iPhone Air Menyalip Galaxy S25 Edge, Bahkan Unggul di Kandang Samsung

Author: Qoo Media

Minat pasar terhadap ponsel flagship supertipis ternyata tidak sebesar yang diperkirakan. Namun di antara dua nama besar yang mencoba kategori ini, iPhone Air terlihat lebih unggul dibanding Galaxy S25 Edge dalam penggunaan nyata di sejumlah pasar penting.

Data pembanding ini memberi gambaran bahwa desain tipis saja tidak cukup untuk menjamin penerimaan luas. Meski Samsung lebih dulu meluncurkan perangkatnya, tren penggunaan menunjukkan iPhone Air justru lebih banyak dipakai, termasuk di Korea Selatan yang selama ini dikenal sebagai kandang Samsung.

Data penggunaan menunjukkan iPhone Air lebih unggul

Rujukan utama datang dari Ookla, perusahaan di balik layanan Speedtest. Berdasarkan sampel penggunaan Speedtest pada kuartal keempat, pangsa perangkat iPhone Air tercatat lebih tinggi daripada Galaxy S25 Edge di beberapa negara.

Di Korea Selatan, iPhone Air menguasai 11,2% dari perangkat dalam kategori pembanding yang menggunakan layanan tersebut. Galaxy S25 Edge berada di bawahnya dengan 8,7%, sebuah selisih yang penting karena pasar itu merupakan basis utama Samsung.

Perbedaan menjadi jauh lebih lebar di Amerika Serikat. Di pasar ini, iPhone Air mencatat 6,8%, sementara Galaxy S25 Edge hanya 2,4%, atau tertinggal hampir tiga banding satu.

Artikel referensi juga menyebut penetrasi Galaxy S25 Edge berada di bawah 1% di pasar seperti Inggris dan Korea Selatan. Terlepas dari kemungkinan adanya keterbatasan detail dalam metode sampel, angka itu tetap memperlihatkan arah tren yang jelas.

Apa arti angka ini bagi persaingan Apple dan Samsung

Data penggunaan Speedtest bukan laporan penjualan resmi. Namun angka tersebut sering dipakai sebagai indikator adopsi perangkat, karena merekam ponsel yang benar-benar aktif digunakan oleh konsumen.

Dalam konteks ini, iPhone Air terlihat “completely slim mogged” Galaxy S25 Edge karena unggul bukan hanya di satu wilayah. Apple bahkan mampu melampaui Samsung di segmen ponsel tipis premium, termasuk di pasar asal rivalnya sendiri.

Keunggulan ini penting karena kedua produk sama-sama hadir untuk menguji selera konsumen terhadap flagship yang lebih ramping. Jika perangkat yang lebih sering muncul dalam data penggunaan adalah iPhone Air, maka posisi Apple dalam membaca pasar tampak lebih kuat.

Mengapa iPhone Air lebih mudah diterima

Artikel referensi menilai basis pelanggan Apple yang sangat loyal menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, positioning premium Apple kemungkinan membantu iPhone Air tetap menarik meski kategori ponsel supertipis belum menjadi kebutuhan massal.

Di sisi lain, Galaxy S25 Edge disebut sebagai perangkat yang “secara objektif” lebih baik dalam beberapa aspek. Namun kualitas produk tidak selalu berbanding lurus dengan adopsi pasar, terutama ketika keputusan beli juga dipengaruhi ekosistem, citra merek, dan kebiasaan pengguna.

Bagi banyak konsumen, iPhone bukan sekadar perangkat keras. Integrasi dengan layanan Apple, familiaritas antarmuka, dan persepsi eksklusivitas sering menjadi pembeda yang sulit disaingi meski kompetitor menawarkan spesifikasi yang lebih agresif.

Pasar ponsel supertipis belum tentu berumur panjang

Menariknya, baik Apple maupun Samsung disebut mulai melihat bahwa minat terhadap format ini tidak setinggi ekspektasi awal. Karena itu, penerus iPhone Air dan Galaxy S25 Edge dilaporkan belum tentu hadir pada siklus produk berikutnya.

Situasi ini menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, Apple menang dalam duel produk tipis premium kali ini, tetapi kedua merek tetap belum berhasil membuktikan bahwa segmen tersebut akan menjadi arus utama.

Bagi industri, hasil ini menjadi pengingat bahwa inovasi desain harus dibarengi nilai praktis yang jelas. Ponsel yang lebih tipis memang menarik secara visual, tetapi konsumen flagship tetap mempertimbangkan baterai, kamera, kenyamanan genggaman, dan daya tahan sebagai faktor utama.

Ringkasan angka penting dari data Ookla

  1. Korea Selatan: iPhone Air 11,2%, Galaxy S25 Edge 8,7%.
  2. Amerika Serikat: iPhone Air 6,8%, Galaxy S25 Edge 2,4%.
  3. Inggris dan sejumlah pasar lain: penetrasi Galaxy S25 Edge dilaporkan di bawah 1%.

Angka-angka itu tidak otomatis setara dengan total penjualan global. Namun sebagai cerminan perangkat yang aktif dipakai, hasil tersebut cukup untuk menunjukkan bahwa iPhone Air memiliki daya tarik pasar yang lebih kuat.

Persaingan ini juga memperlihatkan pola yang sudah sering muncul di kelas premium. Apple tidak selalu menjadi yang paling berani di atas kertas, tetapi sering lebih efektif mengubah konsep produk menjadi adopsi konsumen yang nyata.

Jika tren ini berlanjut, iPhone Air akan dikenang sebagai eksperimen desain tipis yang lebih berhasil mendapat tempat di tangan pengguna. Sementara itu, Galaxy S25 Edge menunjukkan bahwa menjadi lebih dulu hadir di pasar tidak selalu berarti menjadi pemenang dalam penggunaan sehari-hari.

Source: www.sammobile.com
Terbaru