Xiaomi kembali membuat gebrakan dengan menghadirkan fitur iOS Bridge dalam HyperOS 3.1. Fitur ini memungkinkan perangkat Xiaomi berinteraksi secara native dengan produk Apple, menciptakan integrasi lintas ekosistem yang belum pernah ada sebelumnya. Inovasi ini mengubah cara pengguna Android dan iPhone berkolaborasi tanpa hambatan teknologi tradisional.
Fitur iOS Bridge bukan sekadar tampilan antarmuka mirip iPhone. Xiaomi mengadopsi protokol komunikasi Apple untuk pengalaman yang lebih seamless. Pengguna Xiaomi dapat menikmati fungsi-fungsi khas iOS secara langsung tanpa perlu aplikasi pihak ketiga lain.
Interkoneksi Tanpa Batas: Fitur Utama iOS Bridge
Tiga fitur utama menjadi sorotan yang ditawarkan iOS Bridge di HyperOS 3.1:
-
Dukungan Native AirPods
Ketika AirPods dibuka di dekat ponsel Xiaomi, pop-up animasi koneksi otomatis akan muncul. Tampilan lengkap indikator baterai dan kontrol Spatial Audio bisa dinikmati layaknya pengguna iPhone. -
Transfer Berkas "Touch to Share"
Fitur ini memudahkan pengiriman foto, video, dan dokumen berukuran besar dari iPhone ke Xiaomi atau sebaliknya hanya dengan mendekatkan perangkat. Teknologi ini kompatibel dengan protokol AirDrop dan tanpa memerlukan aplikasi tambahan. - Interoperabilitas Panggilan
Pengguna bisa menjawab panggilan yang masuk ke iPhone langsung lewat tablet atau PC Xiaomi yang terhubung. Sistem menggunakan mikrofon dan speaker perangkat Xiaomi, membuat aktivitas multitasking lebih efisien.
Menurut CEO Xiaomi di ajang MWC 2026, fitur ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna multi-gadget yang mengoperasikan produk Xiaomi sekaligus perangkat Apple. Mereka ingin memberikan kemudahan tanpa harus beralih sepenuhnya ke salah satu ekosistem.
Teknologi HyperConnect Cross-Link dan Aplikasi Pendukung
Teknologi inti yang memungkinkan fitur iOS Bridge adalah HyperConnect Cross-Link, lapisan perangkat lunak baru di HyperOS. Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna iPhone wajib menginstal aplikasi “Xiaomi Interconnectivity” versi 2.0 dari Apple App Store. Aplikasi ini bertugas sebagai jembatan terenkripsi yang menyelaraskan notifikasi dan data antar perangkat secara real-time menggunakan Wi-Fi dan Bluetooth Low Energy.
Pendekatan ini tidak hanya menyatukan dua ekosistem besar, namun juga fokus pada privasi dan keamanan data dengan enkripsi end-to-end.
Jadwal Rilis dan Perangkat yang Mendukung
Pembaharuan HyperOS 3.1 dengan fitur iOS Bridge akan mulai digulirkan secara global akhir Februari. Perangkat flagship seperti seri Xiaomi 15, Xiaomi 14, serta tablet Xiaomi Pad 7 menjadi lini pertama yang mendapatkan update ini.
Selanjutnya, fitur ini akan diperluas ke jajaran perangkat Redmi dan POCO secara bertahap hingga kuartal kedua. Langkah ini menunjukkan komitmen Xiaomi menggarap interoperabilitas sebagai tren masa depan dalam teknologi konsumen.
Dampak untuk Ekosistem Android dan Apple
Hadirnya iOS Bridge menjadi indikator perubahan paradigma teknologi. Persaingan eksklusif antara Android dan Apple bergeser ke arah kolaborasi yang lebih inklusif. Pengguna kini lebih mudah menggabungkan keunggulan kedua dunia tanpa kompromi signifikan.
Fitur ini berpotensi membuka peluang baru dalam pemanfaatan perangkat multi-ekosistem dan memperluas cakupan inovasi lintas platform di industri smartphone global. Pengalaman pengguna menjadi semakin mulus dan produktif, sekaligus menambah nilai bagi konsumennya.
iOS Bridge di Xiaomi HyperOS terbaru menandai langkah besar menuju era teknologi yang mengedepankan kemudahan interoperabilitas. Dengan dukungan teknologi canggih dan ekosistem yang terus berkembang, masa depan integrasi perangkat pintar terlihat lebih dekat dan inklusif dibanding sebelumnya.
