Harga Galaxy A57 Tembus Rp 7,9 Juta, A37 Ikut Naik di Kelas Menengah

Samsung disebut tengah menyiapkan dua ponsel lini menengah anyar, yaitu Galaxy A57 dan Galaxy A37. Bocoran yang beredar dari sejumlah toko online di Afrika, termasuk Kenya, memberi gambaran awal soal harga, varian memori, dan peningkatan spesifikasi yang bakal dibawa kedua perangkat ini.

Informasi tersebut menarik perhatian karena harga jualnya tampak berada di atas beberapa model pendahulu. Di sisi lain, Samsung juga disebut menyiapkan kombinasi chipset baru, layar lebih terang, dan dukungan pembaruan perangkat lunak panjang yang bisa menjadi nilai jual utama saat kedua ponsel ini resmi diumumkan.

Bocoran harga Galaxy A57 dan A37

Di pasar Kenya, Galaxy A37 muncul dalam tiga pilihan konfigurasi memori. Varian 6/128 GB dibanderol KES 39.000, model 8/128 GB dijual KES 48.000, dan versi 8/256 GB berada di angka KES 57.000.

Untuk Galaxy A57, bocoran harga menunjukkan dua varian yang tersedia. Model 8/128 GB disebut dijual KES 56.000, sedangkan versi 8/256 GB dipatok KES 64.000.

Berikut rangkuman harga yang beredar:

  1. Galaxy A37 6/128 GB: KES 39.000
  2. Galaxy A37 8/128 GB: KES 48.000
  3. Galaxy A37 8/256 GB: KES 57.000
  4. Galaxy A57 8/128 GB: KES 56.000
  5. Galaxy A57 8/256 GB: KES 64.000

Bocoran ini masih bisa berubah saat peluncuran resmi, termasuk saat masuk ke pasar Indonesia. Perbedaan pajak, biaya distribusi, dan strategi penjualan Samsung di tiap negara biasanya ikut memengaruhi harga akhir.

Jika mengacu pada posisi generasi sebelumnya, Galaxy A36 sebelumnya meluncur mulai Rp 5,2 juta, sedangkan Galaxy A56 dibanderol Rp 6,2 juta untuk versi termurah. Karena itu, kisaran harga Galaxy A57 dan A37 yang beredar saat ini masih dinilai masuk akal bila Samsung mempertahankan pola harga serupa.

Spesifikasi yang ikut terungkap

Dari sisi dapur pacu, Galaxy A37 dikabarkan memakai Exynos 1480. Galaxy A57 berada satu tingkat di atasnya dengan Exynos 1680, yang disebut lebih baru dan lebih bertenaga.

Keduanya sama-sama disiapkan dengan RAM hingga 8 GB dan penyimpanan internal hingga 256 GB. Namun, Galaxy A37 disebut memiliki opsi 6 GB RAM di beberapa pasar, sehingga memberi pilihan yang lebih luas bagi konsumen.

Layar, baterai, dan fitur utama

Samsung tampaknya mempertahankan panel OLED 6,7 inci pada kedua model ini. Layar tersebut membawa resolusi Full HD+ dan refresh rate 120 Hz, yang membuat animasi terasa lebih mulus saat dipakai bermain gim atau menjelajah media sosial.

Tingkat kecerahan keduanya mencapai 1.900 nits. Angka ini penting untuk penggunaan luar ruang karena layar tetap lebih mudah dibaca di bawah sinar matahari.

Perbedaan kecil namun penting muncul pada dukungan HDR10+. Fitur ini sudah disebut hadir di Galaxy A57, sedangkan Galaxy A37 tidak mendapatkannya menurut bocoran yang beredar.

Untuk baterai, kedua perangkat dibekali kapasitas 5.000 mAh. Samsung juga menyiapkan dukungan pengisian cepat 45W, tetapi belum ada tanda kehadiran pengisian nirkabel di lini ini.

Perbedaan desain dan ketahanan

Galaxy A57 disebut hadir dengan rangka aluminium untuk memberi kesan lebih premium. Galaxy A37 tetap memakai rangka plastik, meski keduanya sama-sama dilindungi Gorilla Glass Victus+.

Keduanya juga membawa sertifikasi IP67, yang berarti tahan debu dan tahan air dalam batas tertentu. Kombinasi ini membuat jaannya lebih aman untuk penggunaan harian, terutama bagi pengguna yang menginginkan ponsel menengah dengan durabilitas tinggi.

Sistem operasi dan dukungan jangka panjang

Galaxy A57 dan A37 dikabarkan berjalan dengan Android 16 dan antarmuka One UI 8.5. Samsung juga disebut menyiapkan hingga enam kali pembaruan sistem operasi, yang menjadi salah satu keunggulan besar jika dibandingkan dengan banyak rival di kelas menengah.

Dukungan software panjang dapat meningkatkan nilai pakai perangkat dalam jangka waktu lama. Bagi konsumen yang mencari ponsel untuk dipakai beberapa tahun, faktor ini bisa menjadi pertimbangan penting selain harga dan performa.

Dengan bocoran yang sudah beredar, Galaxy A57 dan A37 terlihat diposisikan untuk menyasar pembeli yang menginginkan layar besar, baterai tahan lama, dan dukungan update panjang. Jika harga akhirnya tidak jauh dari bocoran, Samsung berpeluang menjaga daya saing dua model ini di segmen menengah yang semakin ketat.

Berita Terkait

Back to top button