedikit lebih cepat dari Galaxy S25 Ultra yang mencatat 71% pada pengisian 45 watt selama waktu yang sama.
Meskipun peningkatannya memang diperlukan, angka ini belum dianggap sangat revolusioner jika dibandingkan dengan beberapa pesaing yang sudah mengadopsi pengisian lebih cepat.
Performa Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 (5/10)
Galaxy S26 Ultra diperkirakan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Berdasarkan benchmark yang bocor, performa multi-core chip ini mampu mengalahkan iPhone 17 Pro Max. Namun, untuk single-core Galaxy S25 Ultra masih sedikit tertinggal.
Secara grafis, chip ini menjanjikan peningkatan yang lebih baik dibanding iPhone, mengacu pada pengujian 3DMark Wild Life pada OnePlus 15 yang menggunakan chip sama. Jadi, meski peningkatan performa terbilang standar, ada potensi grafis yang lebih unggul.
Desain yang Hanya Sedikit Diperbarui (4/10)
Secara desain, Galaxy S26 Ultra dikabarkan tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Bentuk bodi sedikit lebih membulat dan ergonomis. Ukurannya mengalami perubahan kecil seperti ketebalan yang berkurang 0,3 mm dan bobot lebih ringan sebesar 4 gram. Namun, dimensi tinggi dan lebar ponsel sedikit membesar.
Tampilan layar sedikit membesar dari 6,86 inci menjadi 6,89 inci, dan modul kamera belakang hadir dalam platform menonjol. Perubahan ini dianggap cukup minor dan mungkin kurang memberi kesan baru yang signifikan.
Kapastitas Baterai Tetap 5.000 mAh (2/10)
Galaxy S26 Ultra dikabarkan masih mempertahankan kapasitas baterai 5.000 mAh tanpa mengalami peningkatan seperti yang dilakukan beberapa pesaing. Contohnya, OnePlus 15 menggunakan baterai berkapasitas 7.300 mAh yang sanggup bertahan lebih dari 25 jam pada pengujian.
Hal ini mungkin menjadi kelemahan terutama bagi pengguna yang menginginkan ketahanan baterai lebih lama, walaupun efisiensi prosesor baru bisa menjadi faktor penyeimbang.
Tanpa Dukungan Pengisian Magnetik (1/10)
Samsung kembali tidak menyertakan dukungan pengisian magnetik pada Galaxy S26 Ultra. Meskipun ada kompatibilitas Qi2, untuk pengisian magnetik pengguna harus membeli casing khusus terpisah. Hal ini dinilai kurang praktis dibanding merek lain yang sudah mengintegrasikan fitur ini langsung dalam perangkat.
Kendala utama adalah interferensi magnet pada fungsi S Pen, sehingga Samsung memilih mengorbankannya demi menjaga fungsi stylus. Keputusan ini dinilai kontroversial karena banyak pengguna yang lebih mengutamakan kemudahan pengisian daya.
Penilaian Akhir dan Ekspektasi
Galaxy S26 Ultra menawarkan beberapa fitur menarik terutama pada sisi privasi dan fotografi malam hari yang didukung AI. Peningkatan kecepatan pengisian dan chipset baru juga menjadi nilai plus. Namun, perubahan desain serta kapasitas baterai yang stagnan bisa jadi penghambat bagi konsumen yang menginginkan inovasi nyata.
Perangkat ini diharapkan tetap mampu bersaing ketat sebagai flagship Samsung, bahkan jika beberapa fitur terasa kurang memukau. Peluncuran resmi akan mengungkap lebih jelas bagaimana semua rumor ini terwujud dalam pengalaman pengguna sehari-hari.
