Samsung dikabarkan sedang menyiapkan ponsel lipat baru dengan pendekatan berbeda dari seri Galaxy Z Fold yang ada saat ini. Bocoran terbaru menyebut perangkat ini akan membawa layar utama 7,6 inci dan baterai 4.800mAh, dua spesifikasi yang langsung menarik perhatian pasar foldable premium.
Informasi itu penting karena perangkat ini disebut mengusung format “wide-foldable” atau lipat lebar. Artinya, Samsung tidak hanya mempertahankan desain lipat bergaya buku yang tinggi dan ramping, tetapi juga menyiapkan opsi baru dengan bentuk lebih pendek dan lebih lebar saat dibuka.
Bocoran layar 7,6 inci dan baterai 4.800mAh
Menurut bocoran dari tipster Digital Chat Station yang dikutip media teknologi Gizmochina, ponsel lipat lebar Samsung akan memakai layar dalam berukuran 7,6 inci. Ukuran ini setara dengan layar utama pada lini foldable book-style Samsung saat ini, tetapi perbedaannya disebut terletak pada rasio layar.
Perangkat ini diperkirakan mengusung layout mendekati 4:3 saat dibuka. Format yang lebih lebar seperti ini dinilai lebih ideal untuk membaca, mengetik, berkirim pesan, hingga menonton video karena tampil lebih natural seperti tablet mini.
Untuk daya, bocoran yang sama menyebut Samsung akan memakai baterai dual-cell dengan kapasitas tipikal sekitar 4.800mAh. Rinciannya terdiri dari dua sel berkapasitas 2.267mAh dan 2.393mAh, dengan total kapasitas minimum sekitar 4.660mAh.
Konfigurasi dual-cell bukan hal baru di segmen ponsel lipat. Desain ini umum dipakai karena memungkinkan baterai dibagi ke dua sisi bodi, sehingga ruang internal yang kompleks tetap bisa dimanfaatkan secara efisien.
Chipset kelas flagship
Selain layar dan baterai, perangkat ini juga disebut akan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Jika informasi ini akurat, performanya akan sejajar dengan perangkat lipat premium Samsung berikutnya, termasuk Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8.
Pemakaian chipset flagship memberi sinyal bahwa Samsung tidak menempatkan model ini sebagai eksperimen kelas menengah. Sebaliknya, perangkat tersebut tampaknya disiapkan sebagai opsi foldable premium yang tetap mengutamakan performa tinggi.
Chip kelas atas juga penting untuk perangkat lipat karena beban kerjanya lebih berat. Layar besar, multitasking, mode split-screen, hingga fitur AI on-device membutuhkan efisiensi daya dan kemampuan grafis yang kuat.
Apa bedanya dengan Galaxy Z Fold biasa
Meski ukuran layar utama sama-sama 7,6 inci, karakter perangkat ini diperkirakan berbeda dari Galaxy Z Fold konvensional. Fokus utamanya ada pada bentuk bodi dan rasio panel yang lebih lebar.
Secara sederhana, perbedaannya bisa dilihat pada poin berikut:
- Layar utama tetap 7,6 inci.
- Rasio layar diperkirakan lebih mendekati 4:3.
- Bodinya disebut lebih pendek dan lebih lebar.
- Cover display kemungkinan terasa lebih nyaman untuk mengetik.
- Pengalaman saat dibuka diposisikan lebih mirip tablet ringkas.
Bagi pengguna, pendekatan ini bisa menjawab salah satu kritik umum pada foldable bergaya tinggi dan sempit. Cover screen yang terlalu ramping sering dianggap kurang nyaman untuk penggunaan cepat sehari-hari, terutama saat mengetik dengan dua ibu jari.
Indikasi peluncuran semakin kuat
Laporan tersebut juga menyebut perangkat ini akan tersedia di pasar domestik Samsung. Itu berarti setidaknya ada rencana peluncuran di Korea Selatan, meski belum ada kepastian apakah distribusinya akan langsung meluas ke pasar global.
Sinyal ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang menyebut Samsung tengah mengeksplorasi beberapa desain ponsel lipat sekaligus. Dengan kata lain, model wide-foldable ini kemungkinan tidak menggantikan Galaxy Z Fold yang sudah ada, melainkan hadir sebagai pilihan baru dalam portofolio foldable Samsung.
Bocoran desain perangkat serupa juga sempat muncul dari build One UI 9. Kemunculan jejak perangkat di perangkat lunak internal biasanya belum bisa dianggap sebagai konfirmasi final, tetapi cukup sering menjadi petunjuk bahwa produk sudah masuk tahap pengembangan yang lebih serius.
Posisi Samsung di pasar foldable
Jika perangkat ini benar-benar meluncur, Samsung bisa memperluas persaingan di kategori ponsel lipat layar lebar. Di pasar global, Samsung dan Apple disebut berpotensi menjadi pemain besar di segmen ini, sementara Huawei dan merek lain diperkirakan akan lebih agresif di pasar China.
Langkah Samsung juga menunjukkan bahwa pasar foldable belum mencapai bentuk final. Produsen besar masih terus menguji format terbaik, mulai dari model clamshell, book-style, tri-fold, hingga desain lebar yang mencoba menyeimbangkan fungsi ponsel dan tablet dalam satu perangkat.
Meski begitu, seluruh informasi ini masih berstatus bocoran. Samsung dikenal sering mengembangkan perangkat eksperimental yang tidak selalu berujung pada peluncuran komersial, namun derasnya detail yang mulai muncul memperlihatkan bahwa proyek ponsel lipat lebar ini semakin dekat ke tahap produk nyata dan layak dipantau sebagai calon pesaing baru di kelas foldable premium.
