iPhone lipat milik Apple kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebut ada sedikit penundaan di tahap produksi. Meski begitu, perangkat yang kerap dijuluki iPhone Ultra itu masih diperkirakan tetap meluncur dan langsung masuk ke persaingan ponsel lipat premium.
Kabar ini menarik perhatian karena harga yang beredar tergolong sangat tinggi dan memicu reaksi publik. Apple juga belum memberi konfirmasi resmi, sehingga informasi yang tersedia masih bertumpu pada laporan media dan sumber rantai pasok.
Produksi Mundur, Tapi Jadwal Rilis Masih Dibahas
Laporan dari DigiTimes melalui MacRumors menyebut Apple menargetkan produksi massal dimulai pada awal Agustus. Jadwal itu disebut mundur sekitar satu hingga dua bulan dari rencana awal yang sebelumnya berada di Juni.
Penundaan tersebut dikaitkan dengan tantangan pada tahap Engineering Validation Test atau EVT. Tahap ini penting karena menjadi bagian saat perusahaan menyempurnakan desain perangkat sebelum masuk ke produksi besar-besaran.
Walau ada perubahan jadwal di tahap produksi, laporan itu menilai penundaan belum cukup parah untuk mengganggu rencana peluncuran secara total. Sejumlah pengamat masih melihat Apple tetap pada target peluncuran yang dekat dengan lini iPhone 18.
Masih Ada Harapan Rilis Bersamaan dengan iPhone 18
Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, masih meyakini iPhone Ultra akan hadir berbarengan dengan iPhone 18 pada September mendatang. Pandangan ini memberi gambaran bahwa Apple belum sepenuhnya mengubah rencana besarnya untuk perangkat lipat tersebut.
Namun, pandangan berbeda datang dari media Jepang Nikkei yang menyebut masalah produksi bisa saja mendorong peluncuran mundur hingga 2027. Perbedaan laporan ini menunjukkan bahwa posisi iPhone lipat Apple masih berada dalam fase penuh spekulasi.
Dalam skenario yang paling optimistis, Apple hanya perlu menghadapi jadwal produksi yang lebih ketat dari biasanya. Dampak yang paling mungkin justru terasa pada jumlah unit yang tersedia saat hari pertama penjualan.
Stok Awal Diperkirakan Terbatas
Ponsel lipat dengan desain kompleks biasanya membutuhkan proses produksi yang lebih rumit. Karena itu, produk seperti iPhone Ultra berpotensi hadir dengan stok terbatas pada fase awal penjualan.
Kondisi tersebut bisa membuat perangkat ini sulit didapatkan pada momen peluncuran perdana. Jika hal itu terjadi, iPhone Ultra dapat langsung masuk ke kategori barang yang banyak diburu dan cepat habis.
Situasi ini juga sejalan dengan strategi yang kerap dipakai produsen untuk produk premium. Apple tampaknya ingin menempatkan ponsel lipat ini sebagai perangkat eksklusif, bukan sebagai pengganti iPhone reguler.
Layar Besar Jadi Daya Tarik Utama
Dari sisi spesifikasi, laporan yang beredar menyebut iPhone Ultra akan membawa layar luar sekitar 5,5 inci. Saat dibuka penuh, panel utamanya dikabarkan berukuran 7,8 inci.
Ukuran tersebut menempatkannya di kelas yang mirip dengan ponsel lipat bergaya buku seperti Samsung Galaxy Z Fold. Dengan format itu, Apple diperkirakan ingin menyasar pengguna yang mencari layar besar dalam perangkat yang tetap bisa dilipat dan dibawa lebih ringkas.
Jika spesifikasi tersebut benar, iPhone lipat ini akan menjadi langkah penting bagi Apple di segmentasi yang selama ini sudah lebih dulu dikuasai pemain lain. Namun, fokus perhatian publik saat ini justru mengarah pada harga yang disebut akan sangat tinggi.
Harga Fantastis Jadi Sorotan
Harga iPhone Ultra diprediksi berada di kisaran 2.000 dolar AS hingga 2.500 dolar AS. Jika mengacu pada angka yang beredar, banderol itu setara sekitar Rp32,8 juta hingga Rp41 juta.
Nominal tersebut membuat iPhone Ultra berpeluang menjadi iPhone termahal yang pernah dibuat Apple. Tidak heran bila rumor harga ini langsung memancing kehebohan, terutama karena pasar ponsel lipat masih identik dengan segmen premium.
Banderol setinggi itu juga memperkuat dugaan bahwa Apple tidak akan memposisikan perangkat ini sebagai produk massal. Sebaliknya, iPhone Ultra tampaknya disiapkan sebagai flagship eksklusif dengan produksi terbatas dan target konsumen yang sangat spesifik.
Apple memang belum membuka detail resmi soal ponsel lipat pertamanya. Namun, rangkaian laporan yang terus bermunculan menunjukkan bahwa iPhone Ultra sudah menjadi salah satu perangkat paling dinanti, sekaligus paling banyak dibicarakan, di tengah ekspektasi publik terhadap langkah Apple ke pasar ponsel lipat premium.
