Galaxy S26 Makin Kuat, Tapi Harga Naik Dan Komprominya Tak Untuk Semua Orang

Samsung kembali mengubah arah pada lini flagship entry-levelnya lewat Galaxy S26. Ponsel ini memang membawa peningkatan yang terasa, tetapi kenaikan harga membuatnya tidak lagi cocok untuk semua orang.

Perangkat ini hadir sebagai flagship ringkas dengan spesifikasi premium, namun nilai belinya kini lebih selektif. Bagi pengguna yang menginginkan ponsel kecil, bertenaga, dan tetap terasa mewah, Galaxy S26 masih punya alasan kuat untuk dipertimbangkan.

Harga naik, tetapi Samsung tidak datang dengan tangan kosong

Galaxy S26 dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan RAM 12GB, kombinasi yang menempatkannya di kelas performa tinggi. Samsung juga menaikkan kapasitas baterai menjadi 4.300mAh dari 4.000mAh pada model sebelumnya, meski bodinya tetap tipis dengan ketebalan 7,2mm.

Harga awalnya dimulai dari $900 untuk varian 256GB, lalu naik menjadi $1,000 untuk opsi 512GB. Ini membuat Galaxy S26 terasa lebih mahal untuk ponsel berukuran compact, walau peningkatan yang dibawa cukup nyata.

Desain tetap familiar dan nyaman digenggam

Samsung tidak mengubah bahasa desainnya secara besar-besaran, sehingga Galaxy S26 tetap terlihat seperti keluarga flagship Samsung terbaru. Namun, pendekatan yang konsisten itu justru membantu menciptakan perangkat yang enak digunakan sehari-hari.

Bobot 167 gram membuatnya ringan, sementara rangka aluminium dan perlindungan Gorilla Glass Victus 2 di bagian depan serta belakang memberi kesan premium. Tombol terasa solid dan sensor sidik jarinya bekerja cepat, sehingga pengalaman fisiknya tetap kuat meski bentuknya sederhana.

Layar jadi salah satu nilai jual utama

Panel OLED LTPO AMOLED 6,3 inci menjadi salah satu daya tarik paling mudah dirasakan. Resolusi 1080p memang belum setajam QHD+ milik model Samsung yang lebih besar, tetapi pada layar compact, kualitasnya tetap terlihat tajam dan menyenangkan.

Layar Galaxy S26 juga disebut terang dan hidup, dengan visibilitas luar ruangan yang baik. Pada model standar ini, absennya Privacy Display seperti di Galaxy S26 Ultra bahkan memberi sudut pandang yang lebih baik.

Kamera masih kuat, tetapi bukan lompatan besar

Samsung masih memakai kombinasi kamera 50MP utama, 10MP telephoto, dan 12MP ultrawide. Susunan ini sama dengan generasi sebelumnya, sehingga mereka yang berharap lompatan hardware besar mungkin akan merasa kurang puas.

Meski begitu, hasil fotonya tidak bisa dianggap biasa saja. Galaxy S26 tetap menghasilkan warna yang cerah dan menarik untuk foto yang siap dibagikan di media sosial, sementara performa low-light masih tergolong solid.

Kamera depan 12MP juga bekerja baik untuk selfie dan mode portrait. Deteksi tepi dinilai rapi, dan kualitas speaker stereo ikut memperkuat pengalaman multimedia secara keseluruhan.

Daya tahan baterai dan pengisian masih menyisakan catatan

Meski kapasitas baterai naik, kecepatan pengisian di model dasar ini tidak ikut mengejar varian yang lebih mahal. Galaxy S26 masih bertahan pada pengisian kabel 25W, wireless 15W, dan reverse wireless charging 4,5W.

Samsung juga belum menyertakan dukungan Qi2 langsung di bodi perangkat, sehingga aksesori Qi2 tetap bergantung pada casing. Namun dari sisi daya tahan, baterainya dinilai cukup kuat untuk penggunaan seharian penuh, bahkan menyisakan cadangan hingga malam hari berikutnya.

One UI 8.5 memberi pengalaman yang matang

Galaxy S26 menjalankan Android 16 dengan One UI 8.5, dan antarmukanya terasa halus. Samsung memberi beberapa penyesuaian kecil yang berguna, termasuk opsi pengaturan Quick Panel yang lebih fleksibel dan fitur Now Nudge yang mirip dukungan konteks ala Google Magic Cue.

Galaxy AI juga tampil penuh lewat Now Brief, meski fitur ini disebut terlalu agresif menampilkan cuaca dan berita yang tidak selalu dibutuhkan. Sebaliknya, Now Bar dinilai sangat membantu karena memudahkan kontrol media, pembaruan olahraga, hingga navigasi Google Maps dari layar kunci.

Samsung juga menjanjikan 7 tahun dukungan software untuk Galaxy S26. Dalam praktiknya, ini menambah nilai jangka panjang bagi pengguna yang tidak ingin sering berganti ponsel, apalagi kualitas panggilan pada perangkat ini juga dinilai sangat baik.

Masih menarik, tetapi untuk pembeli yang tepat

Galaxy S26 lebih cocok untuk pengguna yang memprioritaskan performa mentah, layar bagus, dan ukuran yang ringkas. Namun di harga $900, ponsel ini jelas bukan pilihan yang otomatis cocok untuk semua orang, terutama saat beberapa aspek penting seperti kamera dan pengisian daya masih terasa konservatif.

Dengan risiko harga yang naik, Galaxy S26 kini menjadi flagship yang lebih spesifik sasaran pasarnya. Bagi penggemar Samsung yang mencari ponsel compact dengan tenaga besar dan pengalaman harian yang matang, perangkat ini masih sangat layak dilirik.

Terkait