Saya Uji Semua Rilis HP 2026, Ternyata Yang Layak Dibeli Justru Model Lama

Author: Qoo Media

Pasar smartphone memasuki fase yang kurang ramah bagi pembeli. Tekanan pasokan chip memori membuat banyak ponsel baru terjual dengan harga lebih tinggi, sementara peningkatan fiturnya tidak selalu terasa signifikan.

Kondisi itu mengubah cara memilih ponsel seperti yang terlihat dari deretan rilis terbaru. Untuk banyak orang, perangkat yang dirilis pada 2025 justru menawarkan nilai beli yang lebih kuat daripada model yang muncul sesudahnya.

Tekanan biaya ikut mengubah isi kotak pembelian

Laporan IDC yang dikutip ZDNET menyebut kelangkaan chip DRAM dan NAND memberi tekanan pada pasar PC, smartphone, dan perangkat konsumen lain. IDC juga memperkirakan pasar smartphone masih akan berada di bawah tekanan, karena biaya komponen memori sangat memengaruhi struktur harga sebuah ponsel.

IDC menjelaskan bahwa memori bisa menyumbang 15-20% dari total bill of materials pada ponsel kelas menengah. Pada flagship, porsinya sekitar 10-15%, sehingga lonjakan harga memori memaksa produsen menaikkan harga, memangkas spesifikasi, atau melakukan keduanya.

Data Counterpoint Research pada Februari juga memperkuat sinyal itu. Harga RAM disebut melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan level tahun lalu, dan dampaknya paling terasa pada ponsel murah yang marginnya sudah tipis sejak awal.

Rilis baru belum memberi alasan kuat untuk buru-buru upgrade

Masalahnya bukan hanya harga yang naik, tetapi juga peningkatan yang terasa kecil. Beberapa ponsel yang diuji tahun ini dinilai belum menawarkan lompatan yang cukup besar dibanding pendahulunya, terutama di kelas menengah.

Google Pixel 10a, misalnya, hadir dengan chipset Tensor G4 dari 2024 dan kamera yang masih tergolong lama. Ponsel ini memang dibanderol $500 saat meluncur, tetapi Pixel 10 yang lebih kuat kini bisa ditemukan mulai sekitar $550 setelah diskon, dengan RAM 12GB, kamera telefoto khusus, dan pengisian nirkabel magnetik PixelSnap.

Samsung juga menunjukkan pola serupa pada Galaxy A57. Harganya menjadi $550, naik $50 dari Galaxy A56 yang sebelumnya meluncur di $500, padahal perubahan yang terlihat tidak cukup besar untuk membenarkan kenaikan tersebut.

Di segmen bawah, Motorola seri G bahkan disebut mengalami kenaikan hingga $100 di situs resmi. Selisih itu terasa lebih berat di kelas budget, karena setiap kenaikan harga langsung memangkas daya tarik produk yang memang dikembangkan untuk menekan biaya.

Model 2025 justru lebih masuk akal di banyak segmen

Bagi pembeli yang ingin nilai terbaik, pilihan tahun lalu kini lebih menarik. Saat ponsel baru tidak memberi upgrade berarti, harga diskon pada model sebelumnya sering menjadi kombinasi yang lebih rasional.

Untuk Google, Pixel 10 jelas lebih menarik daripada Pixel 10a jika harga yang lebih tinggi masih bisa dijangkau. Selain RAM yang lebih besar dan kamera telefoto, perangkat itu juga menawarkan paket fitur yang lebih lengkap untuk selisih harga yang relatif kecil di level retail yang disebutkan sumber.

Di kubu Samsung, seri Galaxy S25 masih direkomendasikan karena spesifikasinya mirip dengan keluarga Galaxy S26 yang lebih baru, dari model dasar sampai Plus dan Ultra. ZDNET menilai upgrade pada generasi terbaru tergolong tipis, termasuk tidak adanya lompatan besar di kamera maupun baterai.

Apple berada di jalur yang sedikit berbeda. iPhone 17 series mempertahankan harga yang sejalan dengan iPhone 16, tetapi menambah kamera selfie 18MP yang fleksibel, prosesor lebih cepat, dan layar 120Hz di model dasar.

Posisi Apple tetap lebih kuat, tetapi value tetap perlu dibaca hati-hati

Langkah Apple membuat standar pasar naik, karena model dasar kini terasa lebih lengkap dari sebelumnya. iPhone 17e juga disebut sebagai opsi yang layak, walau harga $600 membuatnya lebih sulit dipandang sebagai pilihan hemat.

Meski begitu, peningkatan tahunan iPhone 17e dinilai masih melampaui penawaran kelas menengah dari Samsung dan Google. Artinya, Apple belum sepenuhnya terseret ke tren stagnasi yang sedang terjadi di beberapa lini Android.

Bagi pembeli, pola terbesarnya sudah terlihat jelas. Saat harga komponen naik dan peningkatan fitur berjalan pelan, ponsel 2025 yang sedang diskon sering kali menjadi opsi yang lebih cerdas daripada model baru yang terlihat lebih segar di atas kertas.

Terbaru