
Infinix Note 60 Pro dan Redmi Note 15 Pro+ sama-sama menggunakan chipset Snapdragon 7s Gen 4 yang berbasis fabrikasi 4nm. Keunggulan chipset ini menghadirkan performa kelas menengah premium dengan efisiensi daya tinggi. Namun, dalam pasar kelas menengah, harga kedua smartphone ini cukup berbeda, dan hal ini memicu pertanyaan mengapa banderolnya tidak serupa meski mereka berbagi dapur pacu yang sama.
Perbedaan harga antara Infinix Note 60 Pro dan Redmi Note 15 Pro+ dapat dilacak ke sejumlah fitur dan aspek lain selain chipset. Penyebab utama terletak pada kombinasi desain, teknologi layar, kamera, pengisian daya, sertifikasi ketahanan, dan strategi branding masing-masing produsen.
Desain dan Layar: Infinix dengan Refresh Rate Lebih Tinggi
Infinix Note 60 Pro mengusung layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Redmi Note 15 Pro+ yang menggunakan AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate 120Hz. Perbedaan 24Hz ini mungkin kecil, tetapi bisa dirasakan terutama oleh pengguna yang mengutamakan kelancaran animasi, seperti gamer.
Redmi Note 15 Pro+ menawarkan layar sedikit lebih besar, tetapi refresh rate yang lebih rendah ini menunjukkan bahwa Infinix menempatkan fokus pada pengalaman visual yang lebih halus. Bagi sebagian pengguna yang mengutamakan konsumsi konten biasa, perbedaan refresh rate ini mungkin tidak terlalu mencolok.
Performa: Skor Benchmark Mirip, Optimasi yang Berbeda
Meski keduanya memakai Snapdragon 7s Gen 4, hasil pengujian AnTuTu 11 menunjukkan perbedaan skor. Infinix Note 60 Pro memperoleh skor sekitar 1,10 juta poin, sedangkan Redmi Note 15 Pro+ sekitar 1,04 juta poin. Selisih ini diduga berasal dari optimasi perangkat lunak dan sistem pendinginan yang berbeda pada setiap ponsel.
Namun, dalam penggunaan sehari-hari, performa keduanya tidak jauh berbeda. RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.2 yang digunakan juga sudah cukup menunjang aktivitas multitasking, gaming, dan editing ringan.
Kamera: Fokus pada Resolusi vs Bukaan Besar
Perbedaan paling mencolok terletak pada sektor kamera. Redmi Note 15 Pro+ mengandalkan sensor utama 200MP lengkap dengan OIS, memberikan keunggulan dalam hal resolusi tinggi untuk detail maksimal dan fleksibilitas cropping. Ini adalah nilai jual utama Redmi yang menargetkan konsumen yang menyukai angka besar untuk daya tarik pemasaran.
Sebaliknya, Infinix Note 60 Pro memakai sensor 50MP dengan bukaan besar f/1.59 dan juga dilengkapi OIS. Bukaan besar ini memungkinkan sensor menangkap lebih banyak cahaya, sehingga foto dalam kondisi minim cahaya berpotensi lebih bagus. Strategi Infinix lebih mengutamakan kualitas gambar di berbagai kondisi, bukan hanya sebatas angka megapiksel tinggi.
Baterai dan Pengisian Daya: Pengisian Nirkabel Jadi Nilai Tambah Infinix
Kapasitas baterai kedua ponsel sama-sama besar, yakni 6.500mAh, yang kini menjadi standar baru di kelas menengah premium. Namun, pengisian daya yang ditawarkan berbeda.
Redmi Note 15 Pro+ membawa pengisian kabel super cepat 100W, memungkinkan pengisian dalam waktu singkat. Sementara Infinix Note 60 Pro menawarkan pengisian kabel dengan daya 90W, sedikit lebih rendah, namun menambahkan pengisian nirkabel 30W. Fitur pengisian nirkabel ini termasuk jarang ditemui di segmen harga sekitar lima jutaan.
Ketahanan Fisik: Sertifikasi IP sebagai Faktor Pembeda
Redmi Note 15 Pro+ telah mengantongi sertifikasi IP69K, menunjukkan ketahanan terhadap debu dan semprotan air bertekanan tinggi. Kondisi ini membuat ponsel lebih tangguh di lingkungan ekstrem atau saat mobilitas tinggi.
Infinix Note 60 Pro memiliki sertifikasi IP64 yang efektif melindungi dari percikan air dan debu ringan. Ini tentu membuat Redmi unggul soal daya tahan fisik jika dibandingkan versi Infinix.
Harga dan Strategi Pasar
Infinix Note 60 Pro menawarkan varian 8GB/256GB di harga Rp5.499.000 dan opsi 12GB/256GB pada Rp5.999.000. Sedangkan Redmi Note 15 Pro+ dibanderol mulai Rp5.999.000 untuk 8GB/256GB dan varian 12GB/512GB mencapai Rp6.799.000. Selisih harga ini cukup signifikan untuk produk dengan chipset serupa.
Beberapa faktor menyumbang perbedaan harga ini, antara lain sensor kamera 200MP Redmi, sertifikasi IP69K yang lebih tinggi, dan posisi brand Redmi yang telah mapan di segmen menengah premium. Infinix memasuki pasar dengan harga lebih agresif dan fitur tambahan seperti wireless charging, yang menjadi nilai jual khusus bagi sebagian konsumen.
Perbedaan Fitur Utama dalam Bentuk Tabel
| Fitur | Infinix Note 60 Pro | Redmi Note 15 Pro+ |
|---|---|---|
| Chipset | Snapdragon 7s Gen 4 | Snapdragon 7s Gen 4 |
| Layar | AMOLED 6,78” 144Hz, 1,5K | AMOLED 6,83” 120Hz, 1,5K |
| Kamera Utama | 50MP, f/1.59, OIS | 200MP, OIS |
| Baterai | 6.500mAh | 6.500mAh |
| Pengisian Kabel | 90W | 100W |
| Pengisian Nirkabel | 30W | Tidak ada |
| Sertifikasi IP | IP64 | IP69K |
| Harga Varian Dasar | Rp5.499.000 (8GB/256GB) | Rp5.999.000 (8GB/256GB) |
Perbedaan harga yang signifikan tersebut tidak hanya dari spek teknis, tapi juga berasal dari strategi positioning dan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen pasar masing-masing brand.
Pemilihan antara Infinix Note 60 Pro dan Redmi Note 15 Pro+ kembali kepada prioritas pengguna. Jika menginginkan refresh rate layar lebih tinggi dan pengisian nirkabel di harga lebih terjangkau, Infinix menjadi pilihan relevan. Sedangkan untuk kebutuhan kamera beresolusi tinggi dan ketahanan fisik maksimal, Redmi yang unggul meski dengan harga sedikit lebih mahal.
Perbandingan ini menegaskan bahwa konsumen Indonesia kini memiliki opsi dalam kelas menengah dengan spesifikasi mendekati flagship. Persaingan fitur dan harga membuat pasar smartphone tetap dinamis dan kompetitif.





